Thursday, July 29, 2021

2021 Properti Masih Berat, Butuh 2-3 Tahun Lagi

Saat ini minat investasi asing di Indonesia masih tumbuh. Namun, masih butuh waktu panjang sehingga tidak secara cepat dapat memengaruhi pertumbuhan properti di Tanah Air.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Beberapa pengembang menyatakan optimismenya bahwa properti di Indonesia akan bangkit bahkan booming di kuartal III atau semester II tahun 2021 ini.

Pernyataan tersebut didasari beberapa indikator kuat, menurut mereka. Antara lain, money flow yang cukup besar, namun tidak tersalurkan.

Baca Juga: PSBB Lagi, Properti Ambruk Lagi, Colliers: Waktu Tepat Investasi

Selanjutnya adalah siklus properti yang sebenarnya sudah terjadi namun terhalang pandemi Covid-19.

Indikator lainnya adalah adanya kebijakan suku bunga acuan BI pada Desember 2020 yang konsisten berada di level 3,75 persen.

Hal inilah yang dinilai akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di sektor properti.

Ferry SalantoSenior Associate Director Colliers International Indonesia tidak yakin, properti bakal bangkit dalam tahun ini. Setidaknya masih butuh waktu 1-3 tahun mendatang.

“Tahun lalu kami masih ada keyakinan bahwa properti akan mulai bergerak di pertengahan tahun 2021, tetapi saat ini kita memang harus lebih realistis. Kondisi sekarang masih cukup berat,” kata Ferry dalam media briefing Colliers, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: Indonesia Negara Pertama Crown Group Luncurkan Apartemen ARTIS

Ekonomi menjadi faktor utama, lanjut Ferry, jika ekonomi tidak tumbuh, maka tidak akan berdampak pada pertumbuhan properti.

Tahun ini, nampaknya ekonomi Indonesia belum pulih pada tren positif untuk dapat menggairahkan sektor properti.

“Selain faktor ekonomi banyaknya stok yang ada juga memengaruhi. Terutama di sektor perkantoran, untuk mencapai equilibrium masih butuh waktu lagi,” katanya.

Namun, dengan kembali beraktivitasnya masyarakat akan menjadi salah satu faktor pendorong, meski tidak berarti akan langsung mendorong tumbuhnya properti.

“Tetapi sekali lagi akan sulit memprediksi bahwa properti akan tumbuh di tahun ini. Paling realistis mungkin kita bisa lihat properti ini bisa kembali mulai bergairah di tahun 2022 ke atas,” katanya.

Baca Juga: 400 Peminat Mengincar 352 unit Rumah di Adhi City Sentul

Monica Koesnovagril, Head of Advisory Services, Colliers International Indonesia menambahkan, saat ini, minat investasi asing di Indonesia masih tumbuh. Namun, masih butuh waktu panjang sehingga tidak secara cepat dapat memengaruhi pertumbuhan properti di Tanah Air.

“Jadi memang perlu waktu sekitar 2-3 tahun. Sehingga kami prediksi properti Indonesia benar-benar akan pulih masih sekitar 2-3 tahun mendatang, namun akan secara bertahap,” katanya.

Terkait tren segmen penjualan properti, Ferry dan Monica sependapat bahwa pasar dengan segmen harga mulai Rp500 juta hingga Rp2 miliar masih akan mendominasi penjualan di sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Condovilla Paul & Prive Batam Mulai Dibangun, Harga Mulai Rp400 Jutaan

“Pasar properti terbesar saat ini memang dengan segmen harga tersebut, terutama bagi konsumen langsung, bukan investor. Mereka adalah karyawan baru, para profesional dan keluarga muda yang butuh rumah,” terang Monica.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU