Banner Louis
Tuesday, June 18, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Sinergi Pengembang dan Perbankan Dorong Perekonomian Nasional

Hingga saat ini, dari 2 tower Elevee Condominium yang dipasarkan, tersisa sebanyak 100-an unit. Pengembang juga menawarkan beberapa program dan kemudahan cara bayar bagi konsumen.

PropertiTerkini.com, (ALAM SUTERA) — Bisnis properti memiliki peran besar dalam menopang dan menggerakkan perekonomian nasional. Tidak kurang dari 170 industri lain yang akan bangkit, jika properti tumbuh. Untuk ini, dibutuhkan sinergi antar berbagai pihak, termasuk pengembang properti dan juga perbankan untuk terus menggerakkan sektor properti.

Bisa dibilang, pengembang dan perbankan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam menggerakkan perekonomian nasional. Salah satu buktinya, dapat dilihat dari nilai outstanding pembiayaan KPR PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mencapai sebanyak Rp117,9 triliun atau tumbuh 11,5% yoy per September 2023.

Baca Juga: Progres Pembangunan Sesuai Jadwal, Elevee Condomium Kembali Hadirkan Promo Menarik

Ade Lukito, Vice President Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk mengatakan, kinerja BCA tersebut dapat dicapai atas kerja sama dan sinergi dengan pengembang terkait produk properti yang mereka kembangkan.

“Kita lihat saat pandemi, perbankan dapat bersinergi dengan pengembang dalam menggerakkan pasar properti. Salah satunya memberikan tenor kredit hingga 25 tahun dan ternyata saat ini banyak konsumen dibawah umur 30 tahun yang memanfaatkannya,” kata Ade Lukito dalam acara “Elevee Media Talk” yang diadakan di Alam Sutera, Tangerang Selasa (16/1/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer Elevee Condominum menambahkan, bergeraknya perekonomian yang dilakukan oleh pengembang biasanya karena adanya pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Sharp Luncurkan Smartphone AQUOS sense8: Ponsel Rp5 Jutaan, Tahan Air dan Tahan Banting

Dia mencontohkan kawasan Alam Sutera yang berkembang kian pesat setelah adanya pintu tol langsung ke dalam kawasannya tersebut, pada 2009 lalu.

“Alam Sutera dikembangkan sejak tahun 1994 dan saat ini bukan hanya sebagai kawasan hunian saja, tapi sudah berkembang menjadi kawasan superblok yang besar dengan beragam properti. Sehingga kita, bukan hanya sekedar pengembang yang membangun properti, tapi juga membangun kehidupan di dalamnya,” kata Alvin.

Bahkan, menurut Alvin, keberadaan Alam Sutera saat ini juga telah menjadikan kawasan yang menjadi barometer industri properti di Tanah Air, dan khususnya Jabodetabek.

Selain itu, pengembangan sebuah properti akan memiliki sifat multiplier effect atau efek berganda yang cukup besar terhadap kegiatan industri lainnya. Juga menciptakan lapangan pekerjaan hingga pendapatan baru dan pajak daerah hingga memberikan peningkatan nilai properti di sekitarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Skandinavia Apartment dan IKEA Hadirkan Hunian yang Lebih “Bahagia”

Alvin menambahkan, Alam Sutera telah menjadi new territory yang menjanjikan karena konsep properti yang kita tawarkan adalah township development.

“Dengan perencanaan yang matang dan konsep yang kuat, sebuah proyek township akan memiliki nilai yang memberikan rasa nyaman untuk hunian, dan juga sebagai kawasan bisnis. Dan untuk mewujudkan produk properti yang ada seperti hunian, maka diperlukan perbankan dalam pembiayaannya kepada masyarakat,” jelas Alvin.

Tangerang Raya, Magnet Industri Properti

Ade Lukito mengakui, Jabodetabek adalah penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kawasan Tangerang Raya adalah area penyumbang terbesarnya.

Beberapa faktor seperti infrastruktur yang memadai di Tangerang Raya, menjadi salah satu sebab masyarakat mencari hunian di kawasan ini.

Faktor lain, lanjut Ade, adalah konsep produk dan juga reputasi developer jadi acuan masyarakat dalam memilih properti atau huniannya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Selesaikan Huntap Untuk Korban Bencana Alam di Palu

“Di Tangerang dan Serpong banyak properti yang dikembangkan developer besar, seperti Alam Sutera, pasca adanya pintu tol langsung pada 2009, kawasan ini kian diminati dan hingga kini Alam sutera berkembang pesat dengan adanya beragam properti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Untuk itu Alam Sutera menurut Alvin Andronicus, selalu mengembangkan produk yang berkarakter dan berbeda.

Dia mencontohkan, Elevee adalah hunian vertikal dengan konsep kondominium yang memiliki dimensi unit lebih luas dibanding produk hunian vertikal di sekitarnya.

“Ukuran terkecil di Elevee Condominium adalah 87,8 meter persegi,” tegas Alvin.

Elevee Condominum
Alvin Andronicus Chief Marketing Officer Elevee Condominum (kanan) menjelaskan progres pembangunan proyek Elevee Condominum kepada Ade Lukito, Vice President Consumer Loan BCA (kiri), di Marketing Gallery Elevee Condominum, Alam Sutera, Tangerang. (Foto: Pius)

Lebih dari itu, lanjutnya, Elevee juga berada di dalam area seluas 19 hektar yang dinamai Escala, dimana di dalamnya juga terdapat fasilitas hutan kota seluas 4 hektar.

Baca Juga: Upper West Hadirkan SOHO Pertama di BSD City, Berkonsep 4-in-1 Mixed-use

“Bahkan di kawasan ini juga akan di isi beragam fasilitas dan akan menjadi jantung kehidupan, central living Alam Sutera karena lokasinya strategis. Sementara Elevee Condominium sendiri juga memiliki fasilitas yang lengkap untuk para penghuni,” terang Alvin.

Untuk diketahui, hingga saat ini, dari 2 tower Elevee Condominium yang dipasarkan, tersisa sebanyak 100-an unit. Pengembang juga menawarkan beberapa program dan kemudahan cara bayar bagi konsumen yang berminat.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page