PropertiTerkini.com, (BALI) — Satu lagi proyek baru yang menawarkan kemewahan dan keunikan dalam balutan kebudayaan Pulau Dewata. Hidden City Ubud, merupakan proyek prestisius yang merangkum residensial, komersial dan ruang kerja modern.
Hidden City Ubud Bali dikembangkan oleh Grup MBM, pengembang real estate yang bermarkas di Rusia. MBM Group merupakan salah satu pemimpin real estate industri yang memiliki spesialisasi desain dan konstruksi bangunan.
Adapun proyek ini dibangun dengan total investasi mencapai 40 juta dollar AS, dan bakal menghadirkan hunian unik di Pulau Bali.
Berada di Desa Petulu, Ubud, Bali, Hidden City memberikan pengalaman petualangan luar biasa karena lokasinya dikelilingi oleh rimbunnya lingkungan vegetasi, jalan bebatuan, taman-taman hijau serta kolam-kolam yang bersih.
Suasana alam ini, mampu membawa para penghuni menikmati keindahan dan kenyamanan hidup di Pulau Bali.
Hidden City berpotensi menciptakan peluang investasi yang eksplosif, karena Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia.
Baca Juga: GNA Group Luncurkan Golden Nature, Harga Mulai Rp488 Juta, Segera Booking…!
Industri pariwisata Bali terus berkembang, para investor bisa menghasilkan pendapatan pasif, melalui penyewaan properti kepada wisatawan lokal maupun asing dalam jangka panjang.
Transportasi menuju Pulau Bali sangat banyak dan mudah diakses, tentu hal ini akan menjadi sasaran para investor properti untuk berinvestasi properti dalam jangka panjang.
Baca Juga: Aplikasikan Teknologi, Summarecon Serpong Tumbuh Sebagai Kawasan Hijau yang Nyaman
Proyek Hidden City diharapkan selesai dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Hidden City Ubud Menyatu dengan Arkeologis Bali
Kawasan Hidden City Ubud menyatu dengan kekayaan arkeologis Bali, air terjun dan pesona berbagai pura yang penuh makna sejarah.
Produk properti yang ditawarkan hunian mewah ini ialah villa, rumah kota, dan apartemen.
Fasilitas premium yang ada dalam Hidden City, diantaranya kolam renang pribadi, perabotan mewah, dan view persawahan yang diselimuti keindahan alam Desa Petulu.
Selain itu, ada juga fasilitas yang terintegrasi dengan hunian, seperti kantor, food court, gedung konser, Jungle Club, toko, restoran, dan gym.
Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan J Golf, Driving Range Pertama di Kota Deltamas
Menempati area komersial seluas 4.000 meter persegi, Hidden City akan memanjakan penghuninya dengan beberapa tempat makan eksklusif dan sejumlah butik pakaian modern dan tradisional.

Untuk area ruang kerja, luasnya mencapai 2.500 meter persegi, termasuk area co-working modern. Keberadaan area ruang kerja, membuat proyek Hidden City menjadi semakin menarik perhatian bagi para pengusaha.
Desain Hidden City merupakan perpaduan elemen kayu dan batu alam dalam sentuhan gaya modern yang harmonis.
Gaya arsitektur Hidden City ini sangat unik karena tampilan ruangnya yang kontemporer, terlihat bersanding serasi dengan hijaunya lingkungan alam sekitarnya.
Baca Juga: Rumah LT 500 Meter Persegi Dibangun Bagi Warga Rempang Batam, Fasilitasnya Lengkap!
Fasad Hidden City merupakan penggabungan material kayu dan batu alam. Jendela-jendela besar dalam ruangan menyentuh langit plafon, sehingga memungkinkan banyaknya cahaya alam masuk ke dalam ruangan.
Semua bahan material Hidden City berkonsep green desain dan green building. Gaya minimalis ruang residensial Hidden City, nampak dari banyaknya elemen kayu bergaya rustic.

Tata letak setiap ruang Hidden City selalu berdampingan dengan ruang terbuka yang menyambung dari satu ruang ke ruang yang lainnya.
Pola desain ini memaksimalkan tampilan menjadi terlihat luas, fungsional, nyaman dan tenang. Pilihan perangkat pencahayaan ruangan juga didominasi warna kalem dan netral.
Baca Juga: Premier Promenade Sawangan Tawarkan Solusi Hunian Hijau dan Sehat di Selatan Jakarta
Secara filosofis, Hidden City merupakan hunian modern yang berhasil memadukan kayu dan batu alam yang terlihat lebih membumi.
Sedangkan desain minimalis menjadi bentuk penghormatan terhadap narasi penting dalam prinsip dasar desain.
Baca berita lainnya di GoogleNews
*** Baca berita lainnya di GoogleNews



