Sunday, July 3, 2022

Lippo Karawaci Siap Hadapi Covid-19

Anak perusahaan Lippo Cikarang berhasil meluncurkan proyek residensial baru, Waterfront Estates, yang menunjukkan adanya kepulihan bisnis intinya. Penjualan dari proyek baru tersebut bahkan melampaui target Perseroan.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) – Wabah pandemi Corona atau Covid-19 memang tidak pernah diduga hadirnya, apalagi di Indonesia, bahkan telah merontokan ekonomi dunia juga Indonesia. Berbagai sektor ambruk dan terpaksa harus merevisi targetnya. Demikian halnya properti, bahkan beberapa pemerhati mengungkapkan bakal banyak pengembang gulung tikar jika tak bisa antisipasi atau juga tak ada insentif/stimulus dari pemerintah.

Lantas, bagaimana dengan strategi pengembang besar, seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam menghadapi persoalan ini? Pengembang mengklaim telah berhasil menerapkan beberapa langkah pencegahan untuk memperkuat posisi keuangannya dalam beberapa waktu ke belakang.

Baca Juga: Sempat ‘Vakum’, Ternyata Proyek Meikarta Berlanjut, Begini Progresnya

Langkah-langkah yang diambil telah menempatkan LPKR dalam posisi yang kuat untuk secara efektif mengambil tindakan yang diperlukan menghadapi ketidakpastian pasar yang senantiasa berubah akibat pandemi novel virus Corona.

Di tingkat perusahaan induk, Lippo Karawaci saat ini memiliki lebih dari Rp3,5 triliun dalam bentuk tunai, secara substansial dalam mata uang USD dan SGD. Tingkat utang bersih terhadap ekuitas Perseroan yang hanya 21% LPKR tetap menjadi yang terbaik di antara perusahaan-perusahaan sejenis lainnya.

“Hal ini memastikan bawah Perseroan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi dampak pandemi global,” ujar John Riady, CEO Lippo Karawaci dalam siaran pers kepada media, Senin (30/3/2020).

Lippo Karawaci juga telah melakukan sejumlah inisiatif positif sejak 1 Januari 2020, antaralain: Pertama, meluncurkan perumahan tapak terbaru di Cikarang, Waterfront Estates melalui anak perusahaan Lippo Cikarang (kepemilikan 81%). Klaster pertama telah terjual habis sehingga pengembang membuka penjualan klaster 2.

Baca Juga: Pandemi Corona Bikin Properti Ambruk, Ini yang Harus Dilakukan!

Secara total, Perseroan menjual lebih dari 304 rumah senilai Rp262,6 miliar, dengan nilai masing-masing rumah berkisar di antara Rp499 juta hingga Rp1,5 miliar, dengan total tanah seluas 25.803 m2.

“Hasil penjualan tersebut di atas target awal kami, yaitu 250 rumah. Sehingga ini semakin membuktikan pulihnya bisnis inti Perseroan serta memvalidasi strategi bisnis perumahan tapak yang terjangkau,” ungkap John.

Kedua, keberhasilan divestasi seluruh saham Lippo Karawaci di First REIT yang dimulai sejak Juni 2019 dan selesai pada Februari 2020. Pada kuartal pertama 2020 saja, aksi korporasi tersebut menghasilkan Rp322 miliar. Total penjualan sejak dimulainya aksi korporasi pada Juni 2019 telah menghasilkan Rp851,7 miliar.

Ketiga, menyesuaikan strategi lindung nilai (hedging) di awal kuartal pertama 2020 ketika nilai tukar USD/Rupiah berada pada Rp13.700 per US Dollar. Lippo menghasilkan sekitar USD60 juta dengan memindahkan hedging-nya dari Rp15.000 ke Rp17.500 untuk nilai pokok obligasi.

Baca Juga: Imbas Corona Jokowi Beri Insentif Properti, Pengamat: Bisa Kolaps

Keempat, keberhasilan menghapus semua obligasi yang jatuh tempo hingga 2025 melalui pembiayaan kembali obligasi Lippo Karawaci senilai $425 juta dari tahun 2022 menjadi tahun 2025.

Kelima, mengamankan pinjaman modal kerja senilai Rp700 miliar dengan bank lokal besar di bulan Maret 2020. Pinjaman akan menyediakan likuiditas tambahan bagi Perseroan, jika diperlukan.

Keenam, mengeksekusi sejumlah inisiatif penghematan biaya yang dipercaya akan menurunkan biaya operasional pada tahun fiskal 2020. “Inisiatif juga akan menargetkan pengurangan lebih lanjut dalam hal biaya operasional, belanja modal dan modal kerja,” lanjutnya.

Baca Juga: Lippo Karawaci Tutup Atap Holland Village Jakarta

Selain aksi-aksi korporasi di atas, Perseroan secara aktif berupaya untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas keuangan. Pada saat ini, perseroan tidak perlu untuk meningkatkan modal dan oleh karenanya perseroan terus bergerak maju untuk divestasi Lippo Mal Puri.

“Dalam masa yang penuh ketidakpastian ini, kami telah membuat sejumlah keputusan yang menempatkan Lippo Karawaci di posisi terbaik bagi para karyawan, pelanggan, dan pemegang saham kami,” tegas John.

Kata dia, selama tiga bulan terakhir, pihaknya telah secara proaktif mengambil langkah-langkah untuk memperkuat fleksibilitas keuangan dan hal ini nantinya akan membantu menavigasikan diri secara efektif untuk melalui suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Minggu ini, Perseroan telah mengumumkan pengurangan jam operasional di berbagai mal-mal dan hotel-hotel.

Baca Juga: Dampak Corona, OYO Bantu Mitra Hotel Asia Tenggara Rp2,7 Miliar

Menurutnya, aksi ini akan menghasilkan strategi penghematan biaya untuk tiga bulan ke depan. “Ke depannya, bisnis-bisnis kami akan terus melayani para pelanggan sembari secara aktif mempromosikan dan mengedukasi pelanggan tentang praktik menjaga jarak sosial dan kebersihan,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU