PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mulai diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar memperbaiki kondisi bangunan.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengintegrasikan Program Bedah Rumah dengan fasilitasi sertifikasi rumah gratis serta dukungan pembiayaan usaha melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Integrasi tersebut disosialisasikan Menteri PKP Maruarar Sirait saat meninjau calon penerima bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).
Pendekatan ini menghubungkan peningkatan kualitas hunian dengan kepastian hukum atas kepemilikan rumah dan penguatan ekonomi keluarga.
Bedah Rumah, Sertifikasi Gratis, dan PNM Menjangkau Aspek Berbeda
Ketiga program tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Bedah Rumah ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik hunian yang tidak layak, sedangkan fasilitasi sertifikasi membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan rumah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, dukungan permodalan melalui PNM diarahkan untuk memperkuat kegiatan usaha dan kapasitas ekonomi keluarga.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendukung program pemberian satu juta sertifikat rumah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. Adapun PNM menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan usaha.
Di DKI Jakarta, sekitar 250.000 masyarakat telah diberdayakan melalui program PNM, berdasarkan keterangan dalam kunjungan tersebut.
Ketiga intervensi ini menyasar persoalan yang berbeda: kualitas fisik bangunan, kepastian hukum kepemilikan, dan kemampuan ekonomi rumah tangga. Pelaksanaannya tetap bergantung pada persyaratan masing-masing program serta koordinasi antarlembaga.
Bedah Rumah di Jakarta Barat Ditargetkan Selesai Sebelum Natal
Dalam kunjungan di Kampung Ambon, Cengkareng, Maruarar meninjau kondisi hunian tiga calon penerima bantuan, yakni Ester Yacoba Sumakul, Ronald Yeesy Teterissa, dan Saamena A.C.
Salah satu rumah yang menjadi perhatian adalah hunian Ester, perempuan berusia 60 tahun yang tinggal seorang diri di rumah seluas sekitar 50 meter persegi. Kondisinya memerlukan perbaikan pada sejumlah bagian, termasuk atap yang rapuh, lantai yang rusak, serta kebocoran saat hujan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kondisi sosial ekonomi dan kelayakan hunian menjadi pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan.
Ester termasuk kelompok desil 1 berdasarkan keterangan BPS dalam kunjungan tersebut. Kondisi rumah dan situasi ekonominya menjadi bagian dari pertimbangan penentuan calon penerima bantuan.
Pekerjaan perbaikan rumah tersebut dijadwalkan dimulai pada 10 November 2026 dan selesai pada 24 Desember 2026.
Alokasi Bedah Rumah di Jakarta Naik Menjadi 10.300 Unit
Pemerintah meningkatkan alokasi Program Bedah Rumah di DKI Jakarta menjadi 10.300 unit pada 2026, dibandingkan 158 unit pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.000 unit dialokasikan untuk kawasan perkotaan dan 300 unit untuk wilayah pesisir.
Jakarta Barat memperoleh alokasi 2.000 unit yang tersebar di delapan kecamatan dan 50 kelurahan. Sementara itu, Kecamatan Cengkareng mendapatkan alokasi 213 unit.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam pelaksanaan program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.
“Program terpadu seperti ini yang sudah dilakukan Pak Ara bersama Kementerian ATR/BPN dan PNM sangat bermanfaat untuk rakyat kecil dan kami sebagai pemerintah akan terus bekerja keras lagi untuk melaksanakan program-program terpadu ini,” ujar Tito.
Maruarar juga mengingatkan bahwa pelaksanaan bantuan harus disertai sosialisasi mengenai mekanisme dan persyaratan agar program menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Melalui integrasi Bedah Rumah, sertifikasi rumah gratis, dan dukungan PNM, pemerintah berupaya menghubungkan perbaikan kualitas hunian dengan kepastian kepemilikan serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Program Gentengisasi Plered Purwakarta Pasok 500 Ribu Genteng
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





