Tuesday, September 28, 2021

Properti Palembang Bagai Gadis Seksi yang Menggoda

Palembang diibaratkan oleh Endang W Wierono, Principal Keller Williams Palembang yang juga Ketua DPD AREBI Sumatera Selatan seperti gadis cantik nan seksi. Saking seksinya Palembang, akhirnya membuat banyak orang yang melirik dan pada akhirnya ‘menjamah’, Kota Pempek tersebut.

Banyak event internasional yang diselenggarakan di Palembang, Sumsel. Sport tourism-nya juga jalan. Banyak venue olahraga berstandar internasional, juga didukung pemerintah daerah yang luar biasa. Dan yang paling utama Palembang zero konflik.

Baca Juga: REI Sumsel: Pengembang MBR Masih Bertahan, Meski Untung Kian Buntung

“Untuk investor yang masuk ke suatu daerah, mereka akan melihat faktor keamanan wilayah itu. Kalau sudah aman, maka yang lainnya akan menyusul,” ujar Endang.

“Jadi Palembang itu seperti gadis cantik seksi yang sedang memikat banyak orang yang melihat,” lanjut General Secretary Indonesia Marketing Associations (IMA) Chapter Palembang ini.

Berikut nukilan wawancara lengkap dengan Endang W Wierono di Palembang Icon, Rabu (12/9/2018) lalu:

Jika diibaratkan sebagai gadis seksi, pasti ada salah satu titik yang menjadi fokusnya. Kira-kira letaknya untuk di Palembang ada di mana?
Untuk properti palembang yang kuat memang komersil. Kalau untuk primary, lebih banyak main di FLPP. Untuk pasar primary di middle up memang slow, tapi FLPP masih ramai. Kalau pengembangannya, saat ini agresif ke arah Ulu, yakni Jakabaring dan Alang-Alang Lebar juga sedang digiatkan. Sport tourism dan venue internasional ada di Jakabaring, kalau Alang-Alang Lebar ada jalan menuju ke Lampung.

Bagaimana dengan daya beli pasar properti Palembang?
Saat ini yang kuat untuk pasar properti Palembang di level harga Rp500 ke bawah. Kalau pun untuk komersil memang masih bagus karena masih terbatas juga.

Bagaimana dengan infrastruktur di Palembang, apakah cukup memadai untuk mendukung properti?
Untuk jalan dalam kota maupun di kabupaten cukup bagus. Pemerintah sangat peduli dengan kondisi infrastruktur di sini.

Bagaimana dengan harga tertinggi di Palembang?
Untuk Kota Palembang saat ini paling tinggi ada di wilayah Rajawali, kemudian di Sudirman. Range harga tanah tertinggi Palembang masih di kisaran Rp23-25 juta per meter persegi. Sementara FLPP atau MBR lebih ke pinggir atau ke kabupaten.

Stasiun LRT Ampera Palembang

Stasiun LRT Ampera: Infrastruktur di Kota palembang berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah LRT Palembang./ Foto: Padre – Propertiterkini.com

Apakah potensi investasi properti Palembang juga cukup menjanjikan?
Banyak sekali, lokal juga pendatang. Sudah pasti di komersial atau industri, kavling industri. Untuk residensial pun banyak, termasuk pendatang.

Lantas adakah peluang saat ini untuk hunian vertikal?
Highrise building baru ada hotel di Kota Palembang, seperti The Zuhri yang paling tinggi saat ini. Untuk hunian memang belum ada. Sebenarnya sudah ada beberapa developer yang mencoba ke sana. Ada beberapa developer yang bangun tapi belum ada yang benar-benar terwujud. Padahal kita benar-benar berharap ada yang bisa bangun satu tower hunian di sini. Sebenarnya masyarakat urban di sini sudah pengen tinggal di apartemen.

Baca Juga: Melirik Palembang yang Menggoda dengan Bisnis Kos-Kosan

Dulu saya sempat jual The Zuhri ini karena awal memang direncanakan juga untuk hunian apartemen dan ternyata memang ada peminatnya. Jadi memang animonya sudah terbentuk, cuma belum ada developer yang berhasil bangun ini. Jadi saat ini memang belum ada apartemen yang berhasil dibangun. Secara rencana memang ada beberapa developer yang berminat bangun. Sudah saatnya Palembang punya highrise building apartemen.

Jika memang akan dibangun apartemen tersebut, berapa level harga yang pas untuk ini?
Untuk hunian vertikal, bisa yang low rise sekitar 5 lantai dengan harga Rp200 juta ke bawah. Atau mau yang lebih eksklusif, ya kalau per meter masih Rp15-20 juta per meter persegi, masih oke. Masyarakat Palembang mampu lah untuk harga tersebut. Yang pasti harus terbangun karena masyarakat ada yang masih trauma.

Ada yang pernah bangun tapi mangkrak sehingga kali ini harus benar-benar diwujudkan. Dulu pernah ada Orchid Apartment, Basilika, Rajawali Royal, PCC yang sempat saya pasarkan. Kalau PCC full 100% uang pembeli dikembalikan. Kalau untuk pengembang nasional skalanya belum masuk. Masih konsen ke landed. Wisma Atlit Jakabaring dibangun oleh Perumnas. Kabaranya ada beberapa tower yang sudah dialihkan/dibeli pihak swasta untuk disewakan atau dijual.

Jembatan Ampera Palembang

Jembatan Ampera Kota Palembang./ Foto: Padre – Propertiterkini.com

Apakah Asian Games punya dampak besar terhadap properti residensial?
Ada tetapi tidak begitu besar. Sebenarnya yang punya dampak besar adalah jika KEK (baca; Kawasan Ekonomi Khusus) ini jadi. Ada kawasan free tax zone (KEK Tanjung Api-Api) kalau jadi, maka perpindahan penduduk konsumtif mungkin akan lebih banyak. Kawasan industri yang kuat di sini ada di Tanjung Api-Api, Banyuasin. Untuk industri dan pergudangan semuanya ada di sana. Sekitar 1 jam dari Palembang.

Bagaimana dengan peluang investasi dari bisnis sewa, apakah cukup prospektif di Kota Palembang?
Untuk investasi sewa hunian memang tidak begitu bagus tetapi ada potensi. Di Palembang belum ada apartemen yang biasanya lebih menguntungkan untuk sewa dibandingkan dengan landed. Justru yang bagus dan sangat menggiurkan di sini adalah sewa kos-kosan. Bahkan ada yang harian mulai dari Rp80-250 ribu per hari. Seperti di D’Paragon, atau City Kost (low rise 5 lantai) yang okupansinya 120 persen. Ini adalah kota bisnis sehingga banyak yang memilih kos-kosan. Partner saya punya kos-kosan 20 kamar, masuk lorong tapi okupansinya 100 persen. Dia sewakan Rp75 ribu per hari.

Baca Juga: Akhir Tahun, Wika Realty Luncurkan Perumahan di Palembang

Lantas bagaimana dengan transaksi Keller Williams di Sumsel, dengan melihat kondisi pasar saat ini?
Dengan kondisi saat ini masih cukup baik bagi kami, karena masih bisa jual 15 unit yang didominasi komersil, seperti gerai makanan/minuman dan lainnya. Terutama juga untuk sewa. Kalau sewa untuk komersil 1 tahun bisa Rp500-600 juta. Kalau rumah sewa Rp60 juta ke atas tergantung luasan dan lokasi.

Palembang itu ibarat ….. ?."Kota Palembang itu ibarat Gadis Cantik nan sexy yang sedang jadi pusat perhatian" by @eenwierono (Keller Williams All Property)..Nah kalo menurut pendapat kalian Palembang itu diibaratkan seperti apa Pasca @AsianGames2018 ???.Colek @palembangicon @propertyandthecity___@blackcanyonpalembang.#NgobrolinPalembang#propertyandthecity#Palembang#Palembangterkini

Posted by Palembang Terkini on Wednesday, 12 September 2018

Sedikit gambaran tentang Keller Williams?
Keller Williams dari Austin, Amerika. Kalau di Amerika, kami adalah the largest agent count, jadi jumlah agen terbesar di sana. Kalau di Indonesia kami sedang membangun. Kami memulai di Indonesia sekitar 3 – 4 tahun. Untuk di Palembang baru 2 tahun. Di sini kami membangun global passive income.

Saat ini kami lebih kuat ke secondary dengan porsi 70 persen, sisanya primary. Secondary banyak pilihan dan banyak main di komersil, kavling industri, pergudangan, ruko. Kalau primary, kami pilih developer dengan lebih selektif.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU