Youtube Channel PT
Thursday, May 23, 2024

Menuju Top of Mind Brand Properti, Paradise Indonesia Gencar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Negara

Paradise Indonesia telah mempekerjakan ribuan karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun di proyek-proyek yang sudah dan sedang dikembangkan. Ini adalah salah satu bentuk kontribusi pengembang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Jelang akhir Oktober 2023 lalu, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), yang sebelumnya dikenal dengan INPP atau The Paradise Group, resmi mengenalkan logo serta nama barunya, yakni Paradise Indonesia.

Peresmian nama baru ini, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan yang akan terus menghadirkan produk-produk properti berkualitas, serta nyaman, bahkan menjadi “surga” bagi pemilik maupun tamu atau pengunjung yang datang.

Baca Juga: Begini Dampak Pemilu 2024 Terhadap Sektor Properti

Perubahan nama dan logo baru perusahaan ini, bukan hanya untuk menjawab tuntutan zaman industri properti yang terus berkembang dan berubah, namun juga seiring dengan proses transisi, transformasi dan evolusi yang sedang terjadi dalam perusahaan.

Masa evolusi ditandai dengan ekspansi bisnis perusahaan yang semula 100 persen hotel yang kemudian merambah pusat perbelanjaan hingga kini masuk ke property sales (hunian).

“Ini adalah evolusi bisnis mengikuti tuntutan zaman juga perkembangannya,” kata Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia.

Sementara untuk proses transisi, termasuk proses regenerasi dari para founder kepada second generation. Proses ini dikatakan Anthony, berjalan sangat terberkati.

“Proses transisi ini dimulai saat saya mengambil alih sekitar tahun 2020, menjadi CEO. Besar harapan saya, apapun yang sudah dicanangkan dan diimpikan oleh para founder kami tidak akan mengecewakan,” katanya.

Sedangkan proses transformasi yang dahulu dimulai dari Harris Hotel dan lebih fokus ke hospitality, tetapi sekarang sudah lebih luas. Dulu, sebut Anthony, Harris Hotel 100 persen dari omzet INPP, tetapi sekarang kira-kira hanya 18 persen saja.

Baca Juga: Pengaruh dan Peluang Kenaikan Suku Bunga Terhadap Sektor Properti di 2024

Kata dia, transformasi yang dilakukan adalah mindset, karena di awal-awal, model bisnis INPP adalah b to b to c. INPP hanya membangun gedung untuk kemudian dikelola oleh brand lain, seperti Harris, Hyatt, dan lainnya, dimana mereka yang berhubungan langsung dengan customer. Sementara INPP sendiri tidak dikenal.

“Maka dari itu, kami mulai transformasi, dimulai sekitar 2017 saat kami membangun property development yang berbau residensial dan lainnya, dimana INPP sendiri yang langsung menyentuh konsumen. Jadi di situlah kami membuat suatu identitas, dimana INPP sendiri yang menjadi top of mind,” jelas Anthony.

Adanya perubahan identitas baru ini, juga penting adanya agar sesuai dan searah dengan visi dan misi baru, serta prioritas-prioritas baru perusahaan untuk membuat Paradise Indonesia menjadi a new emerging top of mind brand di sektor properti Indonesia.

“Tetapi itu bukan satu-satunya hal yang akan kami lakukan. Kami juga sangat senang untuk mengenalkan agenda kami selama 1 tahun mendatang, dibalut dengan kampanye bertajuk building tomorrow yang akan menjadi fokus utama kami ke depan,” terang Anthony.

Kampanye tersebut juga merupakan wujud komitmen Paradise Indonesia dalam berkontribusi secara positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Indonesian Paradise Property (INPP) Resmikan Logo dan Nama Baru, “Paradise Indonesia”

Building tomorrow juga akan menjadi pijakan perusahaan dalam menjalankan berbagai inisiatif yang terkait keberlanjutan, pendidikan, juga pemberdayaan masyarakat.

Lima Nilai Utama

Adapun melalui identitas baru, Paradise Indonesia mengusung lima nilai utama, yaitu Entrepreneurship, Passionate, Integrity, Creative, dan Collaborative. Ini merupakan bentuk komitmen Paradise Indonesia untuk meningkatkan kualitas ruang agar individu dan komunitas dapat saling terkoneksi.

Desain modern merupakan bentuk interpretasi komitmen Paradise Indonesia untuk terus bergerak maju dalam pertumbuhan perusahaan secara internal dan eksternal.

Evolusi visual ini juga mewujudkan komitmen Paradise Indonesia untuk meningkatkan kualitas ruang yang mampu menyajikan pengalaman luar biasa untuk mengantarkan era baru yang saling terkoneksi antara individu dan komunitas.

Dari lima nilai utama di atas, juga tertera sebanyak 23 butir yang menjadi acuan Paradise Indonesia ke depan.

Baca Juga: Apartemen Antasari Place Tutup Atap, Komitmen PDS Baru Rampungkan Proyek Mangkrak

“Maka dengan nama ‘Paradise23’ ini, lebih kepada ekspresi dari proses internal. Bagaimana caranya dengan visi, misi dan values yang sama, tetapi harus dijabarkan melalui butir-butir dari values tersebut,” ungkap Anthony.

Sahid Kuta Lifestyle Resort
Sahid Kuta Lifestyle Resort, sukses menjadi destinasi gaya hidup di Bali. (Dok. Paradise Indonesia)

25 Unit Bisnis untuk Membangun Indonesia

Untuk diketahui, hingga saat ini, Paradise Indonesia telah sukses mengembangkan destinasi gaya hidup dan properti ikonik yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Setidaknya ada 25 unit bisnis yang dikembangkan Paradise Indonesia hingga berusia 21 tahun, saat ini. Properti ke-25 tersebut yakni 23Semarang di Kota Semarang yang juga menjadi kota ke-8.

Proyek pusat perbelanjaan dan gaya hidup modern kekinian itu telah diresmikan melalui seremoni ground breaking yang dilakukan pada pada pertengahan Oktober lalu.

Baca Juga: Lewat Program MBKM, Mahasiswa Ikut Proses Bangun Rumah Layak Huni

Dan luar biasanya, beberapa proyek properti yang dikembangkan Paradise Indonesia justru proyek lanjutan alias ambil alih (take over) dari pengembang terdahulu yang bermasalah, atau kerap disebut proyek ‘mangkrak’.

Proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa kota, baik di Jakarta, Batam, juga di Makassar. Dengan komitmen penuh, pengembang berhasil merampungkan dan memenuhi janjinya, baik terhadap konsumen lama, maupun konsumen baru (baca lengkapnya di sini).

Sementara beberapa properti lainnya yang sudah menjadi flagship, diantaranya adalah Sheraton Bali Kuta Resort, Beachwalk Shopping Center Bali, 23Paskal Shopping Center Bandung, Beachwalk Residence Bali, Apartemen One Residence Batam, dan HARRIS Suites fX Sudirman yang masing-masing berada di lokasi paling strategis.

Proyek-proyek tersebut melengkapi portofolio sebelumnya di bawah operasional Plaza Indonesia yang sudah top-of-mind mengusung konsep gaya hidup, yaitu Grand Hyatt Jakarta, Plaza Indonesia, Keraton at the Plaza Jakarta, hingga Mall fX Sudirman.

Baca Juga: Paradise Serpong City 2 Rilis Cluster EcoArdence, Hunian Asri di Tengah Fasilitas Kelas Internasional

Kini, selama 21 tahun, Paradise Indonesia telah menjadi salah satu pelopor di industri properti di Indonesia. Produk-produknya terkenal ikonik dan top of mind.

Namun lebih dari itu, dengan komitmen yang tinggi, pengembang juga telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Sebagaimana diketahui, bahwa industri properti merupakan salah satu leading sector dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, terlihat dari realisasi investasi industri properti yang menduduki peringkat ke-4 terbesar, menyumbang sebesar Rp109,4 triliun.

Penelitian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang dirilis belum lama ini juga mengungkapkan bahwa sektor properti, real estat dan konstruksi telah berkontribusi senilai Rp2.349 – Rp2.865 triliun per tahun atau setara dengan 14,63 persen hingga 16,30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor properti tercatat memiliki keterkaitan dengan 185 sektor industri lain.

Kepala Kelompok Kajian Ilmu Regional dan Kebijakan LPEM FEB UI, Uka Wikarya, mengatakan properti menjadi sektor yang strategis terhadap perekonomian nasional. Namun, peran pentingnya belum mendapatkan perhatian optimal karena keterbatasan assesmen.

Baca Juga: Farpoint Hadirkan Maestria Residences, Rumah Dua Musim, Terinspirasi Nilai Budaya Indonesia

“Posisi strategis 3 sektor itu bisa ditunjukkan dengan angka kontribusi terhadap PDB nasional selama periode demikian tidak pernah kurang dari 12 persen. Bahkan, di masa Covid-19 pun sektor ini tidak mengurangi kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” kata Uka.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, juga menyatakan bahwa kontribusi sektor properti terhadap PDB Indonesia sebesar 14-16% setiap tahunnya, yang diikuti dengan spillover effect kepada 183 sektor lainnya dari sisi output, pendapatan, serta dampak lainnya terhadap pembangunan di Indonesia.

“Sektor properti juga menciptakan pekerjaan bagi 13,8 juta orang atau sekitar 10,2 persen dari total tenaga kerja di Indonesia,” jelasnya.

Senada diungkapkan Anthony. Pertumbuhan sektor properti dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ini mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai properti, dan penggerak aktivitas ekonomi terkait lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: SELMA Hadirkan Solusi Isi Rumah untuk Kumpul Seru Akhir Tahun

Menurut dia, majunya industri properti menunjukkan majunya suatu kota. Tidak hanya tentang hunian, namun adanya mall dan hotel menunjukkan bahwa kota tersebut memiliki kebutuhan dan daya tarik yang tinggi untuk destinasi wisata maupun untuk tujuan bisnis.

“Hal ini juga mendorong investor untuk berani berinvestasi di kota tersebut,” lanjut Anthony.

Demikian halnya dalam bidang hospitality yang menjadi salah satu fokus garapan Paradise Indonesia. Anthony menyebut, hospitality adalah dasar Paradise Indonesia dalam menjalankan suatu bisnis.

“Berkenaan langsung dengan konsumen menjadikan kami selalu termotivasi memberikan layanan prima dan terbaik bagi konsumen kami,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, sektor hospitality juga memiliki peran penting dalam ekonomi, terutama dalam menarik pariwisata dan meningkatkan pengalaman konsumen.

Baca Juga: Menata Dekorasi Ruang Tamu Menjadi Lebih Nyaman dengan Produk Lokal

Tower pertama Apartemen Antasari Place
Tower pertama Apartemen Antasari Place di Jakarta Selatan. (Foto: Dok. PDS)

“Investasi dalam properti hospitality dapat memberikan kontribusi besar terhadap industri pariwisata dan perekonomian secara keseluruhan,” tegasnya.

Baca Juga: Komitmen Serah Terima Tepat Waktu, Tower C Apartemen Emerald Kini Tawarkan Kemudahan Bagi Milenial

Melihat tingginya peran industri properti termasuk hospitality terhadap ekonomi negara, Paradise Indonesia berharap agar ke depannya, pemerintah dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Termasuk diantaranya penyederhanaan regulasi properti, insentif pajak, dan dukungan kebijakan lainnya yang dapat memfasilitasi pertumbuhan sektor properti dan hospitality.

“Hal ini tentu saja akan memberikan kemudahan bagi kami dalam menjalankan
pembangunan maupun menjalankan properti-properti kami yang sudah jadi,” ungkap Anthony.

Sebagai informasi, saat ini, Paradise Indonesia telah mempekerjakan ribuan karyawan, baik yang bekerja di kantor maupun di proyek-proyek yang sudah dan sedang dikembangkan.

Sebanyak 921 karyawan bekerja di kantor-kantor Paradise Indonesia yang tersebar di 6 kota. Ini belum termasuk sekitar 750 orang yang bekerja di proyek residensial yang sedang dibangun, kemudian sekitar 110 karyawan yang bekerja di mall, serta sekitar 300 karyawan di hotel.

Baca Juga: Apartemen TwoSenopati Sabet Penghargaan Bergengsi di Ajang PropertyGuru Asia Property Awards 2023

Sementara dari proyek-proyek yang sudah rampung, Paradise Indonesia juga turut berkontribusi dengan mempekerjakan sekitar 550 karyawan di hotel, sekitar 245 karyawan yang bekerja di mall, serta 44 karyawan di proyek residensial.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Paramount 7 Maret 2023
RHVAC - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page