Banner Louis
Thursday, May 23, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Tingkat Permintaan Positif di Awal 2024, JLL: Kondominium Masih Wait-and-See

Meskipun pasar kondominium belum sepenuhnya pulih, sektor perumahan, baik kondominium maupun rumah tapak, tetap menjadi sektor yang diminati secara konsisten.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Sektor properti Jakarta memperlihatkan tingkat permintaan yang positif, terutama pada pusat perbelanjaan dan perkantoran. Menurut JLL, penjualan kondominium masih terbatas.

Terkait perkembangan sektor perkantoran Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia menjelaskan, pada awal tahun 2024 telah diamati sebagai kelanjutan dari apa yang terjadi pada semester akhir tahun 2023.

Baca Juga: Pameran Megabuild dan Keramika Indonesia 2024 Resmi Dibuka: Industri Keramik Targetkan Masuk 5 Besar Dunia

“Dimana tingkat hunian di kawasan CBD berada pada angka stabil sebesar 70%, sedangkan kawasan Non-CBD berada pada angka 71%,” katanya.

Senada, Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia, mengatakan bahwa gambaran besar sektor perkantoran masih menunjukkan tren yang berlanjut dari tahun 2023, sebagai tahun awal pemulihan setelah era pandemi.

“Pada triwulan pertama tahun 2024 ini, kami mengamati aktivitas pencarian ruang perkantoran tetap aktif di Kawasan CBD untuk gedung-gedung yang lebih baru dan dengan kualitas yang lebih baik,” katanya.

Menurut dia, beberapa gedung dengan tingkat okupansi mencapai 90%, yang jauh di atas 70% sebagai rata-rata terkini, sudah mulai menahan harga sewa mereka pada tingkat tertentu.

Baca Juga: Resmikan Kantor Cabang Linktown Bandung, Revenue Ditarget Rp3,1 Triliun

“Namun dalam menghadapi strategi penghematan biaya yang diadopsi oleh banyak perusahaan dan permintaan yang relatif terbatas, pemilik gedung perkantoran tetap berupaya mempertahankan posisi kompetitif di pasar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sebut Angela, gedung-gedung yang masih fokus untuk meningkatkan tingkat hunian yang relatif masih rendah.

“Kami melihat harga sewa masih mengalami tekanan meskipun memiliki kualitas yang lebih baik, serta telah mendapatkan sertifikasi bangunan hijau,” katanya.

Yunus juga berpendapat bahwa terdapat tren pasar yang berlanjut dimana tenant beralih ke gedung yang lebih baru.

“Juga disertai dengan peningkatan kualitas, namun dengan kuantitas permintaan yang masih terbatas,” terangnya.

Baca Juga: The Hudson Tahap 2 di Manhattan District Paramount Gading Serpong Diluncurkan, Harga Mulai Rp2,7 Miliaran

3 Sektor Aktif Ekspansi di Pusat Perbelanjaan

Untuk bisnis pusat perbelanjaan, Yunus Karim menjelaskan, harga sewa pusat perbelanjaan masih mengalami pertumbuhan sehat pada triwulan pertama 2024.

“Sektor makanan dan minuman, fast fashion, dan kecantikan tetap aktif dalam melakukan ekspansi di pusat perbelanjaan di Jakarta,” katanya.

Selain itu, peritel mancanegara juga terlihat masih aktif membuka gerai di beberapa pusat perbelanjaan.

“Adanya peningkatan permintaan mengakibatkan tingkat hunian sedikit meningkat menjadi 89%, tanpa adanya pasokan baru di triwulan pertama,” jelas Yunus.

JLL: Kondominium Masih Wait-and-See

Kondisi pasar kondominium masih mirip dengan kondisi di triwulan-triwulan sebelumnya yaitu penjualan masih terbatas.

Baca Juga: Pasar Apartemen di Jakarta: Masih Ada Harapan Positif di 2024

Yunus mengatakan, proyek-proyek yang sudah dapat dihuni dalam waktu dekat atau dalam tahap penyelesaian menjadi pendorong utama aktivitas pasar kondominium.

“Sebagian besar pembeli masih menerapkan sikap wait-and-see mengingat tahun ini merupakan tahun politik bagi Indonesia,” sebut Yunus.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia menambahkan, pada triwulan pertama 2024 ini, belum terlihat peningkatan aktivitas yang signifikan pada pasar kondominium.

“Pemilihan umum presiden yang berlangsung pada Februari 2024 menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi sentimen pembeli,” katanya.

Meskipun demikian, menurut Vivin, ada potensi peningkatan aktivitas pasar di paruh kedua tahun 2024, namun hal ini masih belum dapat dipastikan bergantung pada kesiapan pengembang dan peningkatan sentimen pasar.

Baca Juga: Sukses di Rumah Subsidi, Arrayan Group Mulai Pasarkan Ruko dan Runita di Boulevard Villa Kencana Cikarang

Meskipun pasar kondominium belum sepenuhnya pulih, lanjutnya, sektor perumahan, baik kondominium maupun rumah tapak, tetap menjadi sektor yang diminati secara konsisten oleh pengembang dan investor, yang tertarik oleh demografi yang menguntungkan dan potensi ekonomi Indonesia.

“Hal ini terbukti dari adanya rencana beberapa pengembang untuk meluncurkan proyek kondominium baru sepanjang tahun ini,” ungkap Vivin.

Hotel

Adapun di sekot perhotelan, Julien Naouri, Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group menyebutkan bahwa, kinerja hotel di Jakarta dan Bali membaik seiring dengan meningkatnya angka okupansi.

“Ini seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan, sehingga mendukung berlanjutnya sentimen positif bagi investor,” terangnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Harga Hunian di Bogor dan Denpasar Paling Konsisten Pada Kuartal I 2024
The Okura Residences & Hotel Okura Jakarta - perhotelan
The Okura Residences & Hotel Okura berada di lokasi strategis, kawasan CBD Jakarta./ dok. BSP

Pergudangan

Farazia Basarah, Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia mengatakan, dengan hanya satu penyelesaian proyek baru di Cikarang membuat total pasokan pergudangan modern di Jabodetabek masih relatif stabil di angka 2,7 juta meter persegi.

Baca Juga: Rusun ASN di Kabupaten Semarang Dipercepat Pembangunannya, Progres 21,46 Persen

“Pasokan ini disertai dengan tingkat hunian yang terpantau terus sehat sejak pandemi sehingga tetap berada di angka 90% untuk triwulan pertama tahun 2024,” katanya.

Farazia memperkirakan akan semakin ketat hingga 2025 terutama untuk area Cikarang dengan total penambahan sekitar 200 ribu meter persegi.

“Perekonomian Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2024 sebesar 5,11% dengan tingkat investasi asing yang menunjukkan tren positif di angka 13,6 miliar dolar yang sebagian besar didorong oleh sektor manufaktur,” jelas Farazia.

Pada bagian akhir dia mengungkapkan bahwa, selain di Jakarta, minat investor terhadap Indonesia, juga tumbuh di kota lainnya.

Baca Juga: Sekolah Islam Al Azhar Summarecon IKN Mulai Dibangun Akhir Mei 2024, Komitmen Summarecon Dukung Program Pemerintah

“Seperti di Nusantara dan sekitarnya yang mulai meningkat didukung oleh pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas di dalam negeri,” tutup Farazia.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Paramount 7 Maret 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page