Banner Louis
Thursday, February 29, 2024

Rumah di Makassar Semakin Diminati, Bogor dan Yogyakarta Pimpin Kenaikan Harga di Jawa

Suplai rumah hingga Februari 2023 alami pertumbuhan sebesar 32% sejak Februari 2022. Lokasi terpopuler terkait permintaan rumah adalah Tangerang, yang mencapai 13,2 persen dari total permintaan rumah tapak di Indonesia pada bulan Februari.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Harga rumah di Makassar dan Bogor mengalami kenaikan tahunan tercepat, yaitu masing-masing sebesar 7 persen. Makassar juga tercatat mengalami kenaikan harga bulanan tercepat sebesar 4,1 persen.

Demikian Flash Report Rumah123.com bulan Maret 2023 yang juga menunjukkan bahwa harga rumah di Indonesia pada Februari 2023 mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen secara tahunan (year-on-year) sejak Februari 2022 silam.

Baca Juga: Living World Denpasar, Mal Terbesar Resmi Dibuka

“Kami melihat tren kenaikan harga rumah secara month-on-month di awal tahun 2023 masih terus berlanjut. Pada Februari 2023, kenaikan month-on-month tercatat sebesar 0,6% dan year-on-year sebesar 3,2%,” ungkap Senior Vice President Marketing 99 Group Indonesia, Bharat Buxani melalui siaran pers kepada media.

Kota Makassar terlihat semakin diminati mengingat posisinya sebagai gerbang transit dari dan menuju Indonesia Timur. Hal ini membuat Makassar menjadi pusat penting untuk transportasi dan perdagangan antara pulau-pulau di Indonesia bagian timur dan barat.

Makassar menarik minat para pembeli properti dari kota-kota sekitarnya, seperti Surabaya, Manado, Palu, Gorontalo. Umumnya para peminat properti dari kota-kota tersebut merupakan kalangan pelaku bisnis yang banyak beraktivitas atau transit di Makassar.

Baca Juga: Harga Rumah di Awal Tahun 2023 Naik, Denpasar dan Tangerang Paling Diminati

Terlebih upaya pemerintah merampungkan sejumlah proyek infrastruktur strategis di kawasan turut menjadi faktor peningkatan minat properti di Makassar.

Dua di antaranya adalah rencana pemerintah menargetkan proyek strategis nasional (PSN) Makassar New Port rampung pada pertengahan tahun 2023. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan alur distribusi logistik Indonesia.

Selain itu, terdapat rencana pembangunan jalur kereta api Sulawesi yang akan menghubungkan Makassar–Parepare dengan total panjang 142 kilometer yang diproyeksikan selesai konstruksi pada tahun 2026.

Baca Juga: Depok dan Bogor Jadi Sunrise Properti Jabodetabek

“Selain itu, minat properti terhadap Makassar juga didukung oleh pengembangan berskala kota mandiri oleh dua pengembang nasional ternama, seperti Ciputra dan Summarecon. Hal-hal tersebut semakin meningkatkan daya tarik Kota Makassar di mata para pencari properti,” kata Bharat.

Bogor dan Yogyakarta Pimpin Kenaikan Harga Tahunan di Jawa

Sejak Februari 2022 hingga Februari 2023, semua kota di Jabodetabek mencatatkan pertumbuhan harga secara tahunan, seperti Bogor (7%), Tangerang (4,1%), Depok (4,6%), Jakarta (2,8%), dan (Bekasi 2,7%).

Kenaikan harga tahunan juga terjadi di hampir semua kota besar lain di Pulau Jawa, seperti Semarang (5,4%), Yogyakarta (6%), Surabaya (1,3%), Surakarta (3,7%) dan Bandung (0,6%).

Baca Juga: Kota Deltamas Cikarang Rilis Rumah Seharga Rp500 Jutaan 

Beberapa kota besar di luar Pulau Jawa juga mengalami hal yang sama. Selain Makassar, kenaikan harga rumah tapak secara tahunan juga terjadi di Medan (5,3%) dan Denpasar (4,8%).

Dari sisi volume suplai rumah, Rumah123.com mencatat kenaikan suplai sebesar 5 persen pada bulan Februari 2023 dibandingkan Januari 2023. Sedangkan secara tahunan, volume suplai rumah mengalami pertumbuhan hingga 32% sejak Februari 2022.

Adapun lokasi terpopuler terkait permintaan rumah tapak di Indonesia masih didominasi wilayah Jabodetabek dengan minat tertinggi dipimpin Tangerang, yaitu sebesar 13,2 persen dari total permintaan pada bulan ini. Lokasi terpopuler berikutnya adalah Jakarta Barat dengan pangsa pasar sebesar 10,9 persen, diikuti Jakarta Selatan sebesar 10,3 persen.

Baca Juga: Gaet Lamudi, Dwicitra Land Pasarkan Darmawangsa Residence Bekasi Fase 2

Bharat mengatakan, konsistensi minat pencarian properti di wilayah Jabodetabek disebabkan karena posisinya sebagai wilayah metropolitan terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pusat bisnis serta perekonomian Indonesia.

“Dengan ditopang berbagai pengembangan infrastruktur aksesibilitas yang terintegrasi dan fasilitas umum yang terjangkau serta berkualitas, mendorong minat untuk memiliki properti di kawasan ini terus tumbuh positif dari waktu ke waktu,” terang Bharat.

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

ICBT - 2023
ICBT - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page