BERITA TERKAIT

Bisnis Ritel Akan Berekspansi dan Bangkit Pada Q4 2023

Berdasarkan pengamatan Colliers di beberapa mal, jumlah pengunjung terutama di masa libur panjang akhir tahun nanti, bisa saja mengalami pertumbuhan sekitar 20% - 30% dibandingkan Q3 2023.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pasca pandemi menjadi angin segar bagi bisnis ritel. Bangkitnya aktivitas di mal membuat posisi tawar pemilik properti menjadi lebih kuat dalam negosiasi, mengingat tingkat kunjungan ke mal telah kembali normal.

Di lain pihak, retailer semakin percaya diri dengan secara aktif berekspansi dan membuka toko / outlet baru yang menarik.

Baca Juga: Mall 23Semarang Mulai Dibangun, Paradise Indonesia: Jadi Ikon dan Destinasi Wisata Baru

Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia mengatakan bahwa, Colliers memproyeksikan adanya peningkatan kinerja penjualan dan jumlah pengunjung yang datang ke mal pada Q4 2023, terutama untuk mal yang menjadi destinasi dan tempat belanja favorit.

“Hal ini dipengaruhi adanya libur akhir tahun dan libur sekolah yang menjadi katalis bagi retailer untuk membuka gerai baru baik yang permanen, temporary stores, ataupun island,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Colliers di beberapa mal, kata dia, jumlah pengunjung terutama di masa libur panjang akhir tahun nanti, bisa saja mengalami pertumbuhan sekitar 20% – 30% dibandingkan Q3 2023.

“Namun estimasi ini bersifat situasional dan jumlah pengunjung ke mal diperkirakan kembali menurun usai libur akhir tahun dan libur sekolah,” lanjut Ferry.

Baca Juga: Beli Produk Brand Terkenal, Tak Harus ke Luar Negeri, Cukup ke Summarecon Villaggio Outlets

Ferry menambahkan, secara keseluruhan, proyeksi rerata kinerja pasar ritel di 2024 masih cenderung stabil. Tambahan pasok baru akan berpengaruh kepada proyeksi rerata okupansi.

“Sebagian landlord diperkirakan mulai percaya diri menaikkan harga sewa dan service charge. Namun sebagian lainnya sepertinya masih akan menahan biaya sewa untuk mendorong tingkat hunian terlebih dahulu naik ke level yang lebih sehat atau aman,” terang Ferry.

Baca Juga: SPS Group Lakukan Groundbreaking Proyek Ruko Urban Hub di Kawasan CINITY

Sejalan dengan konsep ritel yang terus berkembang, landlord pun juga melakukan peninjauan kembali terhadap tipe atau jenis penyewa guna mengoptimalkan alokasi ruang yang tersedia.

Konsep konvensional retailer besar, seperti hipermarket dan department store, secara bertahap mulai berubah dan kurang diminati.

Perubahan ini membuka peluang untuk memperkenalkan lebih banyak toko yang menjual barang khusus, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan sewa.

Selain itu, optimasi lokasi dapat dicapai dengan cara menarik penyewa yang tidak membutuhkan area besar, sehingga memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan bagi pemilik mal.

Baca Juga: Sinar Mas Land Luncurkan Delrey Business Townhouse Tahap 2 di BSD City

Meningkatnya kepercayaan diri tercermin juga pada usaha retailer untuk melakukan ekspansi, seperti beberapa merek internasional yang menunjukkan minat ekspansi di Indonesia.

Umumnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih menjadi pilihan atau destinasi utama untuk membuka toko.

Baca berita lainnya di GoogleNews

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page