BERITA TERKAIT

Tekan WNI Berobat ke Luar Negeri, BSD City Siapkan RS Standar Internasional

Arus pasien Indonesia ke luar negeri masih tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah. Langkah pembangunan rumah sakit internasional di BSD City mulai diarahkan untuk menjawab tantangan tersebut.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Fenomena warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri masih menjadi tantangan besar. Ini bukan sekadar soal kepercayaan, tapi juga ketersediaan fasilitas medis yang mampu mengimbangi standar global.

Sebagai respons nyata, kawasan BSD City melalui unit bisnis Sinar Mas Land mulai mengambil langkah konkret dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan kelas wahid di dalam negeri.

Baca Juga: Mengintip Potensi Investasi di KEK ETKI Banten BSD City Seluas 60 Hektare

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Bundamedik Tbk (Bundamedik) dan PT Sinar Medika Langgeng yang merupakan bagian dari ekosistem Sinar Mas Land, dalam pengembangan fasilitas rumah sakit berstandar internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, BSD City.

Penandatanganan MoU dilakukan pada 2 April 2026 di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan juga turut disaksikan langsung oleh Budi Gunadi Sadikin, yang memberikan atensi khusus.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret untuk mengurangi kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri, sekaligus memperkuat layanan kesehatan di Indonesia,” ujar Menteri Budi.

Dia menegaskan, Kemenkes juga memiliki fokus utama untuk memastikan pelayanan kesehatan mudah diakses dan berkualitas.

Lebih lanjut, sektor kesehatan juga ditargetkan berkontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Potensi Investasi KEK ETKI Banten, Magnet Baru Properti di BSD City

Integrasi antara rumah sakit standar internasional dengan ekosistem kota mandiri menjadi kunci penting. Kehadiran Bundamedik di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ ini akan mempercepat terbentuknya ekosistem kesehatan yang terintegrasi.

Nilai strategisnya terletak pada penggabungan sektor medis dengan hunian, ritel, hingga pusat pendidikan yang sudah ada di mega township BSD City seluas lebih dari 6.000 hektar.

KEK ETKI BSD City: Ekosistem Baru untuk Menekan Tren Berobat ke Luar Negeri

Pengembangan rumah sakit ini tidak berdiri sendiri. Lokasinya berada di KEK ETKI Banten yang memang dirancang sebagai kawasan terintegrasi.

Dengan luas hampir 60 hektare, kawasan ini menawarkan berbagai insentif bagi investor, mulai dari keringanan pajak hingga kemudahan perizinan. Kombinasi ini membuat kawasan menjadi lebih menarik, khususnya untuk sektor kesehatan dan teknologi.

Baca Juga: 25+ Universitas Inggris Jajaki BSD City: Transformasi Menuju World-Class Education Township

Masuknya Bundamedik dinilai akan mempercepat pembentukan ekosistem kesehatan di kawasan tersebut. Tidak hanya rumah sakit, tetapi juga pusat riset, layanan digital, hingga pelatihan tenaga medis.

“Hal ini tidak hanya meningkatkan valuasi kawasan, tetapi juga menciptakan efek pengganda ekonomi melalui integrasi sektor kesehatan dengan hunian, ritel, dan hospitality,” ujar Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten.

Dari sudut pandang properti, model seperti ini biasanya menjadi titik balik sebuah kawasan. Fasilitas kesehatan kelas dunia sering kali menjadi pemicu kenaikan nilai dan daya tarik hunian di sekitarnya.

Teknologi Medis Jadi Pembeda, Dari Robotik hingga Layanan Spesialis

Salah satu hal yang cukup menonjol dari proyek ini adalah pendekatan teknologi yang dibawa. Rumah sakit yang direncanakan tidak hanya berstandar internasional dari sisi fasilitas, tetapi juga dari sisi layanan medis.

Baca Juga: Update Progres Tol Serpong-Balaraja Seksi 2: Dibangun 2026, Sinyal Harga Rumah Segera “Terbang”

President Commissioner Bundamedik, Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa pengalaman panjang dalam layanan berbasis teknologi menjadi modal utama dalam proyek ini.

“Kami telah mengembangkan layanan bedah robotik selama lebih dari 13 tahun dengan lebih dari 800 kasus. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar tinggi yang terintegrasi bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bundamedik memiliki pengalaman panjang dalam teknologi bedah robotik, dengan lebih dari satu dekade operasional dan ratusan kasus yang telah ditangani. Ini menunjukkan bahwa kapabilitas yang dibawa bukan sekadar rencana, tetapi sudah teruji.

Selain itu, layanan yang akan dikembangkan mencakup fertilitas, kesehatan ibu dan anak, hingga transplantasi organ. Artinya, segmen yang dibidik adalah layanan spesialis yang selama ini banyak dicari di luar negeri.

Pengembangan juga akan mencakup telemedicine dan riset kesehatan digital. Arah ini memperlihatkan bahwa layanan kesehatan ke depan tidak hanya berbasis fisik, tetapi juga terintegrasi dengan teknologi.

Baca Juga: TRINLAND Akuisisi Prime Land: Targetkan 3 Sumber Pendapatan Berulang dari Sektor Hospitality

Transformasi ini sekaligus mempertegas perubahan karakter BSD City, dari kota mandiri menjadi kawasan dengan basis ekonomi pengetahuan dan layanan kesehatan.

Dampak ke Properti Mulai Terlihat, Tapi Realisasi Tetap Jadi Kunci

Dari sisi pasar properti, kehadiran rumah sakit internasional umumnya berdampak pada peningkatan nilai kawasan. Terutama untuk segmen hunian menengah atas yang sensitif terhadap kualitas fasilitas sekitar.

Akses terhadap layanan kesehatan premium sering menjadi pertimbangan penting, terutama bagi keluarga dan profesional. Dalam banyak kasus, keberadaan rumah sakit besar juga mendorong pertumbuhan sektor komersial dan jasa.

Baca Juga: Gairah Metropolis di Timur Jakarta: 16 Tahun Summarecon Bekasi dan Transformasi Menuju Kota Terpadu Modern

Gedung Biomedical Campus di kawasan KEK ETKI BSD City
Gedung Biomedical Campus di BSD City menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan terintegrasi untuk mendukung upaya menekan WNI berobat ke luar negeri. (Foto: Dok. Sinar Mas Land)

Namun, ada beberapa hal yang masih perlu dicermati. Proyek ini masih berada pada tahap awal, sehingga dampak langsung terhadap harga properti belum akan terasa dalam waktu dekat.

Selain itu, keberhasilan kawasan sebagai pusat kesehatan internasional sangat bergantung pada konsistensi pengembangan dan integrasi dengan fasilitas lain. Tanpa itu, positioning yang diharapkan bisa menjadi kurang maksimal.

Di sisi lain, faktor biaya layanan juga akan menentukan apakah masyarakat benar-benar beralih dari luar negeri ke dalam negeri. Jika tarif tidak kompetitif, tujuan untuk menekan WNI berobat ke luar negeri bisa menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Maison AELA Perkuat Portofolio Paradise Indonesia Melalui 11 Villa Mewah di Sanur Bali

Meski begitu, arah pengembangan ini menunjukkan satu hal: sektor kesehatan mulai menjadi penggerak baru dalam dinamika properti, khususnya di kawasan terintegrasi seperti BSD City.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page