Monday, July 4, 2022

Tekad Iriska Dewayani Tingkatkan Pertumbuhan KPR BTN

“Di mana pun saya berada, saya selalu ingin do the best. Alhamdulillah, cabang-cabang yang saya pegang selalu sesuai dengan harapan, mencapai target," Iriska.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Iriska Dewayani E kini dipercaya sebagai Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Division (NSLD) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Sejatinya perempuan kelahiran Yogyakarta, 8 November 1968 ini punya catatan prestasi gemilang pada beberapa bidang berbeda.

Baca Juga: Rusun Universitas PGRI Semarang Siap Dihuni

Salah satunya adalah ketika dia dipercaya sebagai Regional Office Head BTN Regional Office III yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur pada 2021 lalu.

Terbukti, sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) III saat itu, dia mampu membawa pertumbuhan signifikan pada Kanwil III.

Kepiawaiannya dan kemampuan dalam memimpin mampu menggebrak serta menumbuhkan kembali penyaluran kredit properti yang saat itu grafiknya sedang turun pada 14 cabang BTN di bawah koordinasi Kanwil III.

“Di mana pun saya berada, saya selalu ingin do the best. Alhamdulillah, cabang-cabang yang saya pegang selalu sesuai dengan harapan, mencapai target. Termasuk di Kanwil III tersebut, Alhamdulillah naiknya luar biasa, bahkan untuk NSLD (baca: Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division), Kanwil III sebagai pareto, bersaing dengan Kanwil I dan Kanwil II,” cerita Iriska ketika ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sinar Mas Land Salurkan Beasiswa Coding untuk Puluhan Pemuda Kabupaten Tangerang

Menilik ke belakang, industri perbankan sejatinya tak asing bagi Iriska. Pasalnya, ibunya adalah seorang bankir.

Selepas merengkuh gelar sarjana di Fakultas Ekonomi (Ekonomi Manajemen) Universitas Pembangunan Nasional Veteran tahun 1992, Iriska pun langsung terjun bekerja di perbankan.

Pilihannya saat itu adalah pada Bank BTN, dan dimulai di BTN Kantor Pusat Jakarta pada tahun 1993.

Sejak itu, jenjang kariernya terus bertumbuh. Mulai dari Kepala Seksi KC Jakarta Kuningan, hingga malang melintang di berbagai daerah, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sekira 6 tahun.

Seperti Deputy hingga Branch Manager di Solo, Semarang dan Yogyakarta, termasuk juga sebagai Branch Manager Jakarta Kuningan dan Jakarta Harmoni.

Baca Juga: Kementerian PUPR Rampungkan Rusun ASN Kabupaten Sarolangun

Iriska menuturkan, kesuksesan tersebut mampu diraih bersama team yang terus bekerja bersama (interdependen), dan juga dengan beragam produk dan inovasi yang terus dihadirkan. Kecepatan dalam pelayanan, lanjut Iriska juga merupakan faktor kunci sukses atas pencapaian tersebut.

“Bagaimana saya harus mengelola teman-teman semua, termasuk kepala-kepala cabang untuk lebih fokus bekerja dan intens turun ke lapangan, ‘jemput bola’. Jadi intinya bahwa pencapaian kami tersebut karena kerja team, bukan saya sendiri. Itu yang luar biasa,” katanya.

Iriska Dewayani E
Iriska Dewayani lahir di Yogyakarta, 8 November 1968./ Foto: Pio

Pada posisinya kini, yang diembannya sejak awal 2022, diakui berbeda ketika memimpin kantor cabang ataupun kantor wilayah. Dari kantor pusat dengan tanggung jawab yang lebih besar pula, Iriska akan melanjutkan sukses sebagai tujuan bersama BTN (goal congruence), bahkan dengan pencapaian baru.

“Dari pusat, helicopter view-nya lebih tinggi dan luas lagi. Saya juga harus melihat persaingan dengan bank lain, apakah produk saya disukai konsumen atau bagaimana. Sehingga saya juga butuh kajian yang lebih mendalam lagi,” tambahnya.

Baca Juga: Luncurkan Rusun Samesta Mahata Margonda Menyasar Generasi Milenial

Untuk ini beberapa strategi dipersiapkan. Termasuk akan intens membangun komunikasi dengan para developer dan stakeholder terkait lainnya.

“Insya Allah, tahun ini akan lebih baik. Yang jelas tetap business process, terutama kecepatan terus ditingkatkan, juga kemudian suku bunga,” tegasnya.

Optimis Target Akan Tercapai

Untuk tahun ini, BTN tetap melangkah dengan penuh optimis. Keyakinan itu tumbuh lantaran adanya grafik pertumbuhan pembiayaan perumahan yang terus naik, terutama sejak akhir tahun 2021 lalu.

Selain itu, data penjualan perumahan oleh para developer mitra BTN juga menunjukkan kenaikan signifikan di awal tahun ini sebagai akibat dari tertundanya penjualan di tahun sebelumnya.

“Terlepas dari merebaknya COVID-19 varian Omicron, dimana kita juga belum tahu seberapa besar dampaknya. Tetapi bisnis BTN juga tetap jalan dengan beragam inovasi dan terobosan melalui program-program kami,” kata Iriska.

Baca Juga: Ruparupa.com Luncurkan Promo FUNTaSIX Selama Bulan Ramadan

Sebagai gambaran, penyaluran kredit konsumer non subsidi Bank BTN pada tahun 2021 lalu melampaui target yang ditentukan, yakni mencapai Rp17,779 triliun. Sementara untuk tahun 2022 ini, Bank BTN menargetkan pertumbuhan sebesar 26,5% atau mencapai Rp22,5 triliun dari pencapaian 2021 lalu.

Iriska Dewayani
Iriska Dewayani./ Foto: Pio

Bahkan di akhir Januari 2022 lalu, penyaluran kredit non-subsidi BTN telah mencapai Rp878.24 miliar, tumbuh 56.8% dari pencapaian di periode yang sama tahun lalu.

“Kami sangat optimis mencapai target tersebut. Tentunya kami juga harus banyak mendengarkan dan melibatkan para developer dan stakeholder terkait, karena tidak mungkin kami bergerak sendiri,” ujarnya.

Keyakinan tersebut, lanjut Iriska, juga didasari oleh beberapa hal lain, seperti kebutuhan masyarakat akan perumahan yang terus bertumbuh seiring bertambahnya jumlah penduduk, bertumbuhnya jumlah keluarga baru, termasuk para milenial.

Baca Juga: Lemari Es Polytron Raih Penghargaan Brand Choice Award 2022

“Generasi milenial inilah yang justru saat ini menjadi pangsa terbesar kami. Rata-rata mereka mengincar hunian dengan harga Rp300-500 jutaan,” ungkapnya.

Selain itu, adanya stimulus properti dari pemerintah serta kemudahan pelayanan dari perbankan, juga semakin menambah keyakinan Iriska. “Tetapi intinya balik lagi pada kecepatan proses. Kalau soal bunga, masih bersaing dengan bank lainnya,” tegasnya.

Beberapa wilayah dengan potensi tertinggi realisasi KPR non-subsidi BTN, yakni Jakarta, Banten (Kanwil I), kemudian Jawa Barat (Kanwil II), disusul Kanwil III, khususnya Jawa Timur.

Sementara di luar Pulau Jawa, menyusul Makassar dan sekitarnya (Kanwil V), kemudian Sumatera dan sekitarnya, Jawa Tengah dan wilayah lainnya.

BTN Punya Program yang Paling Mudah

Bagi masyarakat yang masih kesulitan mengakses pelayanan kredit properti di perbankan, BTN membuka akses sebesar-besarnya, baik secara online (www.btnproperti.co.id) maupun offline (kantor-kantor cabang).

Di samping itu, developer mantra BTN juga tengah memberikan kemudahan akses bagi calon konsumennya, sehingga beragam kemudahan tersebut kemudian ‘dikawinkan’ untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada calon nasabah/konsumen properti.

“Kemudahan ini juga didukung lagi dengan adanya kegiatan pameran secara virtual. Melalui pameran tersebut kami akan memberikan beragam program yang memudahkan calon nasabah, terutama para milenial,” jelas Iriska.

Baca Juga: Temukan Promo Menarik di Mandiri Festival Properti Indonesia Online 2022

Bagi nasabah yang terkendala uang muka (DP) BTN juga memberikan akses lebih yang memungkinkan tanpa uang muka, namun dikhususkan pada nasabah payroll.

Kemudian untuk nasabah collective non-payroll bisa sampai 2 persenan, dan untuk masyarakat umum bisa mencapai minimal 5 persen, serta dengan masa cicilan KPR yang panjang hingga 30 tahun.

Beberapa program unggulan BTN, sebut saja KPR HUT 72 yang dihadirkan dalam rangka ulang tahun ke-72 BTN, dengan bunga hanya 3,72 persen fix 1 tahun pertama. Program ini hanya berlangsung sebulan, yakni sejak awal hingga akhir Februari 2022.

Kemudian ada KPR BTN Gaess untuk milenial yang dihadirkan dengan beberapa fitur, salah satunya adalah Graduated Payment Mortgage (GPM).

Bank BTN
Bank BTN./ Foto: Pio

Tidak hanya itu, BTN juga meluncurkan produk ‘pengganti’ KPR Sejahtera FLPP yang disebut KPR BTN Harapan. Produk ini memberikan pilihan bunga rendah dan dengan rentang harga rumah maksimal Rp300 jutaan.

Sebagai informasi, penyaluran KPR Sejahtera FLPP di BTN masih mengambil porsi terbesar yakni 55-60 persen, dibandingkan dengan non-subsidi. Namun terbatasnya kuota rumah subsidi masih menjadi penyebab tingginya backlog perumahan di masyarakat.

Baca Juga: Hari Air Sedunia, Aquaproof Berkontribusi Dalam Distribusi Air Bersih dan Cat Sekolah

Belum lagi seabrek persoalan yang mengitari pengembangan rumah subsidi, mulai dari perizinan, hingga teranyar adalah persoalan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Sehingga dengan adanya program KPR BTN Harapan memberikan pilihan kepada konsumen yang tidak kebagian rumah subsidi,” kata Iriska.

Strategi pertumbuhan juga Bank BTN lakukan dengan mengoptimalkan penyaluran kredit kepada nasabahnya sendiri melalui skema Isi Ulang disertai berbagai kemudahan dan biaya serta suku bunga yang lebih ringan, dalam rangka menjaga dan meningkatkan portofolio kredit.

Baca Juga: Inovatif Rumah Maisonet Bisa Menjawab Keterbatasan Lahan

Selain Bank BTN memikirkan sahabat keluarga indonesia yang ingin memiliki rumah idaman, Bank BTN juga menyediakan fasilitas untuk meringankan keluarga Indonesia yang sudah memiliki KPR di bank lain, dibantu untuk menjadi murah lagi cicilannya, sehingga tidak terus merasa menjadi ‘Tahanan KPR’.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU