Monday, August 15, 2022

Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp2,23 Triliun Bagi Program BSPS

Program BSPS untuk tahun 2022 ini untuk mengejar target 103.000 unit rumah tidak layak huni.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan terus melanjutkan penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di antaranya lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/Rumah Swadaya.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Perumnas Butuh Dukungan PMN Non Tunai

Menurut Iwan, pada tahun 2022 Ditjen Perumahan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,23 triliun untuk program BSPS dengan target 103.000 unit rumah tidak layak huni. Untuk BSPS hingga saat ini masih ada beberapa perubahan usulan calon penerima bantuan.

Dari target 103 ribu unit, yang sudah tertuang dalam Surat Keputusan (SK) sebanyak 89 ribu unit. Sedangkan untuk progres fisiknya yang sudah terlaksana sebanyak 60.706 unit (58,94 persen).

Berdasarkan data, program BSPS yang dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) pada tahun 2022 menargetkan terserapnya tenaga kerja sebanyak 206.000 orang. Hingga saat ini progresnya sudah menyerap sebanyak 121.412 orang.

Baca Juga: 16 Balai Perumahan di Daerah Siap Bangun Zona Integritas

Program BSPS merupakan stimulan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rumah rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dengan dana BSPS tersebut mereka diharapkan berswadaya membangun rumahnya menjadi lebih layak huni.

Dalam soal capaian program satu rumah tahun 2022, lanjut Iwan, hingga saat ini sudah mencapai 460.269 unit. Capaian tersebut terdiri dari 82 persen untuk rumah MBR sebanyak 378.983 unit dan rumah non MBR 18 persen sebanyak 81.286 unit.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun 25 Rusus di Bolaang Mongondow Selatan

“Secara menyeluruh progres keuangan Ditjen Perumahan hingga 28 Juni 2022 sebesar 38,02 persen atau sekitar Rp2,62 triliun dari alokasi anggaran 2022 sebesar Rp6,9 triliun dan progres fisik sebesar 33,75 persen,” ujar Iwan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU