Thursday, February 9, 2023

Jembatan Teluk Kendari Capai 52%, Beroperasi Awal 2020

- Advertisement -

Jembatan Teluk Kendari semakin mempersingkat waktu tempuh menjadi hanya 5 menit saja dari semula 35 menit menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry.

PropertiTerkini.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kebut penyelesaian pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Jembatan sepanjang 1,34 kilometer tersebut akan akan memberikan manfaat bagi pengembangan bagian selatan Kota Kendari, yakni daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko.

Baca Juga: Ampera Sudah Tua, Jembatan Musi IV yang Dinanti Sejak 2010 Pun Dioperasikan

Adapun kawasan ini akan dikembangkan menjadi kawasan permukiman, kawasan industri dan pelabuhan Kendari New Port. Disamping itu juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar Kota Kendari.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, disamping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian.

“Jembatan perlu dibuat indah dengan memasukkan elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan menambah estetika kota,” ujar Basuki, seperti dipublikasikan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR melalui laman resminya.

Baca Juga: Sakura Garden City, Dilengkapi Jembatan Penghubung ke Stasiun LRT Ciracas

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara berharap, dengan konektivitas yang semakin lancar akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari mencapai 52% dengan target selesai Februari tahun 2020,” kata Yohanis Tulak.

Pembangunan kawasan pelabuhan di Pulau Bungkutoko menjadi bagian pengembangan Kota Kendari dengan dibangunnya Pelabuhan New Port Bungkutoto (66 hektar) yang merupakan pindahan dari pelabuhan lama di kawasan Kota Lama.

Baca Juga: Jembatan Terpanjang Dunia Resmi Dibuka

Pelabuhan Bungkutoto menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain pelabuhan, juga akan dibangun kawasan industri penunjang (26 hektar), tracking mangrove (24 hektar), terminal antar moda (20 hektar), terminal multipurpose (32 hektar), dan terminal penumpang (23 hektar).

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dikerjakan oleh perusahaan konsorsium yakni PT. PP dan PT Nindya Karya dengan anggaran mencapai Rp802 miliar dengan kontrak tahun jamak (multiyears) 2015-2020.

Jembatan Teluk Kendari
Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari./ Foto: Kementerian PUPR

Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 meter), approach span (357,7 meter), side span (180 meter), bentang utama atau main span (200 meter). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar.

Kehadiran jembatan yang melintasi Teluk Kendari ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat Sultra karena akan mempermudah akses masyarakat yang berada di kawasan Kota Lama dengan Poasia yang dipisahkan oleh teluk.

Baca Juga: Rumah Menteri PUPR Digusur, Mahfud MD: Hormat Pak Basuki!

Selama ini masyarakat harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry atau memutari teluk sejauh 20 kilometer dengan waktu tempuh 30-35 menit. Dengan adanya Jembatan Teluk Kendari maka jarak semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan akan menjadi sekitar 5 menit saja.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU