BERITA TERKAIT

Rumah Menengah Jadi Penyelamat Pasar Properti 2026

Pasar properti nasional masih menghadapi tekanan ekonomi global dan faktor cuaca pada awal 2026. Namun di tengah kondisi tersebut, rumah menengah justru tetap tumbuh dan menjadi penopang utama pasar.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Pasar properti nasional belum sepenuhnya pulih pada kuartal I 2026. Tekanan ekonomi global, kondisi cuaca ekstrem, hingga sikap investor yang semakin hati-hati masih membayangi pergerakan sektor ini. Namun di tengah situasi tersebut, segmen rumah menengah justru muncul sebagai penahan laju perlambatan pasar.

Data terbaru Pinhome melalui Pinhome Home Sell Index (PHSI) kuartal I 2026 menunjukkan harga rumah nasional secara umum hanya bergerak tipis dengan koreksi sekitar 0,1% secara kuartalan maupun tahunan. Meski demikian, rumah tipe menengah dan kecil masih mencatat pertumbuhan positif di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Pasar Perumahan Jabodebek-Banten Q1 2026 Turun 14,2%, Bekasi Melonjak 18,1%

Rumah tipe 121–200 meter persegi naik 0,5% dibanding kuartal sebelumnya. Sementara rumah tipe kecil di bawah 54 meter persegi tumbuh 0,3% secara kuartalan dan naik 1% secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan hunian dasar masih cukup kuat di tengah pasar yang cenderung selektif.

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengatakan rumah menengah masih menjadi segmen paling tahan terhadap tekanan pasar.

“Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” ujar Dara.

Sebaliknya, rumah premium mulai kehilangan momentum. Rumah tipe di atas 201 meter persegi terkoreksi 0,5% secara kuartalan dan turun 0,7% secara tahunan. Kondisi ini mencerminkan investor mulai lebih berhati-hati dalam membeli aset bernilai besar.

Baca Juga: Rumah Mewah Rp89 Miliar Ludes dalam 5 Bulan, BSD City Siapkan Produk Premium Baru

Faktor global ikut memberi tekanan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kondisi cuaca ekstrem dinilai memengaruhi sentimen pasar pada awal tahun.

Rumah Menengah Bodetabek Masih Jadi Penopang

Di kawasan Bodetabek dan Banten, rumah menengah masih bergerak cukup aktif. Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang mencatat kenaikan harga rumah tipe 121–200 hingga 4%. Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang juga tumbuh sekitar 3%.

Kabupaten Bogor ikut mengalami kenaikan sekitar 2% pada segmen yang sama. Pergerakan ini banyak ditopang perkembangan kawasan baru dan aksesibilitas yang terus membaik.

Baca Juga: Properti 2026 Bergerak Pelan: Apartemen Turun 80%, Logistik Hampir Penuh, Kantor Lesu, Hotel Fokus Experience

Di Jakarta, pasar bergerak lebih selektif. Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang masih cukup stabil berkat dukungan transportasi publik. Rumah tipe kecil di Cakung naik 2%, sementara rumah tipe 121–200 di Ciracas tumbuh 3%.

Sebaliknya, beberapa wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan mengalami tekanan akibat banjir dan curah hujan tinggi yang terjadi pada awal tahun.

Rumah Sewa Ikut Menguat

Selain rumah menengah, pasar sewa juga mulai menunjukkan tren positif. Aktivitas perkantoran dan pendidikan yang kembali meningkat mendorong kebutuhan hunian sewa di sejumlah kota besar.

Data Pinhome menunjukkan rumah tipe 55–120 mencatat pertumbuhan harga sewa sebesar 0,8%, sedangkan rumah tipe kecil tumbuh 0,7%.

Baca Juga: Koridor Timur Kuasai 72,8% Pasar Logistik Greater Jakarta, Jadi Episentrum Gudang Modern

Jakarta Pusat menjadi salah satu wilayah dengan kenaikan paling tinggi. Rumah tipe menengah di kawasan ini naik hingga 5%, sejalan dengan meningkatnya okupansi perkantoran CBD. Jakarta Timur juga mengalami kenaikan pada rumah tipe besar dan menengah.

rumah Gardenia Plus Paramount Gading Serpong
Ilustrasi hunian Gardenia Plus di Paramount Petals yang dikembangkan Paramount Land, menawarkan desain modern dan lingkungan nyaman bagi keluarga. (Dok. Paramount Land)

Sementara itu, kawasan Tangerang Raya mulai menikmati dampak ekspansi kawasan komersial dan penetapan BSD sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Tangerang masih mencatat pertumbuhan harga sewa pada beberapa segmen rumah.

“Pasar sewa di beberapa kota di Indonesia juga masih memperlihatkan ketahanan dengan penurunan terbatas,” tutup Dara.

Meski pasar properti belum sepenuhnya pulih, data kuartal pertama tahun ini menunjukkan rumah menengah masih menjadi segmen paling stabil.

Baca Juga: Investor Perempuan Dominasi 52 Persen, Saat Inflasi 4,76% Picu Properti Undervalued

Di tengah kondisi ekonomi yang belum pasti, pasar tampaknya mulai bergerak lebih realistis: hunian yang terjangkau dan fungsional kembali menjadi pilihan utama.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page