BERITA TERKAIT

IKEA Indonesia Perluas Program Pengelolaan Sampah dan Dorong UMKM Berkelanjutan

Komitmen keberlanjutan IKEA Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pengurangan sampah operasional, tetapi juga lewat penguatan pelaku usaha lokal dan pengembangan social enterprise. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi ESG perusahaan untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) IKEA Indonesia terus memperluas kontribusinya dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, UMKM, hingga pelaku social enterprise.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus memperkuat dampak sosial di berbagai daerah.

Baca Juga: IKEA Play, 5 Tips IKEA Wujudkan Kamar Anak Fungsional dan Kreatif

Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, mengatakan keberlanjutan perlu menjadi sesuatu yang mudah diterapkan oleh lebih banyak pihak, bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang rumit atau hanya dapat dilakukan oleh segelintir pihak. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk ikut andil dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Ahmad.

Program Pengelolaan Sampah Jadi Fokus IKEA Indonesia

Salah satu program utama yang dijalankan adalah Waste Diversion, yang telah diterapkan di seluruh toko IKEA Indonesia.

Program ini mendukung target perusahaan untuk mengalihkan 80 persen sampah operasional dari tempat pembuangan akhir (TPA) pada 2030 melalui pendekatan recycling, composting, dan recovery.

Baca Juga: 5 Kebiasaan di Rumah yang Diam-Diam Bikin Ruang Makin Sesak

Hingga saat ini, sebagian besar limbah operasional IKEA Indonesia telah berhasil dialihkan dari TPA melalui sistem pengelolaan sampah yang diterapkan secara konsisten.

Capaian tersebut turut mengantarkan IKEA Indonesia meraih empat penghargaan dalam Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026, yaitu:

  • Best ESG in Retail
  • ESG Excellence – Multinational Corporation
  • Sustainable Innovation Award
  • ESG Leadership Excellence Award

Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses verifikasi dokumen, presentasi, hingga panel wawancara yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan praktisi keberlanjutan.

Baca Juga: Tanpa Renovasi, Ini 5 Cara Ubah Dapur Jadi Lebih Nyaman

Zona Daur Ulang dan Penguatan UMKM Lokal

Di wilayah Bandung, IKEA Indonesia bersama Duitin mengembangkan Zona Daur Ulang IKEA Kota Baru Parahyangan sejak 2023.

Fasilitas ini telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material yang kembali masuk ke rantai daur ulang. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, program tersebut juga memberi insentif kepada masyarakat sehingga aktivitas daur ulang menjadi lebih menarik dan mudah dilakukan.

Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan melalui program TERAS Indonesia yang telah berjalan sejak 2014.

Melalui program tersebut, lebih dari 1.000 UMKM memperoleh kesempatan memasarkan produknya secara gratis di area toko IKEA Indonesia.

Baca Juga: Rayakan 56 Tahun di Indonesia, Sharp Ajak Masyarakat Berlari Sambil Menjaga Lingkungan

Sepanjang 2025, program ini menghasilkan estimasi nilai penjualan sekitar Rp5 miliar bagi para pelaku usaha yang berpartisipasi.

Dukung Social Enterprise dan Pembangunan Berkelanjutan

IKEA Indonesia juga menggandeng Instellar melalui program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA).

Sejak 2023, program ini telah mendampingi 30 social enterprise melalui pelatihan, mentoring, bootcamp, hingga penguatan strategi bisnis.

Secara keseluruhan, inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 14.000 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berbagai program tersebut memperlihatkan bagaimana penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan ritel.

Baca Juga: Adopsi Standar ESG, Kawasan Properti 36 Hektare di Medan Kantongi Sertifikasi “Greenship Neighborhood”  Pertama di Sumatera

Selain berkontribusi terhadap pengurangan sampah, pendekatan ini juga memperkuat ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, sekaligus mendukung pembangunan kawasan yang lebih berkelanjutan.

Bagi sektor properti dan urban living, kolaborasi antara perusahaan, komunitas, serta pelaku usaha lokal menjadi salah satu elemen penting dalam membangun lingkungan yang lebih ramah terhadap masyarakat maupun lingkungan hidup.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page