BERITA TERKAIT

Rumah123 dan IPW Kembali Gelar The People’s Choice 2026, Libatkan 400 Ribu Pemilih

Keputusan membeli rumah kini semakin dipengaruhi faktor kepercayaan terhadap brand, kualitas produk, hingga ekosistem hunian yang ditawarkan. Melalui The People’s Choice 2026, preferensi konsumen Indonesia diterjemahkan menjadi referensi baru bagi industri properti nasional.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — The People’s Choice 2026 kembali hadir sebagai salah satu penghargaan properti berbasis suara konsumen terbesar di Indonesia.

Digelar oleh Rumah123 bersama Indonesia Property Watch (IPW), ajang ini tidak hanya memberikan apresiasi kepada pelaku industri, tetapi juga memotret arah kepercayaan konsumen terhadap berbagai brand yang terlibat dalam ekosistem properti nasional.

Baca Juga: Pasar Perumahan Jabodebek-Banten Q1 2026 Turun 14,2%, Bekasi Melonjak 18,1%

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, penghargaan ini mengusung tema “The Blueprint of Trust”, sebuah refleksi mengenai bagaimana masyarakat menentukan pilihan terhadap pengembang, produk material bangunan, institusi keuangan, hingga layanan pendukung hunian masa depan.

Di tengah pasar yang semakin kompetitif, faktor harga dan lokasi tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan. Konsumen mulai memperhatikan kualitas hidup, efisiensi jangka panjang, keberlanjutan, serta reputasi brand yang mampu memberikan rasa aman dan nilai tambah.

Mengukur Preferensi Pasar Lewat Suara Konsumen

Berbeda dengan penghargaan industri yang mengandalkan panel juri tertutup, The People’s Choice 2026 dibangun melalui pendekatan berbasis insight konsumen.

Metodologi yang digunakan mencakup tiga tahap utama, yakni Focus Group Discussion (FGD), survei material bangunan di 12 kota besar, dan public voting yang menargetkan lebih dari 400.000 pemilih dari berbagai segmen masyarakat.

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Harga Rumah Sekunder Masih Naik di 11 Kota

Pendekatan tersebut memberikan gambaran yang lebih dekat terhadap realitas pasar. Bukan sekadar menilai popularitas, tetapi juga mengukur tingkat relevansi dan kepercayaan yang berhasil dibangun sebuah brand di mata konsumen.

Seluruh nominator terlebih dahulu melalui proses kurasi berdasarkan eksistensi industri, performa pasar, serta keterkaitannya dengan kebutuhan konsumen saat ini sebelum akhirnya dipilih oleh publik.

Industri Properti Bergerak ke Arah Consumer-Driven Market

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu alasan utama penghargaan ini semakin relevan.

Generasi muda kini mulai mendominasi pasar pembeli rumah pertama. Di saat yang sama, kebutuhan terhadap hunian yang terintegrasi dengan teknologi, efisien secara energi, dan memiliki akses terhadap infrastruktur masa depan semakin meningkat.

Baca Juga: Aset Lelang BSI di Rumah123 Tawarkan Efisiensi Harga Hingga 79,6%, Solusi Jitu Dapat Hunian Murah

Kategori penghargaan pun tidak hanya berfokus pada proyek residensial dan pengembang, tetapi juga mencakup material bangunan, home appliances, institusi perbankan, hingga merek SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Perluasan kategori tersebut mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap rumah. Hunian kini diposisikan sebagai bagian dari ekosistem kehidupan jangka panjang yang melibatkan berbagai elemen pendukung.

Dukungan KPR dan Infrastruktur EV Mempengaruhi Pilihan Hunian

Sejumlah data menunjukkan tren tersebut. Bank Indonesia mencatat sekitar 69,87 persen pembelian rumah primer masih mengandalkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sementara itu, pemerintah mengalokasikan subsidi perumahan sebesar Rp37,1 triliun pada 2026 dan melanjutkan berbagai stimulus sektor properti, termasuk insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk kategori hunian tertentu.

Baca Juga: Investor Perempuan Dominasi 52 Persen, Saat Inflasi 4,76% Picu Properti Undervalued

Di sisi lain, perkembangan kendaraan listrik mulai menjadi faktor baru dalam pertimbangan membeli properti.

Data Kementerian ESDM menunjukkan jumlah SPKLU roda empat telah mencapai 4.892 unit per April 2026 dan ditargetkan melampaui 62.000 unit pada 2030.

Ketersediaan fasilitas pendukung kendaraan listrik, smart home ecosystem, serta efisiensi ruang menjadi bagian dari checklist konsumen saat memilih hunian baru.

Menjadi Kompas Pasar bagi Konsumen dan Industri

Pasar properti Indonesia saat ini bergerak menuju era yang semakin dipengaruhi preferensi konsumen.

VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, menilai mengatakan bahwa, industri properti hari ini bergerak menuju era consumer-driven market.

“Konsumen semakin kritis, semakin informed, dan semakin selektif dalam menentukan brand yang mereka percaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ali Tranghanda menilai penghargaan berbasis konsumen dapat menjadi instrumen penting untuk membaca arah pasar properti nasional.

Baca Juga: Properti Tangerang Salip Jakarta Selatan, 14,8% Pencarian Terkonsentrasi di Koridor Barat

Menurutnya, kepercayaan publik saat ini dibangun melalui pengalaman nyata konsumen, sehingga penghargaan yang lahir dari suara masyarakat memiliki nilai strategis sebagai indikator kualitas dan relevansi sebuah brand.

Public voting The People’s Choice 2026 telah dibuka hingga 30 Juni 2026. Hasil pemungutan suara diharapkan dapat menjadi referensi bagi konsumen sekaligus benchmark bagi pelaku industri dalam memahami persepsi pasar yang terus berkembang.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page