PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Teknologi MPTree mulai diuji coba oleh PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) sebagai alternatif ruang hijau di kawasan properti padat. Inovasi berbasis mikroalga ini dikembangkan untuk menjawab tantangan klasik kota besar, yakni kebutuhan lingkungan sehat di tengah keterbatasan lahan.
Uji coba prototipe tersebut dilakukan di pabrik Beton Merah Putih, Jatiasih, Bekasi. Lingkungan ini dipilih bukan tanpa alasan—aktivitas tinggi dan kondisi operasional nyata dianggap mampu memberikan gambaran performa teknologi secara lebih akurat.
Baca Juga: Semen Merah Putih Buka Kartu Strategi Hadapi Tekanan Industri di INTERCEM ASIA 2026
Alih-alih mengandalkan pohon konvensional, MPTree menggunakan sistem photobioreactor. Mikroalga di dalamnya menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui proses fotosintesis yang berlangsung dalam ruang tertutup dan terkontrol.
Pendekatannya terlihat sederhana. Tapi konteksnya kompleks—terutama di kawasan properti yang ruang hijaunya sering menjadi variabel paling sulit dipenuhi.
Teknologi ini juga kerap dijuluki sebagai “pohon cair” karena kemampuannya berfungsi sebagai penyerap CO₂ dan polutan udara secara efisien, khususnya pada lokasi yang tidak memungkinkan penambahan ruang terbuka hijau secara konvensional.
Dalam pengujian awal, kapasitas penyerapan karbon MPTree disebut telah mencapai setara sekitar 8 pohon. Target berikutnya diarahkan hingga setara 16 pohon, dengan proses validasi data yang masih berjalan.
Angka ini menjadi relevan ketika dikaitkan dengan kebutuhan ruang terbuka hijau di kawasan hunian maupun komersial. Tidak semua proyek memiliki fleksibilitas lahan untuk menanam pohon dalam jumlah besar.
Di titik ini, MPTree mencoba masuk sebagai alternatif.
“Komitmen keberlanjutan dibuktikan melalui langkah nyata yang dapat diuji dan diukur. MPTree menjadi bagian dari pengembangan solusi rendah karbon berbasis sains,” ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih.
Pengembangan MPTree dilakukan bersama AlgaePark Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi mikroalga.
Direktur Utama PT Algaepark Indonesia Mandiri, Muhammad Zusron, menilai mikroalga memiliki efisiensi fotosintesis yang tinggi secara alami.
“Melalui sistem photobioreactor, proses penyerapan CO₂ dapat dikontrol dan dioptimalkan secara presisi. Ini membuka peluang penerapan di berbagai lingkungan,” jelasnya.
Saat ini, pengujian masih difokuskan pada pengumpulan data. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan kemungkinan implementasi dalam skala lebih luas, termasuk di kawasan perkotaan dan properti.
Desain Ringkas, Teknologi MPTree Beroperasi 24 Jam
Dari sisi desain, MPTree tidak membutuhkan ruang besar. Dimensinya sekitar 1,30 meter x 1,90 meter dengan tinggi 2,40 meter. Struktur ini dirancang modular, sehingga relatif mudah dipasang di berbagai area, termasuk kawasan dengan aktivitas tinggi.
Baca Juga: MP TREE-Pohon Cair Mikroalga: Inovasi Semen Merah Putih Serap Karbon Dioksida 50 Kali Lebih Efektif
Material yang digunakan juga mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan. Struktur baja menopang sistem, sementara bagian reaktor dilindungi kaca laminated tempered berlapis 8 + 8 millimeter untuk menjaga stabilitas sekaligus keamanan operasional.

Dengan volume air efektif sekitar 300 liter—setara 80% dari kapasitas reaktor—MPTree memungkinkan proses fotosintesis mikroalga berlangsung lebih stabil dan terkontrol dalam sistem tertutup.
Dengan pendekatan ini, penempatan unit tidak mengganggu fungsi ruang utama—ini yang membuatnya mulai relevan untuk kawasan properti padat.
Teknologi MPTree dirancang untuk beroperasi sepanjang hari. Sistem energinya menggabungkan panel surya dan jaringan listrik, memastikan unit tetap aktif selama 24 jam.
Di sisi lain, teknologi Internet of Things (IoT) digunakan untuk memantau kondisi secara real-time. Parameter seperti kadar CO₂, oksigen, suhu, hingga pH mikroalga menjadi bagian dari sistem kontrol.
Baca Juga: 7 Cara Menata Rumah Berantakan Tanpa Renovasi
Pendekatan ini membuat proses penyerapan karbon tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur.
“Ke depan, pengembangan MPTree akan difokuskan pada peningkatan kinerja dan peluang implementasi di kawasan urban yang lebih luas,” tutup Nyiayu.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




