Sunday, September 25, 2022

Kementerian PUPR Salurkan Program BSPS di Papua Tengah

Setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp40 juta. Rinciannya adalah Rp35 juta untuk pembelian material bahan bangunan dan biaya upah tukang senilai Rp5 juta.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (DEIYAI) — Pemerintah melalui Kementerian PUPR menyalurkan program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp2,4 miliar untuk masyarakat di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

BSPS atau bedah rumah yang disalurkan untuk 60 unit rumah tersebut juga dalam upaya pemerintah membantu penanganan kemiskinan ekstrem (PKE) masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kementerian PUPR Minta Data Valid Penerima Huntap Tahap 2 di Sulteng

“Program PKE melalui Program BSPS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jika rumah masyarakat sudah layak huni maka mereka bisa tinggal dengan aman, nyaman dan sehat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Kamis (11/8/2022) lalu.

Pemerintah, imbuhnya, terus mendorong percepatan penurunan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan menjadi 0 persen pada 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia saat ini mencapai 4 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau 10,86 juta jiwa.

“Program BSPS ini merupakan program bantuan untuk menggerakkan dan meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pemenuhan rumah layak huni dan lingkungannya,” terangnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Serahterimakan 300 Unit Huntap di Adonara

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Faisal Soedarno mengatakan, pihaknya melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Papua telah mengalokasikan anggaran senilai Rp2,4 miliar untuk 60 rumah masyarakat di Kabupaten Deiyai.

“Bantuan ini sangat berguna bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni dan juga mendorong program padat karya tunai sehingga mampu memberikan penghasilan juga bagi para pekerja yang mengerjakan rumah-rumah tersebut,” katanya.

Program padat karya ini dinilai penting guna mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 dan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah khususnya masyarakat yang membutuhkan sehingga rumahnya menjadi layak huni, lebih sehat dan lebih nyaman.

Baca Juga: Rumah Subsidi Makin Nyaman Dengan Program PSU

“Dalam penyaluran Program BSPS ini setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp40 juta. Rinciannya adalah Rp35 juta untuk pembelian material bahan bangunan dan biaya upah tukang senilai Rp5 juta,” terangnya.

Salah satu penerima bantuan Program BSPS untuk penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Deiyai adalah keluarga Yoel Doo yang tinggal di Kampung Amago, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai. Dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah sehingga rumah beliau menjadi lebih layak huni.

“Program BSPS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menumbuhkan lagi semangat gotong royong, dan saling membantu agar sama-sama menikmati bantuan yang telah diberikan oleh Kementerian PUPR,” katanya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU