(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Monday, July 22, 2024
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Harga Rumah di Kota Medan Meningkat Hingga 11 Persen

Di kawasan Jabodetabek, Kota Bogor memimpin kenaikan hingga 5,2 persen, diikuti Tangerang (4,8 persen), Depok (4,3 persen), Bekasi (3,2 persen) dan Jakarta (2,4 persen).

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Dipicu beberapa faktor, tren harga rumah di Kota Medan terus meningkat. Demikian rangkuman Flash Report Rumah123.com bulan Mei 2023 menunjukkan harga rumah di Indonesia secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 4,2 persen pada April 2023 sejak April 2022 lalu.

AVP Marketing 99 Group Indonesia, Firman Pamungkas Putra mengatakan, Kota Medan mencatatkan konsistensi kenaikan harga rumah tahunan signifikan dalam setahun terakhir dengan kenaikan tahunan berkisar antara 0,4 hingga 11,1 persen.

Baca Juga: Giliran Jalan Rusak di Sumut Disambangi Presiden Jokowi

Menurutnya, konsistensi ini salah satunya dipicu oleh pengembangan infrastruktur tol di Sumatera Utara yang menghubungkan Binjai hingga Pangkalan Brandan. Saat ini, Seksi 1: Binjai-Stabat sepanjang 11,8 km telah beroperasi dan diresmikan pada Februari 2022 lalu.

“Harapannya pengembangan Seksi 2: Stabat-Tanjung Pura dan Seksi 3: Tanjung Pura-Pangkalan Brandan yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan hingga akhir tahun 2023 ini,” katanya.

Selain, lanjutnya, bisa menghemat durasi perjalanan, juga berpotensi meningkatkan geliat aktivitas perekonomian di area kawasan yang secara tidak langsung membuat area tersebut semakin menarik untuk dijadikan sebagai tempat tinggal atau komersil.

Baca Juga: Rusun Disabilitas di Kota Surakarta Dibangun dengan Desain Khusus

Dengan demikian sehingga membawa nilai tambah terhadap prospek pengembangan properti di kawasan,” ungkap Firman.

Harga Rumah di Pulau Jawa dan Jabodetabek

Sedangkan di wilayah Pulau Jawa dan Jabodetabek, hampir semua kota mencatat kenaikan harga rumah secara tahunan. Kenaikan harga rumah tahunan paling tinggi di kota-kota besar Pulau Jawa di luar Jabodetabek, kembali terjadi di Solo (5,5 persen), disusul Surabaya (5,3 persen), Semarang (4,7 persen) dan Bandung (2,3 persen).

Sedangkan di kawasan Jabodetabek sendiri, Kota Bogor memimpin kenaikan hingga 5,2 persen, diikuti Tangerang (4,8 persen), Depok (4,3 persen), Bekasi (3,2 persen) dan Jakarta (2,4 persen).

Baca Juga: Tren Harga Rumah di Area Joglosemar Naik Hingga 7 Persen, Ini Penyebabnya

Peningkatan harga di Bogor disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti infrastruktur eksisting yang tersedia di kawasan, seperti tol Jagorawi dan KRL. Kedua, rencana pengembangan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang akan melintasi Bogor.

Meski saat ini, pihak operator & pengembang LRT Jabodebek fokus pada persiapan fase pertama yang ditargetkan beroperasi di pertengahan tahun ini, rencana pengembangan LRT Jabodebek fase II dengan rute lanjutan stasiun di Cibubur hingga stasiun di Bogor yang akan dimulai pada tahun 2025 bisa semakin memberikan dampak positif pada minat masyarakat terhadap prospek hunian di Bogor seiring aksesibilitasnya yang semakin baik.

Tak hanya itu, Bogor juga kerap menghadirkan opsi rumah yang lebih terjangkau bagi masyarakat dibandingkan dengan kota satelit lain seperti Bekasi atau Tangerang, sehingga minat masyarakat untuk membeli atau menyewa rumah di Bogor tumbuh positif.

Baca Juga: Gelontorkan Rp500 Miliar, Sinar Mas Land Perluas DP Mall Semarang

Indeks Harga Rumah

Pada bulan April 2023, persentase kenaikan Indeks Harga Rumah secara tahunan sebesar 4,2 persen, tercatat lebih rendah 0,1 persen dibandingkan dengan bulan Maret 2023 sebesar 4,3 persen.

Tren yang sama hampir mirip jika ditinjau secara bulanan, dimana kenaikan Indeks Harga Rumah sepanjang bulan April tercatat lebih rendah dibandingkan periode Maret, yaitu sebesar 0,5 persen.

Baca Juga: Golden Gemilang @Bekasi, Proyek Baru GNA Group Hadirkan Promo Khusus

Sementara pada bulan Maret kenaikan month-on-month tercatat 1,6 persen. Penurunan indeks harga ini terjadi bersamaan dengan turunnya permintaan pada periode libur Lebaran yang terjadi selama satu minggu sejak tanggal 19 April hingga 25 April silam.

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster
Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page