PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pertumbuhan investasi di sektor data center, manufaktur, dan otomasi industri mendorong kebutuhan akan proses engineering yang semakin cepat dan efisien. Dalam proyek-proyek berskala besar, lamanya proses modifikasi komponen sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal instalasi hingga operasional fasilitas.
Menjawab kebutuhan tersebut, Rittal Indonesia meresmikan Rittal Modification Center (ModCenter) di Jakarta, fasilitas modifikasi enclosure pertama perusahaan di Indonesia. Kehadiran pusat engineering ini diharapkan dapat memangkas waktu pengerjaan proyek sekaligus memperkuat ekosistem industri nasional yang tengah bergerak menuju digitalisasi.
Baca Juga: Investasi Properti Asia Pasifik Menguat, Data Center dan Kantor Jadi Incaran
Rittal menginvestasikan sekitar EUR400 ribu untuk pembangunan dan operasional ModCenter. Investasi tersebut mencakup teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi platform digital engineering EPLAN, hingga pelatihan dan sertifikasi tenaga engineering lokal.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda Making Indonesia 4.0 yang mendorong penerapan otomasi industri, Industrial Internet of Things (IIoT), serta digital engineering pada berbagai sektor manufaktur.
Engineering Lokal Pangkas Waktu Proyek
Sebelum fasilitas ini beroperasi, pelanggan di Indonesia umumnya harus mengirim enclosure ke fasilitas Rittal di Singapura atau India untuk proses modifikasi. Selain membutuhkan waktu lebih lama, proses tersebut juga menambah biaya logistik dan koordinasi proyek lintas negara.
Kini seluruh proses tersebut dapat dilakukan di Jakarta dengan standar kualitas yang sama seperti fasilitas Rittal di berbagai negara.
Baca Juga: Harga Lahan Industri 2026 Diprediksi Naik, Kini Tembus USD 177 per m² di Greater Jakarta
Menurut Ajay Bhargava, Executive Vice President ASEAN Region Rittal, Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan di Asia Tenggara.
“Kehadiran kami melalui Rittal Modification Center di Indonesia mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia serta komitmen untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal,” ujar Ajay.
Ia menilai pertumbuhan manufaktur, digitalisasi industri, energi terbarukan, serta pembangunan infrastruktur di kawasan ASEAN akan terus meningkatkan kebutuhan terhadap solusi engineering yang lebih cepat dan terintegrasi.
Teknologi Digital Engineering untuk Data Center dan Industri
ModCenter mengandalkan teknologi Perforex MT, mesin machining otomatis berbasis komputer yang mampu melakukan pemotongan, pengeboran, tapping, hingga pelubangan enclosure secara presisi.
Baca Juga: Menuju 2030, Investasi Data Center Global Tembus USD 3 Triliun, Indonesia Kian Dilirik Investor
Sistem tersebut telah terintegrasi dengan EPLAN, platform digital engineering yang memungkinkan data desain langsung diteruskan ke proses produksi tanpa perpindahan data secara manual. Alur kerja digital ini membantu mempercepat proses engineering sekaligus mengurangi potensi kesalahan selama produksi.
Secara global, teknologi Perforex mampu mempercepat proses machining hingga delapan kali lebih cepat untuk material baja dan 20 kali lebih cepat untuk material stainless steel dibanding metode konvensional.
Di Indonesia, proses modifikasi enclosure yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit.
Berdasarkan studi internal Rittal, integrasi digital engineering dan manufaktur otomatis juga berpotensi meningkatkan efisiensi proses hingga 74 persen dibanding metode konvensional pada kondisi tertentu. Sementara implementasi proyek dapat berlangsung 70–80 persen lebih cepat, waktu instalasi lapangan berkurang 50–60 persen, dan pekerjaan di lokasi proyek dapat ditekan sekitar 40–50 persen.
Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Tembus Rekor US$47 Miliar
Mendukung Pertumbuhan Data Center dan Smart Manufacturing
Kebutuhan terhadap solusi engineering yang lebih cepat semakin terasa seiring pesatnya pembangunan data center, pabrik berbasis otomasi, hingga fasilitas energi di Indonesia. Pada proyek-proyek tersebut, kecepatan fabrikasi panel, akurasi engineering, dan efisiensi instalasi menjadi faktor penting agar target operasional dapat tercapai sesuai jadwal.
Managing Director Rittal Indonesia, Rahul Yadav, mengatakan keberadaan ModCenter memberikan keuntungan berupa waktu pengerjaan yang lebih singkat sekaligus koordinasi proyek yang lebih sederhana.
“Dengan hadirnya Modification Center di Indonesia, pelanggan tidak hanya memperoleh akses terhadap standar kualitas global, tetapi juga mendapatkan lead time yang lebih singkat, koordinasi proyek yang lebih efisien, serta proses instalasi yang lebih sederhana,” katanya.
Fasilitas di Jakarta ini menjadi bagian dari jaringan Rittal Modification Center yang telah beroperasi di lebih dari 15 lokasi di dunia. Operasionalnya didukung tenaga engineer lokal dengan dukungan teknis dari tim regional Asia Tenggara dan kantor pusat Rittal di Jerman untuk memastikan standar engineering tetap konsisten.
Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta Masih Berpihak ke Penyewa, Ruang Kosong Tembus 3 Juta Meter Persegi
Sekilas Tentang Rittal
Didirikan pada 1961 di Jerman, Rittal merupakan penyedia solusi global di bidang enclosure systems, automation, dan infrastructure untuk berbagai sektor, mulai dari manufaktur, energi, teknologi informasi (IT), hingga data center.
Perusahaan ini berada di bawah naungan Friedhelm Loh Group, grup industri keluarga yang memiliki 13 fasilitas produksi, 94 anak perusahaan internasional, serta mempekerjakan lebih dari 12.900 karyawan di seluruh dunia.
Selain menyediakan solusi perangkat keras, Rittal juga mengembangkan ekosistem digital engineering melalui EPLAN dan berbagai solusi otomasi manufaktur untuk mendukung transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





