Banner Louis
Monday, June 24, 2024
Iklan Mesin Cuci Sharp

Hunian Jepang Pertama di Australia Bakal Rampung di Akhir 2024, Simak Keuntungan Pembeli Indonesia

Pengusaha kelahiran Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio adalah dua sosok yang merealisasikan pengembangan hunian mixed-use bertema Jepang pertama di Australia senilai Rp5,2 triliun.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Setelah diluncurkan pada tahun 2018, akhirnya Mastery by Crown Group, pengembangan hunian mixed-use bertema Jepang pertama di Australia akan menampakkan wajahnya pada tahun 2024.

Untuk kali pertama dalam sejarah pengembangan hunian di Australia, tiga arsitek kelas dunia berkolaborasi untuk menghadirkan komplek hunian bertema Jepang pertama di negeri kangguru tersebut.

Baca Juga: Pinhome Hadirkan #CicilDiPinhome untuk Permudah Akses Masyarakat Beli Rumah

Desain dari Kengo Kuma, Koichi Takada Architects dan Silvester Fuller akan menghadirkan konsep pengembangan hunian mixed-use yang banyak dicari oleh konsumen pasca pandemi.

Kengo Kuma sendiri dianggap sebagai salah satu arsitek kontemporer asal Jepang yang paling signifikan.

Profesor di Departemen Arsitektur (Sekolah Pascasarjana Teknik) di Universitas Tokyo ini juga masuk dalam daftar The 100 Most Influential People of 2021 dari TIME Magazine.

Sementara itu, Koichi Takada adalah arsitek yang merancang Arc by Crown Group serta Infinity by Crown Group yang banyak sekali mendapatkan penghargaan internasional.

Pada tahun 2021 Koichi Takada Architects dinobatkan sebagai Best Overall Einner pada Architizer A+Firm Awards 2021 di New York untuk kategori Medium Firm.

Baca Juga: Beda dengan Aster, “New Aster” di Paramount Petals Kini Lebih Sempurna

Sebuah gaya hidup baru dengan hutan kota yang akan menghasilkan sirkulasi udara yang lebih baik serta ruangan hunian yang lebih besar dan bisa digunakan bukan hanya untuk tinggal, bermain dan juga sekaligus untuk bekerja.

Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, mengungkapkan banyak sekali konsumen Indonesia yang tertarik dengan konsep gaya hidup dari Mastery by Crown Group.

“Sejak awal diluncurkan banyak konsumen kami dari Indonesia yang tertarik dengan gaya hidup penuh kemudahan yang ditawarkan Mastery by Crown Group,” katanya melalui siaran pers yang diterima PropertiTerkini.com, Senin (21/3/2022).

Menurutnya, gaya desain dari Mastery by Crown Group yang sangat sesuai dengan tuntutan gaya hidup pasca pandemi COVID-19 yang saat ini sangat dicari oleh mayoritas konsumen, baik di Indonesia maupun di Australia.

“Taman komunal yang indah, pusat kebugaran, kolam renang tanpa batas, spa, sauna adalah beberapa fasilitas dari Mastery by Crown Group yang menarik pembeli kami,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Masalah Air Limbah, DKI Jakarta Bangun JSDP

Mastery by Crown Group juga dilengkapi dengan Japanese Eat Street pertama di Australia. Ditambah dengan supermarket Woolworths yang merupakan jaringan supermarket terbesar di Australia, berada tepat di lantai dasar disamping toko-toko ritel lainnya yang akan semakin memberikan kenyamanan dan kemudahan hidup bagi para penghuninya.

Kawasan suburban Waterloo di mana Mastery by Crown Group berdiri merupakan daerah hunian yang sangat populer di Sydney, berjarak hanya sekitar 6 km dari CBD, Waterloo menawarkan sebuah kawasan hunian yang nyaman bagi para penghuninya.

Waterloo menyediakan opsi terbaik bagi mereka yang ingin tetap merasakan gaya hidup urban, sementara menikmati suasana santai khas kawasan suburban.

Menurut Realestate.com.au, kawasan Waterloo paling banyak dihuni oleh Independent Youth (34.6%) dan Maturing & Established Independence (24.6%) dengan rataan harga sewa unit apartemen dengan 2 tempat tidur adalah AU$600 per minggunya.

Baca Juga: Premier Estate 3 Rilis Tipe Gavril, Hunian Modern Premium di Bekasi

“Kami sering menyebut Waterloo dengan sebutan ‘Kawasan Suburban 10 menit’ karena kita bisa mencapai kafe, restoran, pusat perbelanjaan, universitas dan pilihan transportasi publik hanya dengan berjalan kaki, termasuk ke arah Moore Park dan Centennial Park” tambah Tyas

Mastery by Crown Group diproyeksikan menjadi tengara baru untuk kawasan Waterloo yang akan membawanya ke tahap selanjutnya melalui desain arsitektur dan kemewahan yang menyatu dengan alam dan lingkungan sekitar.

Selain itu, ada pula rencana dari pemerintah NSW untuk membangun stasiun kereta tambahan, sehingga tentunya akan menjadi daya tarik tambahan bagi para pembeli yang bertipe investor.

“Belum lagi kawasan Waterloo sangat dekat dengan institusi-institusi pendidikan terbaik di negara bagian NSW seperti University of Sydney, UNSW dan UTS, yang akan sangat convenient bagi mereka yang masih melanjutkan studinya,” jelas Tyas.

Baca Juga: Cari Masukan Untuk IKN, Kementerian PUPR Sambangi Alam Sutera

“Dengan proyeksi Mastery by Crown Group akan selesai dibangun pada tahun 2024, ini juga menjadi keuntungan sendiri bagi para pembeli dari Indonesia, karena mereka hanya perlu membayar tanda jadi sebesar 10% dan baru akan dilunasi pada tahun 2024,” tutup Tyas

Mastery by Crown Group adalah pengembangan hunian senilai Rp5,2 triliun yang akan menjadi pengembangan multi-residential bertema Jepang pertama di Australia. Kawasan ritel seluas 2,177 meter persegi dengan 27 toko dan gerai makan akan menampilkan pusat kuliner khas Jepang.

Mastery by Crown Group juga akan menawarkan fasilitas bergaya resor khas Crown Group termasuk kolam renang tanpa batas di puncak menara, pusat kebugaran, spa, dan ruang serba guna.

Baca Juga: Damai Putra Group Mulai Bangun Masjid As-Salaam Tera Damai

Terletak di 48 O’Dea Avenue, Waterloo, pembangunan komplek hunian tersebut akan menampilkan 368 unit apartemen mewah di lima menara hunian berbeda yang dirancang oleh tiga firma arsitek terkemuka dunia – Kengo Kuma dari Jepang dan Koichi Takada Architects dan Silvester Fuller yang merupakan perusahaan arsitektur dari Australia.

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page