Monday, September 20, 2021

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Siap Diresmikan

Setelah diresmikan, jalan tol layang terpanjang ini baru akan dioperasikan untuk umum 2-3 hari berikutnya. Selama masa liburan Natal dan Tahun Baru tarif tol digratiskan, sementara kendaraan juga dibatasi, hanya golongan I dan II dengan kecepatan maksimal 80 km/jam.

PropertiTerkini.com, [JAKARTA] – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimujono memastikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) sepanjang 36,4 kilometer akan siap diresmikan. Jalan tol ini juga sekaligus dibuka pengoperasiannya guna mendukung Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Dikatakan Menteri Basuki, tahapan konstruksi seluruhnya sudah selesai dan dinyatakan aman dilalui kendaraan. Serangkaian uji beban serta pengujian langsung telah dilakukan dengan melintasi jalan tol tersebut.

Baca Juga: Tol Layang Japek II Siap Dilintasi Saat Natal 2019

“Untuk konstruksi dipastikan aman karena sudah dilakukan uji beban. Tinggal menghaluskan bagian sambungan jembatan (expansion joint) untuk menambah kenyamanan. Tadi kita sudah coba 80 km/jam masih cukup nyaman, itu kecepatan maksimum di jalan tol ini,” kata Menteri Basuki usai meninjau kesiapan Jalan Tol Layang Japek.

“InsyaAllah bisa selesai sebelum diresmikan, karena ada 20 tim yang siap bekerja. Sehingga kalau Bapak Presiden ingin meresmikan tanggal 12 Desember 2019 sudah siap,” sambungnya.

Dikatakan Menteri Basuki, usai diresmikan Presiden Joko Widodo nanti, jalan tol tersebut rencananya baru akan dibuka untuk umum sekitar 2-3 hari kemudian setelah dilakukan pembersihan dan memastikan kelengkapan rambu jalan.

“Diusahakan lebih cepat lebih baik, tapi sebelum tanggal 20 Desember 2019 dipastikan sudah bisa dipakai untuk umum tanpa tarif hingga masa Libur Natal dan Tahun Baru 2020,” ujarnya.

Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Bakal Rampung, Properti di Karawang Barat Makin Prospektif

Menurut Menteri Basuki, Jalan Tol Layang Japek dibangun dengan banyak tantangan karena merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia.

“Lalu lintas (traffic) padat 200 ribu per hari, sehingga membutuhkan kehati-hatian tinggi. Waktu pengerjaan (windows times)-nya hanya dari jam 10 malam hingga jam 5 pagi, sedangkan Sabtu-Minggu dan hari raya sering diliburkan. Ditambah lagi ada dua proyek lain secara bersamaan yakni kereta cepat dan LRT, sehingga membutuhkan banyak koordinasi dimana hampir setiap minggu rapat,” tuturnya.

Pembatasan Kendaraan

Menteri Basuki mengatakan, meski dari aspek struktur Jalan Tol Layang Japek mampu untuk menahan kendaraan bertonase besar namun akan dilakukan pembatasan kendaraan dimana yang boleh melintas hanya kendaraan bertonase ringan Golongan I dan II. Hal ini terkait manajemen lalu lintas untuk menghindari terjadinya kemacetan akibat perlambatan kendaraan bertonase besar saat menanjak masuk Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek.

“Untuk itu akan dipasang portal batas ketinggian sehingga kendaraan bertonase besar tidak bisa masuk, dan akan dilengkapi 113 kamera CCTV yang dipasang oleh PT Jasa Marga untuk keamanan,” kata Menteri Basuki.

Baca Juga: Strategi Jasa Marga Urai Kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono berharap dengan dibukanya jalan tol layang tersebut akan dapat mengurangi kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga sekitar 30%.

“Kendaraan golongan I pribadi diharapkan dapat beralih ke atas sehingga mengurangi kepadatan di jalan bawah,” ujarnya.

Djoko menyatakan, jalan tol layang tersebut dilengkapi dengan 8 akses jalur darurat yang terhubung dengan setiap simpang susun (interchange) di jalur eksisting.

“Tujuannya agar ketika ada kondisi darurat bisa segera ada akses evakuasi lewat interchange yang dilengkapi tangga ke bawah. Delapan titik tersebut ada di KM 13, 17, 21, 24, 28, 31, 36 dan 38,” ungkapnya.

Jalan Tol Layang Japek berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500).

Baca Juga: Jalan Tol Balsam Seksi 2-4 Diresmikan Sebelum Natal 2019

Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek. Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Biaya Rp11,69 Triliun

Proyek pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (Kerjasama Operasi) dengan biaya konstruksi sebesar Rp11,69 triliun.

Jalan tol ini memiliki 9 Zona Konstruksi yakni, Zona I Cikunir – Bekasi Barat sepanjang 2,94 km, Zona II Bekasi Barat – Bekasi Timur sepanjang 3,42 km, Zona III Bekasi Timur – Tambun sepanjang 4,40 km, Zona IV Tambun – Cibitung sepanjang 3,30 km, Zona V Cibitung – Cikarang Utama sepanjang 4,66 km, Zona VI Cikarang Utama – Cikarang Barat sepanjang 1,96 km, Zona VII Cikarang Barat – Cibatu sepanjang 3,11 km, Zona VIII Cibatu – Cikarang Timur sepanjang 3,00 km, dan Zona IX Cikarang Timur – Karawang Barat sepanjang 9,58 km.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU