PropertiTerkini.com, (BALI) — Industri properti premium di Bali kembali diwarnai oleh pendekatan pengembangan yang segar. Melalui kolaborasi strategis antara Nuanu Real Estate dan UNIT. Group, kawasan mandiri Nuanu Creative City di Pantai Nyanyi, Tabanan, resmi hadirkan proyek hunian flagship bertajuk Black Sands Oasis.
Berjarak sekitar 700 meter dari bibir pantai, proyek ini dirancang untuk mendobrak kejenuhan tren arsitektur konvensional di Pulau Dewata.
Dalam pemaparannya di hadapan awak media, Pendiri dan CEO UNIT., Steven Fedos, menjelaskan bahwa gagasan di balik proyek ini berawal dari kerinduannya terhadap atmosfer Bali yang ia temui sepuluh tahun silam. Dengan memadukan kecanggihan teknologi konstruksi modern serta estetika gurun, pihaknya ingin menghadirkan ruang peristirahatan yang sarat pengalaman empiris bagi para penghuni.
“Kami ingin menciptakan tempat tinggal yang paling nyaman dan berbasis pengalaman untuk menikmati alam serta kebudayaan Pulau Bali,” ungkap Steven di kawasan Nuanu Bali, Kamis (15/10/2026).
Dia juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dikendalikan langsung secara menyeluruh—mulai dari pabrikasi rangka baja modular hingga manajemen pascapenyerahan—guna memastikan standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan Desert Modernism dan Sentuhan Inklusif
Dari sisi konsep visual, Black Sands Oasis mengadaptasi aliran Desert Modernism yang terinspirasi dari arsitektur khas Maroko.
Desain ini menggunakan palet warna bernuansa pasir, material organik, serta elemen penyaring cahaya dari terakota yang dikombinasikan dengan sistem ventilasi silang. Fasad dan tata letak ruang dirancang presisi guna menaklukkan iklim tropis yang hangat tanpa kehilangan estetika visual.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, yang turut hadir dalam sesi temu media, menyampaikan bahwa proyek ini berhasil menerjemahkan filosofi kawasan yang merangkul berbagai latar belakang audiens.
“UNIT. memperkenalkan karakter arsitektur yang khas melalui Desert Modernism, sementara Stella Solaris memperkuat hubungan antara seni dan hunian: sebuah tempat tinggal di dalam karya seni,” ujar Lev.
Lev juga menyoroti bahwa tim pengembang memberikan perhatian mendalam terhadap detail kebutuhan wisatawan Muslim, sehingga menambah keragaman ekosistem di dalam kawasan Nuanu.
Rincian Portofolio Unit dan Spesifikasi Teknis

Black Sands Oasis merangkum total 111 + 1 unit hunian eksklusif. Portofolio tersebut terdiri atas 20 unit studio (31,2 m²), 8 unit penthouse (31,2 m²), serta 83 unit vila yang mencakup variasi satu hingga empat kamar tidur dengan luasan mencapai 159,8 m², serta 1 unit hunian menara tematik.
Setiap unit dirancang dengan langit-langit setinggi enam meter untuk memaksimalkan pergerakan udara sejuk, dilengkapi kolam renang serta halaman privat.
Dari segi ketahanan bangunan, UNIT. menggunakan material panel beton anti-jamur asal Jawa serta struktur baja hasil fabrikasi mesin CNC. Seluruh rancang bangun telah dikalkulasi melalui pemodelan BIM (Building Information Modeling) agar tahan terhadap guncangan gempa hingga magnitudo 9, serta dilindungi garansi struktur hingga 25 tahun.
Head Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur, menambahkan bahwa unit-unit eksklusif ini ditawarkan dengan skema hak sewa (leasehold) selama 35 tahun yang disertai jaminan opsi perpanjangan 20 tahun.
Hunian dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp2,07 miliar untuk tipe studio hingga Rp8,4 miliar untuk vila empat kamar tidur.
Gebrakan Lelang Daring Unit Ikonik Stella Solaris Mulai Rp1
Salah satu daya tarik paling disorot dalam peluncuran ini adalah kehadiran satu unit menara seni setinggi 15 meter bernama Stella Solaris (Observatory Suite).
Berdiri di atas bangunan 4 lantai seluas 66,24 m², menara ini merangkum galeri batu privat berkonsep hujan meteor di lantai 1, ruang tamu berornamen dinding oniks di lantai 2, serta kamar tidur utama dengan panorama laut di lantai puncak.
Alih-alih menggunakan metode penjualan standar, pengembang memberlakukan skema lelang tertutup secara daring melalui laman auction.blacksandsoasis.com yang dibuka sejak 15 Oktober hingga 15 November 2026. Yang menarik, penawaran untuk mahakarya tunggal ini dimulai dari nominal awal Rp1.

Steven Fedos mengungkapkan bahwa lelang ini sengaja dirancang sebagai bentuk apresiasi seni bagi kolektor yang ingin memiliki mahakarya seumur hidup.
Sementara itu, Lev Kroll memastikan bahwa mekanisme penyaringan ketat (due diligence) tetap diberlakukan bagi para peminat.
Bagi peserta lelang yang belum berhasil memenangkan unit tersebut, pengembang telah menyiapkan insentif berupa peningkatan (upgrade) paket furnitur gratis jika mereka beralih mengambil unit vila standar.
Melalui kombinasi beragam keunggulan di atas, serta konsep kawasan mandiri yang inklusif, Black Sands Oasis digadang-gadang menjadi magnet baru bagi para investor domestik maupun mancanegara di Bali.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




