PropertiTerkini.com, (PARAMOUNT GADING SERPONG) — Peta pergerakan pencari hunian di kawasan Jabodetabek mengalami pergeseran yang kian nyata. Jakarta tak lagi menjadi satu-satunya magnet utama bagi masyarakat yang menginginkan kualitas hidup lebih baik. Sebaliknya, koridor barat Jabodetabek—khususnya Tangerang—kini menjelma menjadi destinasi favorit utama bagi keluarga muda maupun investor properti.
Berdasarkan data Rumah123, konsentrasi pencarian tempat tinggal di Jabodetabek didominasi oleh Tangerang dengan pangsa terbesar mencapai 14,6 persen, mengungguli Jakarta Selatan (13,0 persen) dan Jakarta Barat (10,4 persen).
Fenomena ini menandai terjadinya fenomena eksodus demografis yang cukup masif. Tercatat, lebih dari 25.725 warga Jakarta telah memindahkan domisili mereka ke kawasan Tangerang Selatan hingga akhir 2024.
Fakta migrasi ini diperkuat oleh Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, dimana tercatat sebanyak 24.732 orang pindah domisili di Kabupaten Tangerang.
Menariknya, motor utama pergerakan ini didominasi oleh kelompok usia produktif berusia 25 hingga 34 tahun yang menyumbang 37 persen dari total minat pencarian hunian—menurut data Rumah123.
Pasar yang bergerak cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan hunian yang terintegrasi, aman, dan bernilai investasi tinggi semakin mendesak.
Sinyal Positif Pasar dan Ketahanan Segmen Premium
Pergerakan demografis tersebut sejalan dengan temuan data makro ekonomi nasional. Laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Triwulan II 2026 menunjukkan bahwa penjualan properti residensial di pasar primer secara keseluruhan terus mengalami perbaikan mendasar.
Secara khusus, pendorong utama pemulihan pasar ini datang dari lonjakan penjualan rumah tipe besar yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,08 persen (yoy), membalikkan keadaan dari triwulan sebelumnya yang sempat terkontraksi.
Dari sisi pembiayaan konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi tumpuan utama masyarakat dalam membeli properti primer dengan pangsa mencapai 70,05 persen.
Dukungan konektivitas infrastruktur modern—seperti beroperasinya akses Tol JORR 2 dan perluasan jaringan transportasi publik—serta kematangan fasilitas kota mandiri (township) menjadi faktor krusial yang menjaga daya beli masyarakat di kawasan Tangerang tetap prima.
Momen Tepat Menjawab Kebutuhan Pasar yang Kompetitif

Melihat dinamika pasar yang sedang “panas” dan kompetitif ini, pengembang properti Paramount Land menilai bahwa konsumen segmen atas (upper-class) kini semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya mencari bangunan yang megah, tetapi juga memperhitungkan track record pengembang, kepastian pembangunan, serta lokasi yang strategis.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengungkapkan bahwa pertumbuhan permintaan terhadap hunian berkualitas di Gading Serpong terus menunjukkan tren positif seiring dengan makin matangnya ekosistem kota mandiri tersebut.
“Pasar properti premium di koridor barat, khususnya Paramount Gading Serpong, memiliki daya tahan yang sangat kuat. Hal ini didukung oleh infrastruktur kawasan yang terintegrasi, tingginya aktivitas bisnis, serta kenyamanan hidup yang dirasakan langsung oleh para penghuni,” tutur Ferry.
Ferry menambahkan bahwa kepastian komitmen serah terima dan rekam jejak pengembangan menjadi alasan utama mengapa kepercayaan konsumen terhadap Paramount Land terus terjaga secara konsisten.
Belajar dari Suksesnya Altadena Residences
Tingginya ekspektasi pasar terhadap produk hunian premium Paramount Land sebelumnya telah terbukti lewat kesuksesan Altadena Residences. Dipasarkan sebagai salah satu hunian mewah di kawasan strategis Pasadena Central District, Altadena Residences sukses terserap pasar hingga habis terjual (sold out) sebanyak 82 unit.
Lini hunian tersebut menawarkan konsep arsitektur European Classic tiga lantai yang elegan dan mewah, lengkap dengan ketersediaan ruang yang lapang serta fitur modern seperti Sky Deck dan open space living.
Kehadiran area komersial di sekelilingnya—seperti Aniva Junction, Grand Boulevard Aniva, hingga Altadena Square—makin mempertegas posisi kawasan ini sebagai pusat aktivitas baru yang sangat dinamis.
Keberhasilan penjualan tahap sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa produk hunian dengan perencanaan matang dan lokasi unggulan di Gading Serpong selalu dinantikan oleh konsumen.
Menyambut Altadena Prime

Merespons tingginya minat pasar yang belum sepenuhnya terserap serta terbatasnya pasokan hunian premium di kawasan prime, Paramount Gading Serpong siap menghadirkan pengembangan hunian eksklusif selanjutnya, yakni Altadena Prime.
Berlokasi di dalam kawasan mixed-use Pasadena Central District seluas ±40 hektare, Altadena Prime dirancang untuk mengulang sekaligus meningkatkan standar kemewahan dari pendahulunya.
Terhubung langsung ke dua jalur utama Gading Serpong–BSD serta mengusung konsep 10-Minutes City Living, Altadena Prime diproyeksikan menjadi jawaban definitif bagi para pencari hunian dan investor yang ingin mengamankan aset properti bernilai tinggi di tengah sengitnya persaingan pasar koridor barat.
“Peluncuran Altadena Prime merupakan wujud komitmen kami dalam mewujudkan kampanye ‘Everything is Here’, di mana seluruh kebutuhan hidup, bisnis, dan rekreasi terakumulasi dalam satu ekosistem kota yang sempurna,” pungkas Ferry John.
Paramount Gading Serpong Rilis Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





