PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu tonggak prioritas nasional dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terus dipacu.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkoordinasi intensif dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna mematangkan Peta Jalan (Roadmap) Kementerian PKP Tahun 2025–2029 sekaligus menyelaraskan indikator capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah strategis ini menjadi kunci dalam mengatasi defisit hunian (backlog) nasional yang masih membayangi pasar properti Indonesia.
Sinkronisasi perencanaan antara Kementerian PKP dan Bappenas memastikan bahwa penyediaan rumah layak huni tidak sekadar berfokus pada kuantitas fisik, tetapi juga terintegrasi dengan ekosistem pembiayaan berkelanjutan, pembangunan infrastruktur dasar, serta pemerataan ekonomi daerah.
Penyelarasan Target RPJMN dan Percepatan Program 3 Juta Rumah
Dalam pertemuan bilateral di Gedung Bappenas, Jakarta (14/10/2026), Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pentingnya arahan Bappenas agar pelaporan kinerja sektor perumahan terukur secara akurat dan akuntabel sesuai parameter pembangunan nasional.
“Kami memohon arahan agar laporan dua tahun pemerintahan Presiden di bidang perumahan yang kami sampaikan sesuai dengan ukuran dan standardisasi Bappenas. Selain itu, kami menyajikan roadmap Kementerian PKP 2025–2029 sebagai pijakan kerja jangka panjang,” ujar Maruarar.
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, menambahkan bahwa target-target yang dirancang dalam roadmap Kementerian PKP telah dinilai selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Faktualnya, koordinasi ini memperkuat sinergi antarlembaga, pengembang, perbankan, hingga pemerintah daerah.
Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menggarisbawahi bahwa penajaman strategi dilakukan untuk mempercepat akselerasi Program 3 Juta Rumah.
Langkah ini krusial agar jangkauan program merata hingga ke lapisan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh pelosok Nusantara.
Realisasi Skema Pembiayaan FLPP dan Kredit Perumahan Membaik
Sebagai tulang punggung pembiayaan MBR, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Kementerian PKP per 14 Oktober 2026, akumulasi penyaluran FLPP sejak 2025 telah menyentuh angka 459.468 unit.
Tak hanya menyasar pembeli rumah pertama, penguatan pasar properti juga digerakkan melalui Kredit Program Perumahan. Hingga kuartal IV-2026, realisasi skema kredit ini menembus Rp27,37 triliun yang disalurkan kepada 114.672 debitur.
Dukungan likuiditas ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan pada rantai pasok industri properti.
Pembiayaan tersebut tak hanya membantu konsumen akhir, tetapi juga menyuntikkan modal kerja bagi pelaku UMKM sektor konstruksi, toko bahan bangunan, pengembang skala menengah-kecil, hingga kontraktor lokal.
Lonjakan Target Bedah Rumah dan Dukungan Bappenas
Di sisi perbaikan kualitas hunian swadaya, pemerintah melakukan akselerasi masif pada program Bedah Rumah (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya/BSPS).
Pada tahun 2026, target program ini dinaikkan hampir sepuluh kali lipat menjadi 400.000 unit, melompat jauh dari alokasi 2025 yang tercatat sebanyak 45.000 unit.
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ekosistem yang dibentuk Kementerian PKP. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan papan merupakan hak fundamental rakyat yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami di Bappenas mendukung penuh langkah Kementerian PKP. Indikator keberhasilannya sangat jelas, yaitu memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar berupa papan dan hunian yang layak. Capaian dari 2025 hingga Triwulan III 2026 ini menjadi fondasi kuat untuk melompat lebih tinggi pada periode 2027–2029,” kata Rachmat.
Melalui sinergi perencanaan yang solid ini, ekosistem properti nasional optimistis mampu mengejar target penyediaan rumah layak huni sekaligus menjaga kestabilan pertumbuhan industri real estat di Indonesia.
Sektor Perumahan Dapat Injeksi Likuiditas BI demi Pacu Ekonomi
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





