Sunday, September 19, 2021

1000 Rumah Untuk Korban Bencana Siap Dibangun di NTT

Groundbreaking rumah khusus untuk korban bancana alam di NTT telah dimulai. Seribu rumah akan tersebar di Lembata 700 unit dan Adonara 300 unit.

PropertiTerkini.com, (ADONARA) — Sebanyak 1.000 unit rumah khusus dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan rumah khusus tersebut akan dilaksanakan di dua wilayah, yakni Lembata (700 unit) dan Adonara (300 unit).

Groundbreaking untuk rumah khusus relokasi bencana telah dimulai di Desa Oyang Barang, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 70 Persen Milenial Tertarik Beli Rumah Daripada Apartemen

Menurut Yublina D Bunga, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan, pihaknya segera mewujudkan pembangunan rumah khusus sekitar 1.000 unit unit merelokasi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir bandang di NTT beberapa waktu lalu.

Pembangunan rumah khusus ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Lokasi bencana sebelumnya.

Sejauh ini Kementerian PUPR telah mengalokasikan sebanyak 300 unit rumah khusus di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dengan nilai bantuan Rp126 juta per unit.

Sementara untuk 700 rumah di Lembata dengan nilai bantuan sebesar Rp122 juta per unit rumah. Rumah khusus ini menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Baca Juga: Kementerian PUPR Mulai Bangun Rusun Keuskupan Larantuka

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menegaskan bahwa bantuan perumahan ini ditujukan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Alam di Desa Oyangbara. Di daerah tersebut akan dibangun sebanyak 50 Unit rumah khusus tipe 36 sebagai tempat relokasi masyarakat.

“Kami juga menghimbau masyarakat agar tidak lagi membangun rumah atau melakukan aktivitas di sekitar daerah bekas bencana,” ujar Agustinus.

Kegiatan groundbreaking ini ditandai dengan sapaan adat atau doa oleh tuan tanah  Kanisius Muda dan dilanjutkan dengan melakukan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli bersama Ketua Satgas Penanggulangan Bencana NTT dan NTB dari Kementerian PUPR, Widiarto, Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Yusniewati, Kepala Balai P2P Nusa Tenggara II, Yublina D Bunga, Subdit Perencanaan Teknis Dirjen Cipta Karya, Dhani.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Minta Percepat Perbaikan Infrastruktur Dampak Bencana Banjir NTT dan NTB

Turut hadir di lokasi Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi NTT, Dodi Kurniadi; PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus, Thobias Ressie, Kepala Seksi Wilayah 2  Balai P2P Nusa Tenggara II, Herman Ropa Rohi, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Flores Timur, Eduardus Fernandes, Kepala Desa Oyang Barang, Larius Lega dan perwakilan dari pihak penyedia jasa PT. Adhi Karya, Yudhi Prasetyo.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU