Iklan Youtube Properti Terkini
Sunday, April 14, 2024
Iklan Mesin Cuci Sharp

Penyelesaian 61 Bendungan Terus Dikejar untuk Ketahanan Pangan dan Air

Tambahan 61 bendungan yang selesai juga berpotensi untuk membangkitkan tenaga listrik.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan penyelesaian 61 bendungan pada 2015-2024 di berbagai wilayah Indonesia.

Penyelesaian pembangunan 61 bendungan tersebut adalah dalam rangka membangun ketahanan pangan dan ketahanan air nasional.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Sulbar Bangun Bendungan Budong-Budong

Bendungan multifungsi yang dibangun bertujuan sebagai sumber air irigasi, air baku, energi listrik terbarukan, pengendalian banjir, konservasi air, dan pengembangan pariwisata.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, mengatakan sampai saat ini Kementerian PUPR sudah menuntaskan 42 dari target 61 bendungan.

Pada tahun 2023 saja, kata dia, telah diselesaikan 6 bendungan, yakni Bendungan Cipanas (Jabar), Sepaku Semoi (Kalimantan Timur), Tiu Suntuk (NTB), Karian (Banten), Ameroro (Sulawesi Tenggara), dan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 23 Februari 2024 lalu.

“Saat ini kita sedang upayakan sekuat tenaga untuk menyelesaikan sisa 19 bendungan hingga akhir tahun 2024 atau selambat-lambatnya di awal 2025,” kata Endra.

Baca Juga: Kolaborasi Kementerian PUPR Dan PT Gudang Garam Bakal Bangun Tol Kediri–Tulungagung

Dengan penyelesaian 42 bendungan tersebut, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Adenan Rasyid, mengatakan, dapat mengairi sawah seluas 283.203 hektar atau 4 kali luas wilayah Jakarta.

“Adapun produktivitas lahan untuk padi meningkat menjadi 4-5 juta ton per tahun dan menyediakan tambahan air baku sebesar 35,6 m3 per detik yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 10 juta jiwa penduduk,” jelasnya.

Menurut Adenan, untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan, pemerintah melakukan dua strategi utama yakni meningkatkan konversi padi ke beras dan meningkatkan indeks pertanaman.

Baca Juga: Bendungan Situ Lembang Bandung Barat Selesai Direhabilitasi Kementerian PUPR

Dengan penyelesaian 61 bendungan sampai dengan tahun 2024, akan meningkatkan indeks pertanaman dari 125 persen menjadi 209 persen.

Layanan air irigasi akan meningkat dari 229 bendungan eksisting sebesar 10,6 persen (761 ribu hektar) pada tahun 2015 menjadi 18,11 persen (1,2 juta hektar sawah irigasi) pada tahun 2024.

Selain untuk ketahanan air dan pangan, Adenan mengatakan bahwa tambahan 61 bendungan yang selesai juga berpotensi untuk membangkitkan tenaga listrik (PLTA) pada 43 bendungan dengan total kapasitas 255,2 MW.

Baca Juga: Apartemen Mewah di Jaksel, Savyavasa Gelar Topping Off, Serah Terima 2025

“Antara lain Bendungan Way Sekampung (5,40 MW); Jatigede (110 MW) dan Leuwikeris (20 MW),” pungkasnya.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster
Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page