Friday, June 18, 2021

Cetak Rekor, Penjualan Apartemen ARTIS di Indonesia

Crown Group berencana akan mengembangkan hunian vertikal pertamanya di Brisbane. Crown Group menunjuk arsitek asal Jepang, Kengo Kuma dan perusahaan lokal Plus Architecture, untuk mendesain pembangunan hunian senilai Rp5 triliun yang berlokasi di 117 Victoria Street di West End.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Indonesia adalah negara pertama Crown Group meluncurkan ARTIS, apartemen mewah di Southbank, Melbourne, Australia, pada 12 Desember 2020 lalu. Luar biasanya, investor Indonesia merespon positif, dengan penjualan mencapai Rp65 miliar, per akhir 2020.

Untuk diketahui, kuota untuk pemasaran Apartemen ARTIS di Indonesia hanya sebanyak 20 unit atau sekitar 15 juta dollar Australia, yang setara sekitar Rp158 miliar.

Baca Juga: Indonesia Negara Pertama Crown Group Luncurkan Apartemen ARTIS

Setelah Indonesia, Crown Group baru akan memasarkan ARTIS di Sydney, Melbourne dan Tiongkok.

CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan, di tengah-tengah tantangan Covid-19 lockdown, namun Crown Group Indonesia mampu secara maksimal melakukan pemasaran ARTIS.

“Sangat sulit melakukan presentasi proyek kepada calon investor, sehingga harus dilakukan melalui Zoom conference. Tapi di tengah-tengah kesulitan tersebut, ternyata tim Indonesia membuat suatu rekor baru, yaitu di Desember saja, sudah bisa menjual 6,5 juta dollar Australia. Dan ini melebihi ekspektasi kami,” kata Iwan kepada media, Rabu (27/1/2021).

Iwan yakin, tren positif penjualan apartemen ARTIS tersebut akan berlanjut di Januari 2021 ini.

“Sudah ada beberapa pernyataan dari calon-calon pembeli yang tertarik untuk beli proyek di Melbourne,” kata Iwan.

Baca Juga: Fairway Place Golf Residence Segera Diluncurkan Menyusul Rebound Properti 2021

Head of Sales & Marketing Crown Indonesia, Tyas Sudaryomo menambahkan, Jakarta yang masih dalam penerapan PSBB, ketika itu, tidak menyurutkan minat para investor Indonesia untuk membeli apartemen ARTIS.

“Kegiatan tersebut tidak menyurutkan antusiasme para calon investor yang datang, baik secara fisik maupun virtual. Dan antusiasme para calon investor sungguh di luar dugaan kami sebelumnya. Meskipun unit yang kami tawarkan untuk konsumen di Indonesia sangatlah terbatas, mereka masih rela menunggu giliran,” terangnya.

Menariknya, kata dia, sebagian dari transaksi penjualan tersebut, tercipta secara online atau melalui konferensi Zoom.

“Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di kantor pusat kami di Sydney,” imbuhnya.

Baca Juga: Sasar Milenial, Triniti Land Pasarkan The Scott dengan Konsep Convertible Residence

Hal ini, menurutnya, menggambarkan kombinasi akan kebutuhan investasi di masa pandemi dan kepercayaan konsumen atas produk Crown Group.

ARTIS didesain oleh Koichi Takada Architects, yang terinspirasi oleh seni menggambar yang akhirnya memunculkan konsep desain Art in Motion yang memiliki dua menara putih melengkung yang mencolok dikelilingi oleh “pita” putih yang berliku-liku.

Desain Konsep ARTIS juga menggambarkan semangat Crown Group akan inovasi yang berkelanjutan, sebagai salah satu pengembang swasta terbesar di Australia.

Proyek baru Crown Group ini terletak di area sudut seluas 2070 meter persegi di 175 Sturt Street. Bangunan ini akan menampung 153 unit apartemen dan dengan satu, dua dan tiga kamar tidur yang mewah, serta griya tawang.

ARTIS diharapkan akan memperkaya wajah Kawasan Southbank melalui keindahan efek façade pita putihnya yang mencerminkan pergerakan Art in Motion.

Laba Meningkat

Meski pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat, namun Crown Group mencatatkan penjualan positif pada tahun buku 2020.

CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan laba dan penjualan off-the-plan tahun buku 2020.

Laporan keuangan satu tahun terakhir (2019 – 2020) termasuk empat bulan pertama pandemi dan lockdown nasional, menunjukkan terjadi kenaikan jumlah akad jual beli dan serah terima unit hingga 25% yang apabila digabungkan bernilai Rp4,6 triliun.

Pendapatan perusahaan (tahun keuangan 2019 – 2020) didapatkan dari penyelesaian proyek Waterfall by Crown Group senilai Rp3,95 triliun di Kawasan Waterloo, Sydney dengan proses serah terima yang terjadi pada saat puncak pandemi Covid-19, dapat dicatat sebagai “hasil yang sukses”.

Baca Juga: Sinar Mas Land Gelar Topping Off Tower Azure di Klaska Residence Surabaya

“Kita melihat bahwa properti di Australia selama 2020 mengalami peningkatan drastis, meskipun mengalami lockdown akibat Covid-19,” ungkap Iwan.

Beberapa faktor menyebabkan pertumbuhan properti Australia tersebut, lanjut Iwan, terutama disebabkan oleh adanya dukungan insentif dari pemerintah terhadap first home buyers, atau masyarakat yang akan memiliki rumah pertama kalinya.

Faktor berikutnya adalah bunga bank di Australia yang sangat rendah, berkisar 2% dan 3% untuk investor.

Iwan Sunito
Iwan Sunito, CEO & Founder Crown Group. (Foto: Crown Group)

Proyek Baru

Untuk proyek berikutnya, Iwan menuturkan, Crown Group berencana akan mengembangkan hunian vertikal di Brisbane.

“Kedepan, kami akan melanjutkan dengan proyek hunian vertikal pertama kami di Brisbane,” tambahnya.

Keputusan Crown Group untuk melanjutkan proyek-proyek barunya juga didasarkan pada keyakinan bahwa perlambatan dalam aktivitas konstruksi hunian akibat melemahnya pasar saat ini akan menciptakan kekurangan pasokan di masa depan.

Untuk proyek hunian di Brisbane, Crown Group telah menunjuk arsitek asal Jepang, Kengo Kuma dan perusahaan lokal Plus Architecture untuk mendesain pembangunan hunian senilai Rp5 triliun yang berlokasi di 117 Victoria Street di West End.

Baca Juga: Living World Kota Wisata Cibubur Mulai Dibangun

Kengo Kuma adalah arsitek Jepang yang sangat terkenal, yang dikenal karena menciptakan beberapa bangunan public dan hunian paling luar biasa di dunia.

Dengan kantor di Tokyo dan Paris, dia terkenal dengan penggunaan elemen cedar dan sering menggabungkan kayu dan lingkungan alam dengan struktur perkotaan kontemporer.

Beberapa karya Kuma yang paling terkenal termasuk Museum Seni Suntory di Tokyo, Rumah Tembok Bambu di Cina, kantor pusat Grup LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) di Jepang, dan Stadion Olimpiade Tokyo untuk perhelatan tahun 2020.

Revisi desain diharapkan akan diajukan ke Dewan Kota Brisbane pada pertengahan 2021 dengan rencana penjualan off-the-plan dimulai tahun depan.

“Prediksi saya adalah dalam dua hingga tiga tahun kedepan kita akan melihat permintaan besar-besaran yang tidak dapat terpenuhi karena kekurangan pasokan di area-area yang membutuhkan seperti CBD,” terang Iwan.

Baca Juga: Veranda, Hunian Mewah di Selatan Jakarta

“Dan ini berpotensi meningkatkan harga apartemen baru,” tutup Iwan Sunito.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU