Wednesday, September 22, 2021

Marketing Sales Agung Podomoro Land Capai Rp2,4 Triliun di September 2020

Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View Cimanggis dan Podomoro City Deli Medan, serta penjualan lahan industri di Karawang, menyumbang sekitar 88 persen dari total marketing sales.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat pencapaian marketing sales sebesar Rp2,4 triliun selama sembilan bulan, yang berakhir pada 30 September 2020.

Marketing sales Agung Podomoro Land tersebut tercatat meningkat 76 persen dibandingkan Rp1,4 triliun pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Marketing Sales BSDE Capai Rp4,7 Triliun di 9 Bulan 2020

Untuk diketahui, Perseroan menargetkan marketing sales pada tahun ini, yakni sebesar Rp2,7–Rp 3 triliun.

Siaran pers Agung Podomoro Land yang diterima menyebutkan, pencapaian ini terutama didukung oleh penjualan lahan industri di Karawang, Jawa Barat seluas 175 hektar pada September 2020.

“Penyumbang penting lainnya adalah Podomoro Park di Bandung, Podomoro Golf View di Cimanggis dan Podomoro City Deli Medan. Secara keseluruhan, keempat proyek ini menyumbang sekitar 88 persen dari total marketing sales,” demikian pernyataan Justini Omas, Corporate Secretary Agung Podomoro Land dalam siaran pers ini.

Pada Agustus lalu, Perseroan meluncurkan dua proyek pengembangan baru, yaitu Kota Podomoro Tenjo di Bogor dan Kota Kertabumi di Karawang.

Baca Juga: “Booming Properti” di Kota Podomoro Tenjo, Ini 4 Faktornya!

Proyek pertama seluas 650 hektar telah memasuki penjualan fase pertama, dimana respons pasar sangat menggembirakan. Sebanyak 1.200 konsumen telah menyatakan minatnya melalui nomor urut pemesanan (NUP).

Tingginya peminat tidak lepas dari harga hunian yang berkisar mulai Rp200 juta. selain itu, proyek yang dikembangkan sebagai kota mandiri ini menempel dengan stasiun KRL Commuter Line. Ke depannya, akan dikembangkan dengan konsep hunian terintegrasi atau transit oriented development (TOD).

“Proyek ini dihadirkan sebagai bagian dari kontribusi kami untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi pada umumnya dan menjadi booster, serta katalisator bagi pertumbuhan properti pada khususnya,” ujar Zaldy Wihardja, Assistant Vice President Kota Podomoro Tenjo, ketika dihubungi melalui saluran telepon.

Proyek pengembangan baru berikutnya, Kota Kertabumi yang dibangun di lahan seluas 5,6 hektar. Sebanyak empat klaster hunian dipasarkan dengan harga mulai Rp1,8 – Rp2,8 miliar.

Baca Juga: Kota Kertabumi, Proyek Terbaru Agung Podomoro Land di Timur Jakarta

Kota Kertabumi hanya menyediakan sebanyak 202 unit rumah, dimana hingga saat ini sudah terjual 25 persen.

“Kami targetkan penjualan mencapai 30 persen di akhir tahun ini,” ujar Head of Sales and Marketing Kota Kertabumi, Emil S Utomo, ketika dihubungi.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU