PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Rumah di Depok alami kenaikan harga tertinggi. Salah satu faktor pendorongnya adalah pesatnya pembangunan infrastruktur ke wilayah tersebut.
Menurut Flash Report Rumah123.com edisi November 2022, tercatat harga rumah, khususnya rumah seken di Kota Depok terus mengalami pertumbuhan selama 11 bulan terakhir.
Baca Juga: Abdael Nusa Luncurkan Rumah Premium, Precium Lebak Bulus
Saat ini, Depok merupakan area potensial untuk pengembangan properti residensial, dengan dipengaruhi beberapa faktor.
Mulai dari lokasi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, penyediaan infrastruktur yang memadai meliputi Tol Depok-Antasari dan Tol Serpong-Cinere, hingga tersedianya jalur commuter line.
Selain dari sisi pengembangan infrastruktur yang semakin memadai, harga rumah di Depok relatif lebih terjangkau dibandingkan kota satelit lainnya di DKI Jakarta seperti Tangerang ataupun Bekasi.
Baca Juga: Selalu Banjir Peminat Rumah, Pengembang Akui Tak Masalah Hadapi Resesi
Faktor ini menjadi nilai tambah yang membuat Depok menarik di mata konsumen yang ingin bertempat tinggal di wilayah selatan ibu kota tersebut.
Country Manager Rumah123.com, Maria Herawati Manik, mengatakan, pengembangan properti di Depok pada tahun mendatang masih akan terfokus pada Cimanggis, Cinere, dan Sawangan.
“Kehadiran ruas tol berupa Tol Cimanggis-Cibitung, Cimanggis-Cinere, dan Cinere-Serpong, jadi faktor utama pengembangan properti di Depok,” katanya.
Baca Juga: Vasanta Group dan Lotte Land Siap Buka Proyek Baru di Sawangan Depok
Lebih lanjut, Maria turut menjelaskan konektivitas di Depok yang sangat baik, membuat akses ke Jakarta menjadi lebih efisien berkat tersedianya jalur transportasi massal.
Catatan data Flash Report Rumah123.com November 2022 memperlihatkan pertumbuhan stabil untuk properti residensial seken yang menjanjikan di Depok.
Di sisi lain, statistik Rumah123.com juga merekan performa Tangerang yang masih menjadi lokasi pencarian favorit di area Jabodetabek. Namun dalam dua bulan terakhir, proporsi pencarian di Tangerang mengalami penurunan sebesar 0,6% di bulan September dan 1,3% di bulan Oktober.
Baca Juga: Denpasar dan Makassar Alami Kenaikan Harga Rumah Seken, Pertanda Apa?
Tren pencarian properti di Jakarta Selatan mengalami peningkatan proporsi dalam 3 bulan terakhir sebesar 0,7%, 0,2% dan 0,5% pada bulan Agustus, September dan Oktober secara berurutan.
Kemudahan akses dengan adanya penyediaan Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah beroperasi, saat ini menghubungkan area Lebak Bulus hingga Bundaran HI dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik area Jakarta Selatan.
*** Baca berita lainnya di GoogleNews





[…] Sumber Berita […]