PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Isu penanganan limbah perkotaan dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus mendapat perhatian serius dari sektor industri keuangan. Mengambil momentum Global Corporate Responsibility (CR) Day 2026, PT Bank Maybank Indonesia Tbk resmi memboyong gerakan keberlanjutan bertajuk #BalikBAIK ke wilayah Jabodetabek.
Inisiatif ini dirancang untuk menyulap limbah pascakonsumsi menjadi produk baru yang berdaya guna serta memiliki nilai ekonomi melalui praktik upcycling.
Baca Juga: Gelontorkan Rp45 Miliar Dana CSR, Intip Strategi Berbaginomics Djarum Bangun Rumah MBR
Langkah ini menyasar salah satu persoalan krusial di kawasan metropolitan. Setiap tahunnya, puluhan juta ton sampah terproduksi di Indonesia, dengan porsi limbah plastik mencapai hampir 20 persen.
Melalui gerakan #BalikBAIK, material sisa seperti sampah plastik, serat tekstil, hingga bahan cetak bekas tidak lagi dipandang sebagai sampah tak berguna, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali (second life) menjadi barang bernilai jual dan bermanfaat sosial.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa kehadiran perbankan di tengah isu lingkungan merupakan pengejawantahan dari komitmen Humanising Financial Services.
“Komitmen ini diwujudkan tidak hanya dengan memberikan layanan finansial terbaik, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat serta memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan,” ujar Steffano.
Steffano menambahkan, pendekatan sirkular ini krusial untuk mengubah mindset masyarakat urban. “Melalui Gerakan #BalikBAIK, Maybank Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat material pascakonsumsi bukan sekadar sebagai sampah, melainkan sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai melalui upcycling,” paparnya.
Baca Juga: Kolaborasi Nestlé Indonesia, Waste4Change, dan Arkadia Green Park Bangun Kebiasaan Kelola Sampah
Hadirkan #BalikBAIK Impact Hub di Jabodetabek
Aksi keperdulian lingkungan ini diawali secara serentak di 18 negara jaringan Maybank Group. Di Indonesia, kick-off terpusat di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan, dengan keterlibatan relawan karyawan (Maybankers), jajaran manajemen, tenaga pengajar, serta ratusan siswa.
Secara nasional, gerakan paralel ini menjangkau 66 kantor cabang dengan melibatkan 1.800 karyawan dan menyapa lebih dari 3.200 murid sekolah dasar.
Sebagai komitmen jangka panjang, kegiatan ini menandai dimulainya Program Cahaya Kasih yang akan berjalan konsisten selama dua tahun ke depan. Salah satu pilar utamanya adalah pembentukan #BalikBAIK Impact Hub yang ditempatkan di enam Sekolah Dasar berpredikat Adiwiyata di Jabodetabek.
Impact Hub ini difungsikan sebagai ruang interaktif dan fasilitas pemilahan limbah yang menghubungkan siswa, guru, orang tua, hingga komunitas pengolah sampah lokal. Kehadiran hub ini diharapkan menjadikan lingkungan sekolah sebagai titik awal habituasi pengelolaan sampah yang rapi dan produktif.
Baca Juga: Solusi Pencahayaan Pintar Signify Dorong Eco-City dan Smart Building
Sementara itu, Group Chief Human Capital Officer Maybank, Mazhatulshima Mohd Zahid, menggarisbawahi pentingnya aksi kolektif berbasis pemberdayaan.
“Melalui upaya kolektif para karyawan Maybank di 15 negara, Maybank tidak hanya berupaya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mendukung terciptanya kesejahteraan jangka panjang melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kelestarian lingkungan,” ungkap Mazhatulshima.
Selama dua tahun pelaksanaan Program Cahaya Kasih, ekosistem ini menargetkan keterlibatan langsung 500 relawan karyawan, 60 guru penggerak, 3.000 siswa SD, serta 1.500 warga dan 60 rumah tangga di sekitar sekolah.
Penguatan ekosistem sirkular di level komunitas dan perkotaan ini sejalan dengan tren pengembangan kawasan hunian modern yang makin memprioritaskan aspek pengelolaan lingkungan terpadu dan prinsip sustainable living.
Baca Juga:
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





