BERITA TERKAIT

5 Kebiasaan di Rumah yang Diam-Diam Bikin Ruang Makin Sesak

Rumah yang terasa penuh ternyata tidak selalu disebabkan ukuran hunian yang kecil. Kebiasaan menyimpan barang tanpa sistem justru sering menjadi penyebab utama ruang terasa makin sesak.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — IKEA Indonesia menilai banyak rumah terasa cepat penuh bukan semata karena terlalu banyak barang. Dalam banyak kasus, masalahnya justru muncul dari kebiasaan menata dan menyimpan barang yang dilakukan secara spontan atau sekadar “asal muat dulu”.

Melalui program Home Visit IKEA, perusahaan furnitur asal Swedia tersebut menemukan pola serupa di banyak rumah. Ruangan sebenarnya masih cukup luas, tetapi terasa sempit karena barang tidak memiliki sistem penyimpanan yang jelas.

Baca Juga: 7 Cara Menata Rumah Berantakan Tanpa Renovasi

“Ada banyak rumah yang tidak kecil, memiliki cukup ruang, tapi terasa penuh karena cara menyimpannya tidak konsisten atau tidak punya sistem yang baik,” ujar Ruth Pricilla Pandjaitan, Home Furnishing & Competence Development Leader IKEA Indonesia.

Dari pengamatan tersebut, IKEA membagikan lima kebiasaan yang sering tidak disadari justru membuat rumah terasa makin sesak.

1. Langsung Beli Tempat Penyimpanan Tambahan

Saat rumah mulai berantakan, solusi yang paling sering dilakukan adalah membeli rak, kotak, atau organizer baru. Padahal, jumlah barang yang disimpan sebenarnya tidak berkurang.

Akibatnya, barang hanya berpindah tempat tanpa benar-benar tertata. IKEA menyarankan untuk mulai memilah isi lemari atau laci berdasarkan frekuensi penggunaan sebelum memutuskan membeli penyimpanan tambahan.

Baca Juga: Tanpa Renovasi, Ini 5 Cara Ubah Dapur Jadi Lebih Nyaman

Produk organizer seperti STUK, SKUBB, hingga NOJIG disebut dapat membantu barang tersusun lebih rapi dan mudah diakses sehari-hari.

2. Menumpuk Semua Barang di Satu Area Bikin Ruang Makin Sesak

Kebiasaan lain yang sering terjadi adalah menjadikan satu sudut rumah sebagai tempat “taruh dulu”. Lama-kelamaan, barang yang sering dipakai bercampur dengan barang koleksi atau stok cadangan.

Kondisi ini membuat area rumah terlihat lebih ramai secara visual dan akhirnya terasa sumpek. IKEA menyarankan penggunaan rak terbuka seperti KALLAX atau BILLY untuk barang yang memang ingin ditampilkan, sementara barang lain bisa disimpan dalam kotak penyimpanan tertutup.

“Secara visual, ruang bisa saja terlihat rapi, tapi tetap penuh, sesak, tidak karuan. Biasanya karena terlalu banyak yang ‘terlihat’ di saat yang sama,” kata Alfinda Kristra Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia.

Baca Juga: 7 Cara Jitu Menata Ruang Kerja dari Rumah Tanpa Harus Bongkar Pasang Ruangan

3. Memilih Ukuran Perabot yang Tanggung

Perabot yang ukurannya “kayaknya cukup” ternyata juga sering menjadi penyebab rumah terasa lebih padat. Barang akhirnya sulit disusun rapi karena kapasitas penyimpanannya tidak benar-benar sesuai.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini memunculkan tumpukan baru di berbagai sudut rumah.

IKEA menyarankan penggunaan organizer dan kotak dengan ukuran yang konsisten agar sistem penyimpanan lebih mudah dijaga.

4. Tidak Membagi Area Berdasarkan Fungsi

Tanpa disadari, banyak barang berpindah-pindah tempat karena rumah tidak memiliki pembagian area yang jelas.

Contohnya barang bawaan yang diletakkan sembarangan setelah pulang, atau perlengkapan tidur yang tersebar di berbagai sudut kamar.

Baca Juga: BSD City Bangun Pusat Riset AI dan Robotik, Siapkan Akademi Teknologi Masa Depan

Karena itu, IKEA menyarankan metode zoning, yaitu membagi area rumah berdasarkan aktivitas tertentu.

Cara ini membantu barang tetap berada di area yang sama dengan tempat penggunaannya sehingga rumah terasa lebih teratur.

5. Mengisi Semua Sudut Rumah dengan Barang

Kotak penyimpanan KUGGIS dari IKEA
Seri kotak penyimpanan KUGGIS dari IKEA membantu barang lebih tertata dan mudah diakses. (Dok. IKEA)

Banyak orang merasa setiap ruang kosong harus dimanfaatkan. Padahal, terlalu banyak barang justru membuat rumah cepat terasa sesak dan sulit dibersihkan.

IKEA menilai decluttering secara berkala penting dilakukan untuk memilah barang yang masih digunakan dan mana yang sebenarnya hanya tersimpan tanpa fungsi jelas. Barang yang sudah tidak dipakai dapat dijual kembali, disimpan terpisah, atau diberikan kepada orang lain.

Melalui kampanye “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi”, IKEA ingin mengajak masyarakat lebih bijak memilih solusi penyimpanan agar rumah terasa lebih lega dan nyaman digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Luncurkan Cluster Rinoka, Hunian Klasik Prancis Mulai Rp1,9 Miliar

“Kalau dari awal sudah sesuai kebutuhan, kita tidak perlu terus menyesuaikan. Biasanya, di situ ruang mulai terasa lebih ringan dan lebih mudah dipakai,” tutup Alfinda.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page