Monday, August 15, 2022

Pemetaan MBR Harus Lebih Optimal Agar Target PSR Tercapai

Pemetaan MBR yang tepat sasaran akan menekan jumlah backlog yang setiap tahun bertambah atau bahkan bisa mencapai zero backlog.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pemetaan dan pendataan terkait postur dan populasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi target Program Sejuta Rumah (PSR) perlu lebih dioptimalkan.

Hal itu diperlukan agar program dan kebijakan yang dilaksanakan terkait program perumahan dapat disesuaikan dengan jumlah anggaran yang harus dialokasikan pemerintah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Tunjuk BTN Salurkan Dana BSPS di Kalimantan Selatan

Hal ini dikemukakan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Optimalisasi Ekosistem Perumahan Indonesia dan Grand Design Pembiayaan Perumahan Bagi Sektor Informal Tahap 2 yang diselenggarakan oleh Bank BTN di Jakarta, Jum’at (1/7/2022).

Menurut Iwan, pemetaan MBR untuk program perumahan sangat diperlukan. Minimal postur dan populasi jumlah MBR bisa diketahui sehingga program perumahan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan. Pemerintah berupaya agar setiap tahun jumlah backlog perumahan bisa terus berkurang atau bahkan mencapai zero backlog.

Untuk itu diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik dari kementerian atau lembaga terkait, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat untuk saling membantu dalam penanganan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp2,23 Triliun Bagi Program BSPS

Pemetaan masyarakat yang membutuhkan bantuan pembiayaan perumahan oleh pemerintah daerah juga sangat diperlukan sehingga pihak perbankan seperti Bank BTN dapat lebih fokus menyalurkan KPR.

Suppy dan demand perumahan di Indonesia harus mendapat perhatian agar zero backlog perumahan bisa tercapai. Apalagi melalui Program Sejuta Rumah ini pemerintah ingin setiap orang bisa memiliki hunian yang layak huni,” ujar Iwan.

Sementara itu Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, Bank BTN siap mendukung pemerintah dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah untuk masyarakat. Apalagi pemenuhan kebutuhan rumah layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan. Bank BTN merupakan bank yang fokus pada program perumahan hingga 90 persen.

Baca Juga: Program Sejuta Rumah di Kuartal II 2022, Capai 278.725 Unit

“Kami ingin dana APBN ini bisa optimal untuk di salurkan ke sektor perumahan sehingga lebih banyak masyarakat menikmati lebih mudah dan murah serta terjangkau,” ujar Haru.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU