Monday, September 27, 2021

Summarecon Bekasi Tetap Laris Meski Pandemi Corona

“Contohnya, minggu lalu saja kami bisa menjual 3 unit rumah ukuran terbesar dari proyek kami yang harganya masing-masing Rp7 miliar lebih. Dan ini hanya dalam 1 minggu,” Albert Luhur.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Saat ini semua aktivitas dikerjakan dari rumah, bahkan jual beli hingga launching properti pun dilakukan secara online. Mau tidak mau, pengembang properti pun harus adaptasi mengikuti tren pemasaran digital tersebut.

Summarecon Bekasi, proyek pengembangan PT Summarecon Agung Tbk adalah salah satunya yang sudah lama mengantisipasi hal ini, bahkan sejak 2015. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya followers media sosial Instagram yang mencapai lebih dari 38.600 dalam lima tahun ini.

Baca Juga: Penjualan Properti Tumbuh 11 Persen, Begini Strategi Ciputra Residence

“Banyaknya followers kami ini berdampak positif di penjualan produk Summarecon Bekasi. Bahkan saat-saat ini sales saya lagi sibuk. Tiap hari mereka mendapatkan minimum 70 konsumen untuk di-followup,” kata Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Senin (27/4/2020).

Pada tahun lalu, Summarecon Bekasi mengeluarkan biaya iklan media online untuk pemasaran produknya sebesar Rp127,3 juta. Dari pengeluaran itu, leads yang didapatkan sebanyak 10.120 dengan total terjual adalah 33 unit atau setara Rp26,8 miliar. Properti landed mendominasi, yakni leads yang didapatkan sebanyak 7.240 dengan total terjual adalah 13 unit atau setara Rp13,5 miliar.

“Ini full dari online medsos saja. Jadi kita bisa melihat bahwa kita harus punya strategi, tidak bisa hanya sekadar ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Baca Juga: Move In Quickly: Promo Properti SML, Diskon Hingga 20%

Kekuatan lain dipaparkan Albert, pihaknya juga telah menghimpun dan membentuk berbagai komunitas yang cukup aktif di media sosial. Dengan begitu, sehingga pengeluaran biaya iklan yang minim pun bisa berdampak besar terhadap penjualan propertinya.

Selain itu, website perusahaan juga harus siap dengan tampilan dan informasi yang lengkap serta mudah diakses. Tidak ketinggalan, video-video presentasi dan review produk hingga virtual reality 360 derajat. Dengan begitu, konsumen tidak harus mendatangi proyeknya.

“Contohnya, minggu lalu saja kami bisa menjual 3 unit rumah ukuran terbesar dari proyek kami yang harganya masing-masing Rp7 miliar lebih. Dan ini hanya dalam 1 minggu,” tegas Albert.

Baca Juga: Pemasaran Online Jadi Andalan DPG

Lebih dari itu, konsep yang ditawarkan juga harus yang benar-benar menjadi kebutuhan pasar saat ini. Apalagi dengan adanya WFH karena Covid-19, tentunya konsumen akan lebih respek pada hunian yang lebih nyaman, termasuk untuk bekerja.

Cek Harga : Cluster Morizen Summarecon Bekasi.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU