Tuesday, January 31, 2023

Era Industri 4.0 Dorong Pembangunan Rusus Dengan Teknologi 3D Printing

Dimulai dengan uji coba 3D Printing pada Januari 2021, mulai tahun 2022 teknologi ini akan diterapkan dalam pembangunan rumah khusus.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyongsong era industri 4.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik termasuk di bidang jasa konstruksi. Salah satunya teknologi 3D Printing untuk pembangunan rumah.

“Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat. Industri 4.0 hanya instrumen, justru dibelakangnya harus ada Sumber Daya Manusia yang handal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Realisasi Program Sejuta Rumah TA 2021 Capai 1.105.707 Unit

Adapun Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, Direktorat Jenderal Perumahan pada tahun 2022 akan menerapkan pembangunan rumah khusus (rusus) dengan metode digital guna menjawab tantangan teknologi Industri 4.0.

“Di tahun 2021 Kementerian PUPR bersama mitra terkait, telah menguji coba pembangunan uji coba 3D Printing Rumah Tapak di Yogyakarta, 12-31 Januari 2021, dan pada tahun 2022 ini akan diterapkan dalam pembangunan rumah khusus,” ujar Iwan saat menjadi narasumber dalam Opening Ceremony ITB Civil Engineering Expo secara daring, Sabtu (22/1/2022).

Iwan mengatakan, sesuai dengan agenda prioritas lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, birokrasi, dan transformasi ekonomi. Kementerian PUPR akan melakukan terobosan dalam percepatan pembangunan infrastruktur, diantaranya mendukung industrialisasi 4.0.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Kementerian PUPR Rampungkan 7.075 Unit Rumah Susun

“Kita mendorong pengembangan skema pembiayaan kreatif, pengembangan SDM, penyelesaian tugas khusus, dan dukungan terhadap mitigasi bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Iwan.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dalam penyelenggaraan program pembangunan infrastruktur tahun 2020-2024 pada sektor perumahan menargetkan pembangunan 51.340 unit rumah susun, 10.000 unit rumah khusus, 813.660 unit rumah swadaya, 262.345 unit PSU perumahan.

Menurut Iwan, Direktorat Jenderal Perumahan akan mengevaluasi  pembangunan perumahan tidak hanya satu juta rumah namun bisa melebihi yakni sekitar 1,5 hingga 2 juta rumah per tahun.

Baca Juga: Permudah Usaha Jasa Konstruksi, Pemerintah Beri Keringanan Izin Usaha Konstruksi

“Hal itu dikarenakan menyesuaikan dengan backlog yang terus bertambah per tahunnya,” ujar Iwan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU