BTN Siapkan 30.000 Rumah Bekas dan Uji Home Power untuk Percepat Program 3 Juta Rumah

BTN memperluas strategi pembiayaan perumahan melalui Home Power, KPR Recycle, dan RumahMU. Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah tersebut dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Ilustrasi inovasi pembiayaan BTN melalui Home Power, KPR Recycle, dan berbagai skema pembiayaan perumahan untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. (Foto Ilustrasi: PropertiTerkini.com)

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan sejumlah skema pembiayaan baru untuk memperluas akses hunian masyarakat sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah pemerintah. Inovasi tersebut mencakup pembiayaan tambahan untuk melengkapi rumah, pemasaran kembali 30.000 rumah eksisting, hingga pembiayaan berbasis komunitas.

Langkah BTN mendapat apresiasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan dengan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan jajaran direksi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi BTN.

banner-promo-kulkas-sharp-borderless-tempered-glass-mirror-door-j-tech-inverter

BTN Uji Home Power di Bogor, Pembiayaan Tambahan hingga 30%

Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan BTN adalah Home Power, yakni fasilitas pembiayaan tambahan bagi konsumen yang membutuhkan dana untuk melengkapi kebutuhan rumah setelah pembangunan selesai.

Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah. Mekanismenya, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan hunian, kemudian BTN menyediakan tambahan pembiayaan hingga 30% dari plafon awal untuk kebutuhan pengisian dan perlengkapan rumah.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, skema tersebut ditujukan agar konsumen memiliki kemampuan finansial untuk melengkapi rumah tanpa harus mencari pinjaman tambahan dengan bunga lebih tinggi.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya,” kata Nixon.

KPR Recycle BTN Siapkan 30.000 Rumah untuk Dipasarkan Kembali

Selain pembiayaan rumah baru, BTN mengembangkan KPR Recycle untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah eksisting yang berpotensi kembali dipasarkan kepada masyarakat.

BTN tengah menyiapkan sekitar 30.000 unit rumah untuk masuk dalam program tersebut. Sebelum ditawarkan kepada calon pembeli, kondisi bangunan akan diperbaiki, termasuk pengecatan ulang serta perbaikan atap dan dinding.

Menurut Nixon, proses pembenahan diperlukan agar rumah yang dipasarkan kembali memenuhi kelayakan sebagai tempat tinggal.

Skema ini menjadi salah satu pendekatan pemanfaatan stok hunian yang sudah tersedia, di samping pembiayaan pembangunan rumah baru.

RumahMU dan Hunian Transit Manggarai Jadi Target Ekspansi

BTN juga memperluas pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bersama Muhammadiyah, BTN menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk memenuhi kebutuhan hunian guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah.

Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan agenda Tanwir Muhammadiyah.

Di sisi lain, BTN turut menjajaki pengembangan hunian perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik melalui proyek di kawasan Manggarai, Jakarta. Sekitar 1.500 orang telah menyampaikan peminatan untuk proyek tersebut.

Namun, pengembangan hunian itu masih menunggu penyelesaian proses perizinan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Penyaluran KPP BTN Tembus Rp7,4 Triliun

Dari sisi pembiayaan ekosistem perumahan, BTN mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) secara kumulatif sebesar Rp7,4 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply untuk mendukung sisi penyediaan hunian dan Rp2 triliun KPP Demand untuk pembiayaan dari sisi permintaan.

KPP menjadi instrumen pendukung sektor perumahan karena pembiayaan dapat menjangkau pelaku usaha maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hunian.

Sementara itu, percepatan pembiayaan FLPP masih menjadi agenda penting pemerintah. Berdasarkan data BP Tapera per 19 Oktober 2026, realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit atau 52,67% dari target 350.000 unit sepanjang tahun.

Dengan berbagai inovasi tersebut, BTN memperluas kontribusi pembiayaan dari kepemilikan rumah subsidi, pengembangan stok hunian eksisting, hingga penguatan ekosistem penyediaan rumah. Kolaborasi perbankan, pemerintah, BP Tapera, dan pengembang menjadi bagian dari upaya mengejar target Program 3 Juta Rumah.

BACA JUGA:

Dua Tahun, Program 3 Juta Rumah Baru Capai 1,79 Juta Unit, Target Perumahan Prabowo Masih Menantang

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Share This Article
Leave a Comment