Banner Louis
Thursday, February 29, 2024

Tren Properti di Kota Makassar: Alasan Banyak Orang Jakarta dan Medan Beli Properti di Makassar

Selain Makassar, kota yang mengalami pertumbuhan harga rumah adalah Bogor (8,3 persen) dan Surakarta (7,9 persen).

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Menarik mengulas soal tren properti di Kota Makassar. Beberapa wilayah di Kota Anging Mammiri tersebut bahkan mengalami kenaikan lebih dari 10 persen.

Flash Report Rumah123.com bulan Juni 2023 mengungkapkan bahwa Kota Makassar kembali memimpin dengan kenaikan harga tahunan mencapai 10,2 persen, setelah sebelumnya mengalami kenaikan harga tahunan tertinggi di antara 13 kota besar lainnya sampai 7 persen pada Februari silam.

Baca Juga: 31 Altitude, Sky Lounge Apartemen 31 Sudirman Suites Diresmikan, Tertinggi di Kota Makassar

Secara keseluruhan, temuan Rumah123.com juga menunjukkan bahwa harga rumah di Indonesia secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 3,9 persen pada Mei 2023 sejak Mei 2022 lalu.

Business Improvement General Manager 99 Group Indonesia, Shafirra Shikka Larasati, mengatakan, jika berkaca pada data sepanjang tahun 2022, sebagian besar pembeli potensial properti di Makassar didominasi generasi muda berusia 25 hingga 44 tahun (76,5 persen).

“Segmen usia ini berada dalam usia produktif, tetapi sudah mencapai stabilitas keuangan dan memiliki daya beli untuk membeli properti dibandingkan dengan rentang usia yang lebih muda, yakni 18 hingga 24 tahun,” katanya.

Baca Juga: Rumah di Makassar Semakin Diminati, Bogor dan Yogyakarta Pimpin Kenaikan Harga di Jawa

Tren Properti di Kota Makassar dari Jenis Properti

Adapun jenis properti yang diminati adalah rumah tapak (69,5 persen), rumah toko atau ruko (14,6 persen) dan tanah kosong (6,2 persen).

Rumah tapak dengan rentang harga di bawah Rp400 juta masih menjadi yang paling diminati oleh masyarakat (41,4 persen). Diikuti oleh rumah dengan rentang harga Rp400 juta-1 miliar sebesar 37,2 persen dan rentang harga Rp1-3 miliar yang mencapai 14 persen.

Sedangkan kawasan yang paling diminati adalah Kecamatan Tamalate (23,2 persen), Kecamatan Makassar (17,9 persen), Kecamatan Rappocini (14,4 persen), Kecamatan Biringkanaya (13,3 persen) dan Panakkukang (10,4 persen).

Baca Juga: Tren Harga Rumah di Area Joglosemar Naik Hingga 7 Persen, Ini Penyebabnya

Sejumlah wilayah seperti Rappocini dan Panakukkang yang terletak di pusat Kota Makassar, merupakan lokasi pengembangan properti komersial dan fasilitas publik seperti hotel, pusat perbelanjaan, universitas, dan pusat pemerintahan provinsi.

Pasar rumah tapak di Makassar menarik minat pembeli dari berbagai kota. Menurut data 99 Group sepanjang tahun 2022, sebagian besar peminat berasal dari wilayah Makassar sendiri sebesar 59,9 persen.

Namun demikian, terdapat peminat yang berasal dari kota lain, seperti Jakarta (8,5 persen), Medan (4,1 persen), Palu (2,8 persen), dan Surabaya (2,4 persen).

Baca Juga: Garap Potensi Besar di Indonesia, Perusahaan Jepang sanwacompany Resmikan Showroom di Jakarta

Ada dua alasan utama yang mempengaruhi tingginya permintaan di Kota Makassar, yaitu posisinya sebagai salah satu pusat kota dengan fasilitas komersial dan publik yang lengkap, serta terletak di dalam atau dekat dengan pengembangan proyek properti yang dilakukan sejumlah pengembang terkemuka.

Di sisi lain, Laras menambahkan, pengembangan tiga proyek infrastruktur, seperti rencana pembangunan Tol Mamminasata, penyelesaian Makassar New Port dan jalur kereta api Makassar-Parepare berpotensi meningkatkan geliat perekonomian kawasan, juga berdampak pada minat properti di kota ini.

Baca Juga: Garap Dua Proyek Baru, Metland Optimis Properti Semakin Moncer

“Makassar adalah kota yang menjanjikan bagi para peminat properti. Dalam beberapa tahun mendatang, kota ini akan mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dan semakin potensial untuk investasi properti,” ujar Laras.

Tren Properti Selain di Kota Makassar

Selain Makassar, kota yang mengalami pertumbuhan harga rumah adalah Bogor (8,3 persen) dan Surakarta (7,9 persen).

Di kawasan Jabodetabek, selain Bogor, kenaikan harga tahunan terjadi di Tangerang (5,3 persen), Depok (5 persen), Bekasi (4,9 persen) dan Jakarta (2,6 persen).

Sedangkan di luar Jabodetabek, dua kota yang mengalami kenaikan harga tahunan selain Surakarta adalah Surabaya (4,4 persen) dan Semarang (4 persen).

Baca Juga: Grup Ciputra Hadirkan CitraLake Villa, Rumah Mewah Mulai Rp11 Miliaran

Di luar Pulau Jawa, Medan dan Denpasar juga turut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,8 persen dan 3 persen.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

RHVAC - 2023
ICBT - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page