Sunday, September 26, 2021
Pasang Iklan disini ....

Lima Rusun di Yogyakarta Siap Dihuni

Dengan selesainya lima rusun ini diharapkan meningkatkan ketersediaan hunian yang layak huni. Dimana saja rusun yang dibangun di Yogyakarta?

PropertiTerkini.com, (YOGYAKARTA) — Sepanjang tahun 2020-2021 di Provinsi Yogyakarta Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan lima rumah susun (rusun). Dari lima rusun ini, empat di antaranya merupakan rusun untuk lembaga pendidikan, yakni Rusun Asrama Mahasiswa PIAT Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum, Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah, dan Rusun Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sedangkan satu rusun lainnya yang dibangun merupakan Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Rumah Susun Asrama Mahasiswa PIAT UGM dibangun sebanyak satu tower yang terdiri atas 43 Unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 hingga April 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp14,4 miliar. Rusun ini ditujukan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi mahasiswa dan peneliti PIAT UGM.

Baca Juga: Rusun Pasar Rumput Jadi Alternatif Tempat Isolasi Mandiri Covid-19

Selanjutnya terdapat Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum yang dibangun dengan tipe barak santri sebanyak satu tower terdiri atas delapan unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya sejak September 2020 hingga Maret 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp7,95 miliar. Rusun ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal atau hunian bagi santri pondok pesantren sehingga memudahkan mereka dalam mengikuti proses belajar.

Rusun lainnya yang selesai dibangun di Yogyakarta adalah Rusun Pondok Pesantren Mualimin Muhammadiyah sebanyak 1Tower yang terdiri atas 86 unit. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Mei 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp22,83 miliar.

Rusun lembaga pendidikan yang juga sudah selesai dibangun di Yogyakarta adalah rusun Asrama Mahasiswa UNY sebanyak satu tower terdiri atas 43 Unit. Pembangunan fisiknya dimulai sejak Februari 2020 dan selesai pada Maret 2021 dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp15.79 miliar.

Baca Juga: Kementerian PUPR Rampung Bangun 656 Unit Sarhunta di Labuan Bajo

Terakhir, rusun yang juga telah selesai dibangun adalah Rumah Susun ASN BBWS Serayu Opak sebanyak  satu tower terdiri atas 68 Unit yang ditujukan untuk para ASN yang bertugas dari luar daerah dan belum memiliki tempat tinggal. Pekerjaan pembangunan fisiknya dimulai sejak September 2020 dan selesai pada Juli 2021dengan biaya APBN TA 2020 sebesar Rp52.86 miliar. Setiap unit rusun dilengkapi dengan furnitur berupa tempat tidur utama, tempat tidur susun, sofa, lemari, meja dan kursi. Pada rusun juga terdapat sarana seperti ruang serbaguna, ruang pengelola dan mushola.

Menurut Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, pembangunan rusun merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Dengan dibangunnya rusun diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman.

Baca Juga: Catat, Hingga Mei 2021 Program Sejuta Rumah Tembus 312.290 Unit

Pembangunan rusun di samping untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Diharapkan dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas ASN dalam bekerja. Pada TA 2020, telah selesai dibangun 823 unit rusun dan dilanjutkan pada TA 2021 sebanyak 9.799 unit.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU