PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — BP Tapera memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui sinergi bersama berbagai kementerian, lembaga, dan pelaku industri perumahan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi percepatan Program 3 Juta Rumah yang berlangsung di Gedung BPKP Pusat, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Rapat dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta dihadiri CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan sejumlah pemangku kepentingan sektor perumahan nasional.
Baca Juga: BP Tapera dan BNI Perkuat Lima Strategi Jaga Keterhunian Rumah FLPP
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dukungan juga datang dari Danantara Indonesia yang menyatakan kesiapan mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk sektor perumahan yang dinilai memiliki multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BP Tapera Dorong Penyempurnaan Skema Pembiayaan Perumahan
Usai rapat, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pemerintah masih terus menyempurnakan berbagai kebijakan pembiayaan rumah bagi MBR agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi penyesuaian harga rumah, luas bangunan, suku bunga, tenor pembiayaan, hingga pengembangan proyek-proyek yang berpotensi memperoleh dukungan melalui skema pembiayaan pemerintah.
Baca Juga: Tenor KPR FLPP 40 Tahun Disetujui, Bunga Rumah Subsidi Tetap 5 Persen
“BP Tapera siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak dan terjangkau melalui berbagai program pembiayaan yang telah berjalan,” ujar Heru.
Penyempurnaan kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran pembiayaan sekaligus menjaga keberlanjutan Program 3 Juta Rumah sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Realisasi FLPP Lampaui 80 Ribu Unit Rumah
Kinerja penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun ini.
Hingga 22 Juni 2026, BP Tapera mencatat realisasi FLPP mencapai 80.528 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp10 triliun.
Baca Juga: Pembiayaan Syariah Jadi Mesin Baru Rumah Subsidi 2026
Program tersebut didukung oleh ekosistem pembiayaan yang cukup luas, melibatkan:
- 21 asosiasi perumahan;
- 9.696 pengembang;
- 8.980 proyek perumahan;
- 36 bank penyalur.
Jaringan penyaluran tersebut telah menjangkau 35 provinsi dan 375 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Besarnya cakupan tersebut mencerminkan peran kolaboratif antara pemerintah, perbankan, asosiasi pengembang, dan pelaku industri dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Paramount Petals Mulai Serah Terima Klaster Lily, Perkuat Kepercayaan Konsumen
Seiring target pembangunan 3 juta rumah yang terus dikejar pemerintah, BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pembiayaan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh hunian yang layak, terjangkau, dan didukung sistem pembiayaan yang berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





