Thursday, February 22, 2024

Fokus Garap Pasar Menengah Atas Hingga Premium, Sinar Mas Land Ogah Bangun Rumah MBR?

Saat ini, harga tanah di kawasan BSD City, Tangerang, sudah di kisaran Rp12-13 juta/meter persegi. Oleh karena itu, pembangunan rumah murah atau rumah subsidi, sudah tidak memungkinkan.

PropertiTerkini.com, (BSD CITY) — Melanjutkan tren pada tahun sebelumnya, generasi milenial diprediksi akan tetap menjadi pasar terbesar industri properti hingga tahun 2045. Termasuk gen Z yang juga terus bertumbuh.

Dwi Novita Yeni, Head of Research & Business Intelligence Sinar Mas Land mengatakan, nanti di tahun 2040, gen Z mulai masuk, lantaran junior gen Z yang berusia 27-28 tahun, akan juga memiliki daya beli.

Baca Juga: Optimis Industri Properti Tumbuh, BSDE Yakin Marketing Sales 2024 Tembus Double Digit

“Sehingga kita harus bersiap untuk pasar terbesar, dimana sejak saat ini dan ke depannya gen Z akan semakin besar. Dan di tahun 2045, diperkirakan market milenial sebesar 23% dan gen Z-nya sudah mencapai 40%,” ungkap Novita dalam acara Property Outlook 2024 yang bertajuk, “Potensi dan Strategi untuk Mencapai Kestabilan Pertumbuhan Properti di Tahun 2024”, yang digelar di Marketing Office BSD City, Tangerang, Kamis (1/2/2024).

Selain itu, peningkatan jumlah Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) atau kerap disebut crazy rich di Indonesia dan wellness industry juga turut berpengaruh terhadap tren pertumbuhan industri properti di Indonesia. (selengkapnya, baca di sini)

Novi melanjutkan, secara preferensi, para milenial lebih mementingkan kualitas, sementara gen Z lebih ke connect to people, karena mereka memang sangat connect, terutama online.

Baca Juga: Komitmen Serah Terima Tepat Waktu, Tower C Apartemen Emerald Kini Tawarkan Kemudahan Bagi Milenial

“Selain itu para milenial juga lebih menyukai ruangan yang bisa digunakan untuk aktivitas banyak hal. Sedangkan gen Z, mereka lebih menyukai ruangan yang terpisah antara work dan life space,” terang Novi.

Garap Pasar Menengah-Atas, Hingga High-end

Menjawab kebutuhan masyarakat di tahun 2024 ini, Sinar Mas Land juga terus melakukan inovasi, menyediakan properti yang dibutuhkan pasar saat ini.

Sinar Mas Land memperkirakan harga unit properti kelas menengah dan menengah atas masih menjadi favorit calon pembeli properti baik untuk residensial maupun komersial.

Oleh karena itu, pengembang akan terus fokus menggarap segmen menengah-atas, hingga premium, melalui proyek-proyeknya yang kini tersebar di 9 lokasi di Indonesia.

Baca Juga: Umumkan Kerja Sama, Pinhome dan Ruma.id Bangun Hunian Terjangkau Bagi Milenial dan Gen Z

Perusahaan berencana akan meluncurkan produk-produk baru dengan kisaran harga mulai dari Rp1 miliar hingga Rp30 miliar per unit untuk rumah tapak.

Juga akan terus menghadirkan produk komersial, termasuk ruko, apartemen/kondominium dan kavling lahan komersial, termasuk yang dijual kepada perusahaan joint venture.

Secara portofolio, setidaknya Sinar Mas Land memiliki 23 proyek yang tengah dikembangkan. Proyek properti tersebut tersebar di 9 lokasi di Indonesia, seperti Medan berupa office, dan beberapa proyek tersebar kawasan Jabodetabek.

Kemudian ada proyek pusat perbelanjaan (mal) di Kota Semarang, proyek apartemen di Surabaya, serta perumahan di Balikpapan. Sedangkan di Makassar, Manado dan Palembang berupa lahan.

“Kami masih melihat potensi di tahun mendatang. Sebagian besar aset kami berada di Jabodetabek, sehingga kami akan tetap fokus di sini,” ungkap Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, (BSDE), Hermawan Wijaya.

Baca Juga: EASTVARA Mall BSD City Tutup Atap, Mulai Beroperasi Kuartal II 2024

Proyek-proyek tersebut meliputi pengembangan hunian (apartemen dan rumah tapak), office, hotel, pusat perbelanjaan, area rekreasi, hingga merambah bisnis terbaru adalah pengembangan jalan tol, yakni Tol Serpong-Balaraja (Tol Serbaraja), sepanjang 39 km.

“Saat ini kami sudah operasikan sepanjang 5 km dengan pintu tol di Aeon Mall BSD City, kemungkinan besar Juni atau Juni 2024 ini, kami akan kembali buka sepanjang 5 km lagi, sampai daerah Legok,” jelasnya.

Di kawasan Legok pun, Sinar Mas Land tengah kembangkan Hiera, kawasan hunian seluas 108 hektare, proyek joint venture dengan Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.

