Wednesday, December 8, 2021
728 x 90-Banner Grand Wisata

Begini Progres Pembangunan 5 Bendungan di NTT

- Advertisement -
728 x 90-Banner Grand Wisata

Secara keseluruhan, Pemerintah Pusat membangun 7 bendungan di NTT. Dua bendungan sudah dibangun, tiga lainnya dalam masa penyelesaian dan dua lagi dalam tahap desain.

PropertiTerkini.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus merampungkan pembangunan tiga bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga bendungan tersebut, yakni Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kabupaten Kupang. Adapun sebelum ini, pemerintah juga sudah membangun dua bendungan lain, yakni Raknamo dan Rotiklot.

Baca Juga: Capai 80 Persen, Rumah Khusus Nelayan di Lampung Segera Dihuni

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa ketersediaan air menjadi kunci pembangunan bendungan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Secara keseluruhan pembangunan tujuh bendungan akan menampung air sebanyak 188 juta meter kubik yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik dan pariwisata.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki seperti dipublikasikan Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Hingga saat ini, progres pembangunan Bendungan Napun Gete sudah mencapai 63,21% dengan target selesai tahun 2020. Total nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp884 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Halal Prioritas Indonesia 2019

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 14,34 juta meter kubik dengan luas genangan 99,78 hektar. Manfaatnya akan dapat mengairi irigasi seluas 300 hektar, menyediakan air baku sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Selanjutnya Bendungan Temef memiliki luas genangan 380 hektar dengan kapasitas tampung 45,78 meter kubik untuk mengalir irigasi 600 hektar, air baku 10 liter per detik dan potensi tenaga listrik sebesar 2,6 megawatt. Total biaya pengerjaan bendungan sebesar Rp1,5 triliun dengan masa waktu pelaksanaan 2017-2021. Pembangunan dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.

bendungan napun gete di kabupaten sikka
Progres pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka telah mencapai 63,21 persen./ Foto: Kementerian PUPR

Sementara Bendungan Manikin merupakan bendungan yang baru dimulai pengerjaannya tahun 2019 setelah kontraknya ditandatangani pada akhir Desember 2018 lalu. Kontraktor pelaksananya adalah PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung 28,2 juta meter kubik dengan biaya konstruksi sebesar Rp1,9 triliun. Keberadaan bendungan ini diharapkan untuk menyediakan air baku di Kabupaten Kupang dengan debit sebesar 0,7 meter kubik per detik, irigasi 310 hektar lahan pertanian, pengendalian banjir 600 meter kubik per detik, pengembangan pariwisata, serta pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan daya 0,1 megawatt.

Baca Juga: 4 Jalan Tol di 4 Pulau Siap Dilintasi Saat Mudik Lebaran 2019

Kementerian PUPR akan menambah dua bendungan lain yakni Mbay di Kabupaten Nagekeo dan Kolhua di Kota Kupang. Keduanya dalam tahap desain.

Selain bendungan, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Ditjen Sumber Daya Air juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi-irigasi.

Pada tahun 2019 Kementerian PUPR menganggarkan Rp202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi di enam lokasi sepanjang total 315 kilometer. Tiga lokasi diantaranya daerah irigasi Bendungan Ratiklot di Kabupaten Belu, daerah irigasi Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan daerah irigasi Wae Mantar Kabupaten Manggarai.

Pembangunan jaringan transmisi air baku dari Bendungan Rotiklot sepanjang 30 kilometer juga dianggarkan tahun 2019 sebesar Rp20 miliar.

Baca Juga: Keren, Wings Bangun Sekolah PAUD Khas Arsitektur Sumba

Kemudian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Bendung Mautenda Kabupaten Ende dan Baing di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 58 kilometer. Biaya pengerjaan fisiknya sebesar Rp99 miliar dari anggaran tahun 2019.

5 Bendungan di Jawa Tengah

Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri
Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah./ Foto: Kementerian PUPR

Pembangunan bendungan lainnya juga terus digarap di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Setidaknya ada 5 bendungan yang tengah diselesaikan, yakni Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Randugunting di Kabupaten Blora, Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Gondang di Kabupaten Karanganyar dan Pidekso di Kabupaten Wonogiri.

Dua bendungan lagi akan dibangun tahun ini, yakni Bendungan Jragung di Kabupaten Demak dan Matenggeng di Kabupaten Cilacap. Sebelumnya, pada akhir tahun 2018, telah diselesaikan pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus dan kini tengah dilakukan penggenangan.

Baca Juga: Observatorium Terbesar Asia Tenggara Bakal Ada Amfoang, Kupang

Giatnya pembangunan bendungan tersebut adalah dalam upaya untuk terus meningkatkan jumlah tampungan air juga ketahanan pangan. Apalagi wilayah Jawa Tengah yang terus didorong sebagai provinsi lumbung pangan nasional.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Sharp 300 x 250 Nov 2021

PROPERTI TV

BERITA TERBARU