BERITA TERKAIT

Simulasi KPR Turun, Rumah di Bawah Rp1 Miliar Masih Jadi Incaran

Aktivitas Simulasi KPR di Rumah123 mengalami penurunan pada kuartal II 2026. Meski demikian, mayoritas pencari properti masih membidik rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar, sementara rumah subsidi menjadi kata kunci paling banyak dicari.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Aktivitas masyarakat yang memanfaatkan fitur Simulasi KPR mengalami perlambatan pada kuartal II 2026. Meski demikian, minat terhadap rumah dengan harga terjangkau masih mendominasi pencarian properti, menandakan bahwa keterjangkauan harga tetap menjadi pertimbangan utama calon pembeli rumah.

Data Rumah123 menunjukkan penggunaan fitur Simulasi KPR turun 11,6% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/QoQ). Penurunan tersebut terjadi di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini semakin selektif dalam merencanakan pembelian hunian.

Baca Juga: Tren Rent First Menguat, Minat Sewa Hunian di Indonesia Kini Lampaui Pembelian

Meski aktivitas simulasi pembiayaan melambat, mayoritas pengguna masih menghitung cicilan untuk rumah dengan harga di bawah Rp500 juta yang mencakup 35,2% dari total simulasi.

Posisi berikutnya ditempati rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 30,5%. Artinya, lebih dari enam dari sepuluh simulasi KPR masih terkonsentrasi pada segmen rumah di bawah Rp1 miliar.

Simulasi KPR Turun, Rumah di Bawah Rp1 Miliar Tetap Mendominasi

Mayoritas aktivitas Simulasi KPR masih terkonsentrasi pada rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar.

Data Rumah123 menunjukkan rumah dengan harga di bawah Rp500 juta mendominasi sebesar 35,2%, disusul rumah pada rentang Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 30,5% dari total simulasi KPR. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hunian terjangkau masih menjadi pilihan utama calon pembeli rumah.

Selain mempertimbangkan harga rumah, calon pembeli juga tetap memperhatikan skema cicilan yang sesuai dengan kemampuan finansial.

Baca Juga: Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Minat Investasi Properti IKN Belum Surut

Rumah123 mencatat tenor KPR 16–20 tahun menjadi pilihan terbanyak dengan porsi 36,9%, disusul tenor hingga 10 tahun sebesar 30,1% dan tenor 11–15 tahun sebesar 28,1%.

Data tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat masih berupaya menjaga keseimbangan antara besarnya cicilan bulanan dan jangka waktu pinjaman ketika merencanakan pembelian rumah.

Rumah Subsidi Jadi Kata Kunci Terpopuler

Perubahan preferensi konsumen juga tercermin dari pola pencarian properti di platform Rumah123. Sepanjang kuartal II 2026, kata kunci “subsidi” menjadi pencarian paling populer dengan porsi 10,02% dari total sesi pencarian pengguna.

Tingginya pencarian rumah subsidi menunjukkan bahwa faktor harga masih menjadi perhatian utama masyarakat di tengah kondisi pasar saat ini.

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Harga Rumah Sekunder Masih Naik di 11 Kota

Di sisi lain, kata kunci “cluster” menempati posisi kedua dengan porsi 6,10%, disusul “mewah”, “butuh uang”, “kavling”, “rumah kampung”, dan “KPR”. Pola tersebut memperlihatkan bahwa selain mencari hunian yang terjangkau, masyarakat juga mulai mempertimbangkan kualitas lingkungan, konsep kawasan, hingga potensi nilai investasi sebuah properti.

VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan jutaan aktivitas pengguna di platform memberikan gambaran yang dekat dengan kondisi pasar properti Indonesia saat ini.

“Rumah123 berada pada titik temu antara jutaan pencari properti dan pelaku industri. Karena itu, kami tidak hanya melihat apa yang dicari masyarakat hari ini, tetapi juga bagaimana perilaku tersebut berubah dari waktu ke waktu. Insight inilah yang ingin terus kami hadirkan sebagai referensi terpercaya bagi industri properti Indonesia,” ujar Firman.

Baca Juga: Leads Property: Hunian Dekat TOD dan Rumah Hemat Energi Bakal Jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Grafik rentang harga properti dalam simulasi KPR Rumah123
Mayoritas pengguna fitur Simulasi KPR Rumah123 pada kuartal II 2026 masih mencari rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. (Foto: Dok. Rumah123)

Menurutnya, data perilaku konsumen tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pelaku industri mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi pasar.

Alih-alih menunjukkan turunnya minat memiliki rumah, perlambatan aktivitas Simulasi KPR lebih mencerminkan bahwa calon pembeli kini cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Baca Juga: Rumah Hoek Tak Pernah Sepi Peminat, Ini Keunggulan yang Membuat Nilainya Terus Naik

Di sisi lain, tingginya minat terhadap rumah di bawah Rp1 miliar dan rumah subsidi menegaskan bahwa segmen hunian terjangkau masih menjadi motor utama permintaan di pasar properti Indonesia.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page