PropertiTerkini.com, (BALI) — Upaya menekan emisi karbon di sektor perhotelan mulai bergerak lebih nyata. Salah satunya diaplikasikan pada hotel di Bali ini.
PLTS berkapasitas 134,42 kWp menjadi langkah awal dalam transisi energi di Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road yang kini mengadopsi energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
PLTS berkapasitas 134,42 kWp tersebut menjadi langkah awal dalam transisi energi hotel di Bali ini. Dampaknya tidak kecil. Sistem ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 146.923 kilogram CO₂ per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 3.787 pohon.
Baca Juga: Hemat Listrik hingga 91%, Zendure Rilis 3 Sistem SolarFlow Mix untuk Rumah Modern
Kolaborasi dilakukan bersama Greenvolt Power Indonesia, sebagai bagian dari implementasi strategi keberlanjutan di lingkungan Marriott International.
Transisi energi ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, hotel ini juga telah menjalankan sejumlah inisiatif ramah lingkungan, termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
General Manager Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, Eric Gozal, menyebut penggunaan energi surya menjadi langkah penting dalam pengelolaan energi jangka panjang.
“Sejalan dengan berbagai inisiatif ramah lingkungan yang telah dilakukan, seperti penghapusan plastik sekali pakai, adopsi energi surya menjadi langkah penting dalam mengelola energi sekaligus mengurangi jejak lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: 3 Seri SolarFlow Zendure Terbaru Meluncur, Hemat Tagihan Listrik Rumah Hingga 73 Persen!
Kolaborasi dengan Greenvolt juga dinilai membantu memastikan proses transisi tetap sesuai standar global jaringan Marriott.
“Kemitraan ini memastikan standar internasional tetap terjaga, sekaligus membuat proses transisi berjalan lebih terstruktur,” tambahnya.
Efisiensi dan Ramah Lingkungan, Arah Baru Hotel di Bali
Perubahan pendekatan mulai terlihat di industri perhotelan. Energi terbarukan tidak lagi diposisikan sebagai program tambahan, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis.
Head of Operations Greenvolt Power Indonesia, Fanny Susanti, menilai transisi energi kini berkaitan langsung dengan ketahanan usaha.
“Transisi energi di sektor usaha, termasuk perhotelan dengan kebutuhan energi tinggi, kini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketahanan bisnis jangka panjang, bukan lagi sekadar pilihan untuk lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Baca Juga: TCL PV Tech Luncurkan Solusi PV Residensial Terpadu: Dorong Transisi Energi Hijau Global
Skema implementasinya juga semakin fleksibel. Model kerja sama tanpa investasi awal (zero-capex) maupun tanpa biaya operasional tambahan (zero-opex) membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk beralih ke energi bersih.
Pendekatan ini membuat adopsi energi terbarukan tidak mengganggu arus kas, sekaligus tetap menjaga fokus pada operasional utama.

Langkah yang dilakukan Fairfield Bali Kuta Sunset Road menunjukkan adanya pergeseran pola di industri hospitality nasional. Standar global terkait keberlanjutan mulai diterapkan lebih konkret di level operasional.
Seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, adopsi energi terbarukan berpotensi menjadi standar baru dalam pengembangan hotel ke depan.
Baca Juga: Strategi Monetisasi Aset APLN Dongkrak Kinerja, Pendapatan Melonjak 232% di Q1 2026
Jika tren ini berlanjut, energi bersih bukan lagi diferensiasi, melainkan kebutuhan dasar dalam operasional properti komersial.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





