Tuesday, September 28, 2021
Pasang Iklan disini ....

Meluncur Maret 2019, Tarif MRT Lebih Murah dari Ojek Online

Tarif MRT Jakarta disebut akan lebih murah dari ongkos ojek maupun mobil online. Belum lagi, MRT tak kenal macet lalulintas.

Propertiterkini.com – PT MRT Jakarta terus merampungkan pengerjaan tahap akhir jelang peluncuran transportasi massal rel tersebut. MRT Jakarta ditargetkan akan siap beroperasi secara komersial di akhir Maret 2019 ini.

Baca Juga: Beroperasi Maret 2019, Berikut Progres MRT Jakarta

“Perkembangan persiapan operasi telah mencapai 86,35 persen, mencakup persiapan institusi 87,37 persen dan persiapan SDM 84,25 persen,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dikutip dalam keterangan yang dipublikasikan MRT Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Sejak 24 Desember 2018 lalu, kata dia, telah dilakukan parallel trial run yang mencakup praktik pemberian instruksi terkait kegiatan operasional kereta oleh pengatur lalu lintas kereta (OCC Dispatchers), kemudian praktik mengemudi kereta di jalur utama oleh masinis.

Termasuk juga melakukan setiap tahapan dalam panduan prosedur operasi dan praktik komunikasi antara petugas di pusat kendali operasi, masinis, dan staf di stasiun.

Parallel trial run ini akan berlangsung hingga 26 Februari 2019 yang kemudian dilanjutkan dengan full trial run pada 27 Februari hingga menjelang operasi komersialnya di akhir Maret 2019 nanti,” tegas William.

MRT Jakarta juga baru saja menjalani audit oleh pihak dari luar negeri terkait aspek keselamatan (safety). Hasil audit memberikan predikat dan penghargaan emas karena memenuhi 153 kriteria dari 166 kriteria yang diperiksa.

Baca Juga: Tahun Depan, Banyak yang Beralih ke Transportasi Massal Kereta

“Kita patut berbangga karena aspek keselamatan kerja adalah bisnis dan dasar utama perusahaan kita,” katanya.

Tarif MRT Lebih Murah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal November lalu telah menjajal MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Usai mencoba moda transportasi massal tersebut, Jokowi bilang tarif MRT Jakarta nantinya berkisar antara Rp8.000 hingga Rp9.000.

“Di kereta tadi dibicarakan mengenai tarif berapa. Kurang lebih Rp 8.000-9.000,” kata Jokowi, saat itu.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta juga telah mengusulkan dua opsi tarif MRT ke Pemprov DKI Jakarta untuk dikaji. Usulan tersebut yakni sebesar Rp8.500 dan Rp10.000. Besaran usulan itu didapat dari survei ridership atas kemampuan membayar masyarakat dengan jarak per 10 kilometer.

Baca Juga: Tambah LRT di Tiga Kota, Jokowi: Transportasi Massal Harus Jadi Budaya

“Jadi ada kesediaan untuk perjalanan rata-rata 10 kilometer. Karena dari survei itu disebutkan penumpang bersedia membayar sebesar itu dan perjalanan mereka rata-rata di dalam MRT adalah 10 kilometer,” papar Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono, beberapa waktu lalu.

Meski terdapat opsi harga yang berbeda, lanjut Agung, namun keduanya memiliki tarif boarding fee yang sama yaitu Rp1.500. Perbedaannya hanya pada unit price per kilometer yaitu sebesar Rp700 per kilometer untuk usulan Rp8.500 per 10 kilometer, dan Rp850 per kilometer untuk usulan Rp10.000 per 10 kilometer.

Kendati demikian, Agung meyakini tarif MRT tersebut cukup kompetitif dibandingkan dengan tarif moda transportasi lain seperti ojek online atau taksi online/konvensional.

Dia mencontohkan, tarif perjalanan dari Bundaran HI ke Istora yang jaraknya 5 kilometer, maka penumpang MRT cukup membayar Rp5.000 saja.

Keuntungan lainnya, mereka tak perlu terkena macet karena MRT memiliki jalur khusus di bawah tanah. Sementara bila menggunakan ojek online, biaya yang harus dikeluarkan berkisar antara Rp6.000 sampai Rp12.000. Biaya lebih mahal harus dikeluarkan bila menggunakan taksi online yaitu berkisar antara Rp30.000 sampai Rp32.000.

Baca Juga: Perbedaan TOD dan TAD: TOD Harus Penuhi 8 Prinsip

“Jadi, ini akan membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Apalagi biaya parkir juga cukup mahal,” kata Agung.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU