PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Astra Property melakukan penyesuaian konsep pada proyek hunian Ammaia Ecoforest di Cikupa, Tangerang. Langkah ini diambil seiring evaluasi terhadap kondisi pasar dan karakter konsumen di kawasan tersebut.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, mengungkapkan bahwa penyesuaian tidak hanya pada harga, tetapi juga menyentuh keseluruhan konsep pengembangan.
Baca Juga: Ammaia Ecoforest Rilis Cluster Perdana, Lavatera
“Jadi rekonsep secara keseluruhan,” tegas Wibowo di Menara Astra, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, salah satu pertimbangan utama adalah kesesuaian segmen harga dengan daya serap pasar di Cikupa dan sekitarnya.
“Kami tetap menargetkan pasar segmen atas, namun untuk masyarakat di sana tentu berbeda dengan segmen atas di kawasan seperti Pondok Indah,” ujarnya.
Sebelumnya, Astra Property melalui Astra Land Indonesia telah meluncurkan Cluster Lavatera sebagai tahap awal pengembangan Ammaia Ecoforest. Klaster ini diperkenalkan sejak 2023, tidak lama setelah groundbreaking proyek di lahan seluas sekitar 50 hektar.
Cluster Lavatera menghadirkan tiga tipe hunian dengan luas bangunan 84 meter persegi, 110 meter persegi, hingga 201 meter persegi.
Harga yang ditawarkan berada pada rentang Rp1,6 miliar hingga Rp4,4 miliar, dengan target serah terima pada kuartal IV 2025.
Baca Juga: Sektor Logistik dan Industri Jadi Andalan, Astra Property Optimis Tumbuh di 2026
Secara konsep, Lavatera mengusung green living dengan desain modern, ceiling tinggi, serta bukaan besar untuk mendukung sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Ammaia Ecoforest Pertahankan Konsep Green
Meski dilakukan penyesuaian, Astra Property memastikan konsep keberlanjutan tetap menjadi bagian utama dari pengembangan Ammaia Ecoforest.
Proyek ini bahkan telah mengantongi Sertifikasi Greenship Neighborhood peringkat Gold dari Green Building Council Indonesia (GBCI).
Kawasan ini dirancang dengan sekitar 30% ruang terbuka hijau, termasuk ecoforest seluas 5,4 hektar yang menjadi elemen utama dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat.
Selain itu, tersedia jalur pedestrian sepanjang 2,38 kilometer, sistem pengelolaan air hujan, hingga berbagai fasilitas seperti club house, retail walk, dan area rekreasi terbuka.
Baca Juga: Hunian Eropa Klasik di Serpong Mulai Rp800 Jutaan, Ini 5 Daya Tarik The Brawijaya
Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Astra Property dalam menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di setiap proyeknya.
Rekonsep Ammaia Ecoforest untuk Menjaga Relevansi Pasar
Langkah rekonsep Ammaia Ecoforest mencerminkan perubahan pendekatan pengembang dalam membaca pasar.
Jika sebelumnya konsep green living menjadi salah satu daya tarik utama, kini konsumen dinilai semakin rasional dalam mempertimbangkan keputusan pembelian.
Penyesuaian harga, desain, dan ukuran unit dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan aktual pasar tanpa meninggalkan nilai dasar proyek.

Ammaia Ecoforest sendiri dikembangkan sebagai township yang akan merangkum sekitar 2.000 hingga 2.400 unit rumah dalam beberapa tahap pengembangan.
Dengan investasi sekitar Rp6 triliun, proyek ini menjadi salah satu pengembangan strategis Astra Property di kawasan Tangerang.
Rekonsep Ammaia Ecoforest pada akhirnya bukan sekadar perubahan teknis, tetapi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara idealisme konsep dan realitas pasar.
Di satu sisi, pengembang tetap mempertahankan visi hunian berkelanjutan. Di sisi lain, penyesuaian diperlukan agar produk yang ditawarkan tetap dapat diterima oleh pasar yang dituju.
Baca Juga: HK Realtindo Fokus Garap Rumah Tapak di 3 Kota, Ini Strategi Besarnya ke Depan
Pendekatan ini menjadi gambaran bagaimana proyek properti kini tidak hanya ditentukan oleh konsep, tetapi juga oleh kemampuan membaca dinamika pasar secara lebih adaptif.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




