Monday, September 27, 2021
Pasang Iklan disini ....

Jalan Tol Serpong-Balaraja Dikebut, Begini Progresnya

Total nilai investasi pembangunan tol tersebut yakni sebesar Rp6,04 triliun, sementara biaya konstruksi sekitar Rp2,70 triliun.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja sepanjang 39,80 kilometer yang menghubungkan wilayah Barat Jakarta, tepatnya dari Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang.

Tol ini merupakan sambungan dari ruas Tol Ulujami-Serpong yang dirancang untuk mempersingkat waktu tempuh dari Serpong (BSD) menuju Jakarta dan Merak.

Baca Juga: “Booming Properti” di Kota Podomoro Tenjo, Ini 4 Faktornya!

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran Jalan Tol Serpong-Balaraja, selain meningkatkan konektivitas menuju wilayah Jakarta juga menjadi akses menuju Merak dan Lampung karena terhubung dengan Balaraja yang menjadi akses masuk ke Tol Tangerang–Merak.

“Dengan meningkatnya konektivitas, kawasan industri yang terkonsentrasi di Tangerang hingga Serang dan Cilegon dapat terlayani kebutuhan logistiknya,” kata Basuki.

Selain itu, jalan Tol Serpong-Balaraja juga akan mendukung pengembangan wilayah di sisi Barat Jakarta, salah satunya Kota Baru Maja bahkan hingga Lebak.

Jalan tol Serpong-Balaraja direncanakan memiliki 8 Simpang Susun (SS) yang bisa menjadi akses baru dari Serpong hingga Balaraja yakni SS CBD, SS Industri, SS Legok, SS Mekar Jaya, SS Pasir Barat, SS Jambe, SS Cileles, dan SS Tigaraksa.

Baca Juga: Hunian TOD di Tangerang Semakin Diminati, Ini Alasannya

Tol Serpong-Balaraja terdiri atas 3 seksi, yakni seksi I (BSD–Legok) sejauh 11,3 kilometer, seksi II (Legok–Tigaraksa Selatan) 10,7 kilometer, dan seksi III (Tigaraksa Selatan–Balaraja) 17,8 kilometer.

Total nilai investasi pembangunan tol tersebut yakni sebesar Rp6,04 triliun, sementara biaya konstruksi sekitar Rp2,70 triliun.

Skema pembiayaan pembangunan tol ini merupakan salah satu contoh jalan tol yang diinisiasi oleh pihak swasta untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan jaringan jalan bebas hambatan.

Saat ini telah dimulai pembangunan oleh kontraktor PT Trans Bumi Serbaraja untuk Seksi 1A sepanjang 5,2 kilometer yang terdiri dari 3 paket pekerjaan dengan target selesai September 2021.

Baca Juga: Hingga Akhir Agustus, 648 Kilometer Jalan Tol di Pulau Sumatera Sudah Beroperasi

Tercatat hingga akhir September 2020, progres konstruksi paket 2 sepanjang 0,95 kilometer mencapai 37%, sisanya paket 1 (2,30 kilometer) dan paket 3 (1,90 kilometer) dalam tahap penyelesaian pembebasan lahan.

jalan tol serpong-balaraja
Jalan Tol Serpong-Balaraja. (dok. PUPR)

Jembatan Layang Balaraja Timur

Selain melanjutkan pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Banten, Ditjen Bina Marga juga tengah melaksanakan pembangunan jembatan layang (overpass) Balaraja Timur.

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas jalan di wilayah tersebut karena sering mengalami kemacetan lalu lintas oleh kendaraan logistik bermuatan berat. Overpass dibangun melintas di atas Jalan Tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 36+200.

Menteri Basuki mengatakan konektivitas antar wilayah perlu ditingkatkan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Dua Ruas Tol Secara Virtual

Overpass Balaraja Timur merupakan duplikasi dari overpass eksisting. Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT Cahaya Tunggal Abadi dengan anggaran sebesar Rp27,5 miliar melalui skema kontrak tahun jamak 2020-2021.

Overpass Balaraja Timur memiliki panjang 55 meter dengan jalan pendekat 345 meter didesain menggunakan fondasi tiang pancang baja dengan bangunan atas balok U girder dan konstruksi jembatan 2 abutment serta 2 pilar. Saat ini konstruksi telah mencapai 34,27% dan diharapkan rampung pada April 2021.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU