BERITA TERKAIT

SCG Tumbuh 17% di Q1 2026, Indonesia Jadi Kontributor Penjualan Terbesar ASEAN

SCG membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 17% pada kuartal pertama 2026 di tengah tekanan geopolitik global dan volatilitas harga energi. Indonesia menjadi penyumbang penjualan terbesar di kawasan ASEAN dengan pertumbuhan mencapai 16% secara tahunan.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — SCG mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 17% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I 2026 menjadi Rp8,3 triliun. Kinerja positif tersebut diraih di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga energi, serta volatilitas bahan baku industri.

Perusahaan yang bergerak di berbagai sektor mulai dari bahan bangunan, petrokimia, pengemasan hingga energi bersih itu juga membukukan laba sebesar Rp3,4 triliun dengan total pendapatan penjualan mencapai Rp68,9 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga: Rayakan 56 Tahun di Indonesia, Sharp Ajak Masyarakat Berlari Sambil Menjaga Lingkungan

Menurut President and CEO SCG, Thammasak Sethaudom, pencapaian tersebut didukung oleh langkah antisipatif perusahaan dalam mengelola risiko dan memperkuat daya saing bisnis di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan.

“Dengan posisi keuangan yang kuat dan kas yang memadai, SCG optimistis dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.

Daily War Room Jadi Senjata Hadapi Gejolak Global

Salah satu strategi utama yang diterapkan SCG adalah pembentukan “Daily War Room”, pusat pengambilan keputusan yang melibatkan manajemen tingkat tinggi untuk memantau perkembangan geopolitik dan kondisi pasar secara harian.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mempercepat pengadaan bahan baku dari berbagai negara serta memastikan pasokan produk bernilai tambah tinggi atau High Value-Added Products (HVA) tetap tersedia.

SCG juga meningkatkan efisiensi energi, memperluas pemanfaatan energi alternatif, serta memperbanyak penggunaan kendaraan listrik dalam distribusi produk.

Baca Juga: Holdwell Business Park Gandeng Telkom Indonesia Perkuat Infrastruktur Digital Kawasan Logistik

Bersamaan dengan restrukturisasi operasional dan penghentian bisnis yang kurang menguntungkan, langkah tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp3,46 triliun sepanjang 2026.

Dalam periode 2026-2027, SCG menargetkan penguatan infrastruktur bisnis regional melalui konsolidasi produksi, otomatisasi pabrik, pengembangan produk ramah lingkungan, hingga percepatan studi kemitraan industri petrokimia di Thailand.

Indonesia Jadi Motor Pertumbuhan SCG di ASEAN

Di kawasan ASEAN, Indonesia menjadi pasar dengan pertumbuhan penjualan tertinggi bagi SCG pada kuartal pertama 2026.

Penjualan SCG di Indonesia meningkat 16% secara tahunan menjadi Rp5,05 triliun. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan bisnis petrokimia melalui peningkatan ekspor regional.

Baca Juga: Pasar Properti Awal 2026: Logistik Melaju, Gudang Menguat, Apartemen Melambat

Kontribusi Indonesia terhadap total penjualan ASEAN mencapai 28%, menjadikannya pasar terbesar SCG di kawasan.

Sementara itu, unit bisnis pengemasan SCGP mencatat laba Rp835,84 miliar yang didukung oleh peningkatan efisiensi operasional di Indonesia serta pertumbuhan konsumsi domestik di pasar ASEAN.

Bagi sektor properti dan konstruksi, pertumbuhan bisnis SCG menjadi sinyal positif karena menunjukkan aktivitas pembangunan dan kebutuhan material konstruksi masih bergerak di tengah tantangan ekonomi global.

Dukung Infrastruktur dan Solusi Konstruksi di Indonesia

Di Indonesia, SCG juga aktif memperkuat posisinya melalui berbagai kolaborasi strategis.

Salah satunya dilakukan oleh Jayamix by SCG bersama Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Pasar Minggu dalam proyek perbaikan jalan menggunakan Rapid Setting Patching Concrete K-350. Material ini memungkinkan beton mencapai kekuatan awal hanya dalam waktu sekitar tiga jam sehingga pekerjaan perbaikan dapat berlangsung lebih cepat dan meminimalkan gangguan lalu lintas.

Baca Juga: Wavin Raih Tiga Sertifikasi ISO Internasional, Perkuat Standar Infrastruktur Berkelanjutan

SCG juga bekerja sama dengan Aquaproof melalui program Caravan Collaboration di wilayah Cianjur dan Bekasi. Kolaborasi tersebut menghadirkan solusi fondasi dan waterproofing yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan bangunan di masing-masing wilayah.

Di sektor pembangunan berkelanjutan, PT Semen Jawa mendukung pembangunan hunian permanen pascabencana di Sukabumi melalui donasi semen rendah karbon.

Langkah ini sekaligus memperkuat transisi penggunaan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Fokus ESG dan Pengembangan Masyarakat

Selain bisnis, SCG terus memperluas berbagai program sosial dan lingkungan di Indonesia.

Program beasiswa dan pengembangan talenta muda SCG Sharing the Dream kembali dilanjutkan pada 2026. Perusahaan juga memperluas pelatihan literasi digital bagi guru untuk mendukung transformasi pembelajaran.

Pada saat yang sama, program ekonomi sirkular SCG Mentari di Kabupaten Sukabumi berhasil mengumpulkan sekitar 7 ton sampah dengan melibatkan lebih dari 1.000 warga.

Baca Juga: Bersama REI, Fortress Dorong Hunian Ramah Lingkungan Lewat Gerakan 1 Juta Pohon

Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Melalui kombinasi strategi efisiensi, diversifikasi bisnis, inovasi produk, serta pendekatan ESG yang semakin kuat, SCG berupaya menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing di pasar ASEAN, termasuk Indonesia yang kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perusahaan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page