Untuk diketahui, BSD City, sebagai proyek terbesar Sinar Mas Land dengan luas mencapai 6.000 hektar, kini dalam pengembangan fase ke-3. Sisa lahan yang belum dikembangkan seluas sekitar 2.100 hektar.

Dengan harga lahan yang sudah berkisar Rp12-13 juta per meter persegi, perusahaan akan fokus menyasar pasar menengah atas hingga premium, dengan range harga hunian berkisar mulai Rp1 miliaran.

Baca Juga: Sukses Terjual, Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Terravia Adora Tahap Dua, “Adora Primes”

Kawasan Nava Park BSD City, yang merupakan proyek kerja sama dengan Hongkong Land, masih memang kendali harga rumah tertinggi di kawasan BSD City.

Dipasarkan pada tahap awal dengan harga mulai Rp4 miliaran, beberapa tahun lalu, terakhir rumah di Cluster Lyndon sudah berkisar Rp30 miliaran.

“Kemungkinan besar klaster berikutnya juga harganya akan naik lagi,” ungkap Hermawan.

Sementara klaster perdana di Hiera, yakni Welton dijual mulai Rp2,8,-6 miliaran per unit, bahkan sekarang ini sudah mulai dari Rp4,1 miliar.

Menyusul sukses Nava Park yang berhasil memasarkan hunian super mewah, Sinar Mas Land sendiri juga memasarkan kawasan residensial high-end di BSD City, yakni Enchanté Résidence dengan harga mulai Rp10-30 miliaran.

“proyek ini kami kembangkan sendiri, tanpa bekerja sama dengan pengembang lain,” tegas Hermawan.

Baca Juga: Sinar Mas Land Rilis Hunian Milenial di Banjar Wijaya, Kota Tangerang
sinar mas land Property Outlook 2024
Hermawan Wijaya, Direktur PT BSDE (kanan), Dwi Novita Yeni, Head of Research & Business Intelligence Sinar Mas Land (tengah), dan Anton Sitorus, Pengamat Properti (kiri), dalam acara Property Outlook 2024 bertajuk, “Potensi dan Strategi untuk Mencapai Kestabilan Pertumbuhan Properti di Tahun 2024”, yang digelar di Marketing Office BSD City, Kamis (1/2/2024). (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Selain hunian, BSD City juga terus dilengkapi dengan beragam fasilitas, mulai dari pendidikan, gaya hidup, rekreasi, dan lainnya. Bahkan, saat ini BSD sudah menjadi salah satu pusat pengembangan industri kreatif dan teknologi kekinian.

“BSD juga dilihat sebagai salah satu sub-urban dengan post-suburban atau pengembang lainnya di sekitarnya yang melihat BSD City sebagai pusat. Sehingga mereka menjual produknya dengan ‘memakai’ nama dan fasilitas di sini,” tambah Hermawan.

Bagaimana Nasib Rumah Bagi MBR?

Hermawan Wijaya, mengatakan, sejatinya perusahaan memasarkan produk properti dengan range harga mulai Rp500 jutaan untuk apartemen.

Bahkan, kata dia, rumah tapak dengan harga di bawah Rp1 miliaran pun ada di beberapa proyek yang kembangkan. “Untuk di Jabodetabek, seperti di Kota Wisata Cibubur dan Grand Wisata Bekasi, ada yang harganya di bawah Rp1 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga: BP Tapera Gandeng 31 Bank, Salurkan Pembiayaan Rumah Subsidi di 2024

Namun demikian, sebut Hermawan, harga tersebut akan terus mengalami kenaikan, apalagi ditunjang konektivitas yang semakin lancar.

“Makanya, saran saya, seperti di Cibubur, kalau mau beli sekarang ini, kalau tol-nya semakin lancar dan sudah tersambung semua, harganya semakin naik lagi,” tegasnya.

Terkait peluang mengembangkan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan redah (MBR), atau rumah subsidi, untuk saat ini sudah tidak memungkinkan bagi Sinar Mas Land membangunnya di proyek-proyek yang sedang berjalan.

Hal ini lantaran harga tanah yang sudah terlampau mahal, sehingga sudah tidak masuk dalam hitungan bisnis untuk rumah murah.

Baca Juga: Masuki 2024, Ini Harapan Pengembang Perumahan Murah Bagi MBR

Di kawasan BSD City, Tangerang, misalnya, saat ini, harga tanah sudah di kisaran Rp12-13 juta/meter persegi.

kementerian pupr salurkan rumah FLPP
Rumah MBR Program FLPP. (Foto: Dok. PUPR)

“Jadi kalau mau bangun rumah subsidi, sudah tidak memungkinkan. Tentunya kita juga menghitung secara bisnis, apakah kita bisa masuk ke rumah subsidi? Saya rasanya belum bisa masuk ke sana, karena lahan yang kita bebaskan itu juga sudah tinggi,” ungkap Hermawan.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi Sinar Mas Land untuk membangun rumah murah bagi MBR, jika ada dukungan dari pemerintah.

Baca Juga: Embung Wanakaya Indramayu Jamin Distribusi dan Kontinuitas Ketersediaan Air

“Kalau ada satu lokasi, dan pemerintah menyubsidi dan sebagainya, mungkin kita pertimbangan untuk bangun rumah subsidi,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di GoogleNews
- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster
RHVAC - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page