Tuesday, January 31, 2023

Diminati Pengembang, Ini Keunggulan Aplikasi SiKumbang

Melalui Management Control PPDPP, per 18 Juni 2020 pukul 15.10 WIB sebanyak 174.210 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep dengan 142.897 user telah lolos subsidi checking dan sebanyak 67.982 masyarakat telah menerima FLPP.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kian intens memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat, termasuk dalam pengembangan perumahan. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) untuk pengembang atau disebut Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Untuk diketahui, aplikasi bagi para pengembang properti ini dikembangkan oleh Kementerian PUPR melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP), sejak awal tahun 2020 ini.

Baca Juga: SiKumbang Kian Diminati, Per Hari Lebih dari 1.000 Hunian Didaftarkan Pengembang

Dalam sistem Aplikasi SiKumbang, PPDPP secara real time mampu menyajikan data hunian kepada masyarakat berupa peta hunian yang tersedia, sedang dibangun, dan sudah terjual yang disajikan dalam berbagai warna.

Warna kuning memperlihatkan perumahan yang masih tersedia, warna hitam untuk perumahan komersil dan warna merah untuk kavling perumahan yang telah terjual.

Dengan begitu, sehingga masyarakat yang mengakses aplikasi SiKasep dipastikan tidak akan kesulitan dalam memilih rumah idamannya.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin sampaikan inovasi yang dikembangkan tersebut merupakan salah satu percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

“Kita fokus pada berapa besarnya supply hunian. Dan hingga saat ini potensi dan dukungan aktif para asosiasi pengembang sangat luar biasa dalam memberikan data. Saya apresiasi pengembang yang mendaftarkan terus perumahannya ke Aplikasi SiKumbang. Sehari rata-rata lebih dari seribu hunian didaftarkan di aplikasi ini,” terang Arief dikutip dari situs resmi PPDP.

Baca Juga: Belum Sebulan, Pendaftar Antrian Rumah di Aplikasi SiKasep Tembus 13.600

Arief Sabaruddin mengakui bahwa data pemetaan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut oleh PPDPP ke dalam berbagai hal ke depannya.

Data tersebut dapat sebagai informasi prioritas bagi pemerintah untuk memenuhi
kebutuhan listrik, air bersih, dan bantuan prasarana sarana umum lainnya seperti bentuk dan ukuran agunan yang akan dibiayai oleh program rumah subsidi. Data tersebut juga dapat disinergikan dengan manajemen kuota di bank pelaksana.

Melalui rangkaian sistem ini, pemerintah dapat merancang manajemen kuota bantuan pembiayaan perumahan hingga tingkat kecamatan. Sehingga dapat secara akurat menghitung perencanaan anggaran program rumah subsidi dari tingkat nasional hingga tingkat daerah kecil sekalipun

“Dengan data ini, maka bank pelaksana diharapkan tidak serta merta menjual rumah subsidi, harus didasarkan data akurat,” imbuhnya.

Baca Juga: Produsen Pompa Grundfos Rilis Aplikasi SmArt Serv

Di sisi para pengembang, sistem ini juga menjadi benefit tersendiri sebagai media promosi untuk memasarkan huniannya secara efektif dan efisien. Keberadaan pemetaan hunian dari para pengembang ini juga dapat sebagai masukkan kepada pemerintah daerah dalam rangka pembangunan infrastruktur pendukung lokasi rumah subsidi.

Lebih lanjut Arief menekankan bahwa perencanaan pembangunan rumah subsidi pada akhirnya dapat didasarkan pada permintaan masyarakat.

“Melalui data tersebut, berarti membangun rumah harus sesuai permintaan. Pemerintah sangat memperhatikan sisi permintaan, inilah yang dinamakan MBR sebagai subyek penyaluran bantuan pembiayaan perumahan,” jelasnya.

Dengan mengetahui lokasi yang diinginkan oleh masyarakat melalui SiKasep, maka para pengembang juga dapat mengetahui referensi dalam membangun huniannya secara efisien, menghindari rumah kosong yang tidak diminati oleh masyarakat.

Baca Juga: Kuasai 40% Market Share KPR, Berikut Berbagai Kemudahan KPR di BTN

Saat ini melalui Management Control yang dikelolanya, PPDPP mencatat per 18 Juni 2020 pukul 15.10 WIB sebanyak 174.210 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep dengan 142.897 user telah lolos subsidi checking dan sebanyak 67.982 masyarakat telah menerima FLPP.

Pemerintah melalui PPDPP pada tahun 2020 menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun DIPA 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok, untuk 102.500 unit rumah.

Tercatat per 18 Juni 2020, penyaluran FLPP tahun 2020 ini telah mencapai Rp6,87 triliun untuk 67.982 unit rumah, atau telah mencapai 66,32%. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 12 Juni 2020 mencapai Rp51,24 triliun untuk 723.584 unit rumah.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU