Thursday, September 23, 2021

Basuki Tinjau Penataan DPSP Labuan Bajo

Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Provinsi NTT, Labuan Bajo terus berbenah. Pemerintah targetkan pembangunan pendukung bisa selesai di akhir tahun 2021.

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau sejumlah progres pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/6/2021). Dalam kunjungannya ini, Basuki meninjau penataan kawasan Pulau Rinca, Penataan Pantai Marina Bukit Pramuka, dan penataan trotoar Jalan Soekarno-Hatta atas.

Kementerian PUPR menargetkan sejumlah pekerjaan pendukung pariwisata DPSP Labuan Bajo rampung sebelum akhir tahun 2021 untuk mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal) Pandemi COVID-19. Selain menargetkan penyelesaian pekerjaan, Basuki juga mengingatkan pentingnya penghijauan pada infrastruktur yang dibangun sebagai aspek konservasi lingkungan.

Baca Juga: 15 Rusun Siap Dukung PON XX 2021 Papua

“Untuk di Pulau Rinca, progres fisik pembangunan Pengaman Pantai Loh Buaya Pulau Rinca sudah 87,3 persen dan fasilitas penunjang wisata Pulau Rinca sudah 58,7 persen. Ditargetkan Agustus 2021 harus selesai. Lakukan penghijauan penanaman pohon yang besar, juga pada jalur yang tidak terlewat konstruksi,” kata Basuki.

Selain penghijauan, khusus di Pulau Rinca Basuki menginstruksikan agar dilakukan pengeboran dari sumber mata air untuk menambah pasokan air baku. “Jangan ambil sumber air dari Labuan Bajo, upayakan pengeboran mata air secara maksimal,” ujarnya.

Untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site UNESCO yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV), Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Ditjen Cipta Karya melaksanakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian.

Baca Juga: Rusun ASN PUPR di Kalbar Siap Tampung 272 ASN

Dalam bidang SDA, penataan kawasan Pulau Rinca dilakukan melalui pembangunan Pengaman Pantai Loh Buaya Pulau Rinca yang telah dimulai sejak September 2020 lalu.

Pekerjaannya meliputi pembangunan tembok laut sepanjang 100 meter, pembangunan dermaga 80 meter, dermaga apung 40 meter sebanyak 2 buah, elevated deck pada ruas eksisting berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan dermaga, pusat informasi serta penginapan ranger, guide dan peneliti yang dirancang setinggi 2 meter agar tidak mengganggu aktivitas komodo dan hewan lain yang melintas serta melindungi keselamatan pengunjung. Total nilai kontraknya sebesar Rp50,11 miliar.

Sementara di bidang Cipta Karya penataan kawasan Pulau Rinca berupa fasilitas penunjang wisata meliputi bangunan Pusat Informasi yang terintegrasi dengan elevated deck, kantor resort, guest house dan kafetaria, serta bangunan penginapan untuk para ranger, pemandu wisata, dan peneliti, yang dilengkapi dengan pos penelitian dan pemantauan habitat komodo.

Baca Juga: Sinar Mas Land Salurkan Ribuan Alat Tes Covid-19 ke Pemkab Tangerang

Setelah meninjau progres penataan kawasan Pulau Rinca, Menteri Basuki meninjau progres penataan Pantai Marina Bukit Pramuka di zona 3 dan 5 serta zona 1dan 2.

“Untuk di zona 1 dan 2 saya minta September 2021 selesai, disusul zona 3 dan 5 November 2021 selesai. Lakukan juga penghijauan dengan ditanami pohon yang besar agar teduh seperti Pohon Ketapang Kencana,” ujar Basuki.

Basuki juga meninjau kondisi terkini penataan trotoar Jalan Soekarno-Hatta atas yang konstruksinya telah rampung 100 persen dengan biaya Rp60,36 miliar.

Baca Juga: Menuju Kawasan Wisata Premium, Penataan Labuan Bajo Tetap Perhatikan Konservasi Lingkungan

“Karena ini masih dalam masa pemeliharaan setelah kontrak konstruksi, saya minta agar tetap diperhatikan kebersihannya agar tidak kotor,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU